
Saat Andra sampai di dalam lift, sewaktu pintu lift itu hampir tertutup dari dalam Andra melihat seorang wanita yang familiar di matanya. Dengan memakai celana pendek dan jaket putih yang panjang nya pas sepinggang dia berjalan dengan santainya sambil melompat lompat ringan mengikuti alunan musik yang ada di hengset nya itu
"Hhmm" sambil tersenyum tipis saat pintu lift sudah tertutup Andra tersenyum hangat berbeda dengan dia yang biasa nya hanya tersenyum singkat.
di dalam apartemen Lia sedang mengecek belanjaan yang tadi sempat di beli nya "yahh kalau perut lapar tidur pun jadi gak nyenyak" sambil mengeluarkan sebungkus mie yang tadi sempat di beli nya Lia langsung bergegas untuk memasak mie di dapur tidak sampai menunggu lama mie yang di masak Lia sudah siap untuk di santap
"kalau dia tau aku makan ini pasti langsung di ceramahin...mending cepat makan abis itu lanjut bobok lagi" Lia langsung melahap cepat mie yang di buat nya tadi dan langsung membereskan sisa-sisa sampah sewaktu dia memasak tadi
"eehh kak tumben jam segini udah disini aja" tanya anak laki\-laki yang bernama ellan itu
"iya lagi nyarik udara segar...loe udah mau balik? " tanya Andra sambil melempar bola basket nya ke arah gawang
"iya soalnya ada yang mau aku urus...kalau gitu duluan ya kak" sambil mengambil tas nya ellan langsung bergegas pergi
gak terasa hari sudah semakin sore Andra memutuskan untuk pulang untuk membersihkan diri karena badan nya yang penuh keringat karna latihan main basket
"gue balik duluan" tanpa menunggu jawaban dari teman\-teman nya Andra langsung pergi meninggalkan lapangan basket itu
sesampainya di apartemen Andra langsung bergegas menuju kamarnya yang di dalamnya sudah tersedia kamar mandi.
keesokan hari nya Lia buru\-buru untuk pergi ke kampus karna dia lagi\-lagi telat bangun untung sewaktu dia sampai di ruangan, dosen yang mengajar hari ini belum sampai di kelas.
"Li kenapa muka kamu pucat gitu" tanya teman nya khawatir
"oh gak papa kok,mungkin karena tadi buru\-buru jadi gak sempat sarapan" jawab Lia sambil mengelap keringat nya yang ada di kening
sewaktu perkuliahan berlangsung entah mengapa hari ini dia gak fokus, kepalanya sangat pusing dan tangan nya gemetar tidak sanggup mencatat materi yang penting yang sudah di berikan oleh dosennya itu.
beberapa jam sudah berlalu akhirnya materi yang di sampai kan oleh dosen itu selesai dan akan lanjut ke matkut yang berbeda lagi di jam dua siang nanti
"eehh kami mau ke kantin,kamu mau ikut? " tanya temannya yang tadi sambil menepuk pundak Lia
__ADS_1
"ahh gak deh,aku mau ke ruangan kesehatan dulu kepala aku entah kenapa pusing banget" jawab Lia lemas sambil memegang kepala yang sakit
"yaa ampunn,kalau gitu sini biar aku antar" jawab temannya sambil membantu Lia berdiri dari duduknya
"eehh gak usah,aku bisa sendiri mending kalian langsung makan siang aja nanti keburu ramai"
"kamu yakin? muka kamu pucat banget, nanti kalau ada apa\-apa gimana? tanya teman nya itu khawatir
"iyaa aku gak papa, cuma sakit kepala biasa" sambil memberikan senyuman ramah kepada teman nya itu Lia langsung bergegas meninggalkan ruangan
"kalau ada apa\-apa kabarin yaa"
Lia hanya mengangguk sambil berlalu meninggalkan teman nya itu
di sebuah lorong kampus Lia berjalan sambil memegang tembok yang ada di samping nya untuk menuju ruang kesehatan yang ada di lantai 1
*bruukk* "kamu gak papa" tanya lelaki itu sambil merangkul lengan Lia erat agar tidak jatuh
"aahhh...aku mintak to..long bisakah kamu antar kan aku ke ruang kesehatan? jawab Lia lemah sambil memegang kepala yang sakit
"iya baiklah" sambil merangkul Lia erat lelaki itu juga membawakan tas sandang Lia agar Lia tidak kesusahan. dengan hati\-hati dia membawa Lia menuju ruang kesehatan sampai menuju ke sana entah karena terlalu lemah atau merasa nyaman Lia menyender kan kepalanya ke dada bidang lelaki itu.
*krreeekkk* bunyi pintu ruang kesehatan di buka, tetapi tidak ada seorang pun di ruangan itu mungkin karena jam makan siang yang bertugas untuk menjaga pergi keluar untuk sarapan.
dengan hati\-hati dia membaringkan Lia di atas kasur dan meletakan tas Lia yang di pegangnya tadi ke kemeja yang ada di samping kasur tersebut
dengan lembut dia menyentuh dahi Lia untuk mengetahui seberapa tinggi panas badan Lia setelah beberapa saat dia sudah memeriksa kondisi tubuh Lia dia dengan telaten segera mencari obat yang bagus untuk menyembuhkan penyakit wanita itu.
yaa dia emang bisa melakukan pemeriksaan itu karena dia mengambil jurusan kedokteran dan sudah semester akhir dan merupakan mahasiswa yang berprestasi juga.
__ADS_1
"sudah lebih dari 3 kali kita bertemu...dan kamu masih tidak melihat wajahku" sambil mengelus kepala Lia dengan lembut
"entah kenapa aku gak bisa melihat kamu kesusahan..." dia sekarang sudah menyentuh pipi Lia yang masih sedikit pucat itu dengan lembut setelah itu berpindah pada alis Lia yang tebal dan mata Lia yang memiliki bulu mata yang lentik dan panjang, dia bahkan bisa melihat tahi lalat Lia yang berada di bawah kelopak matanya yang disebelah kanan itu
setelah dia memperhatikan tahi lalat Lia itu dia pun tersenyum manis
"kamu bahkan memiliki tahi lalat yang manis" masih memperhatikan wajah Lia tiba\-tiba pandangan nya mengarah pada bibir Lia yang tipis itu dan tanpa sadar tangan nya menyentuh bibir tipis dan kecil milik Lia itu
*deg deg deg*
entah kenapa perasaan pria itu menjadi tidak karuan, masih menyentuh bibir Lia dengan lembut tiba\-tiba...
*cup*
lelaki itu mencium kening Lia lama setelah dia mencium kening Lia dia pun mencium lengan Lia yang sudah sedari tadi di genggam nya dengan tangan nya yang satu lagi
*cup
cup
cup*
berkali kali dia mencium lengan Lia yang sedari tadi di genggam nya
"maaf lagi\-lagi aku ninggalin kamu, aku harus pergi dulu...aku akan mencari teman kamu untuk menjagamu disini"
dengan gerakan ringan dia hendak meninggal kan ruangan itu agar Lia tidak terganggu, sebelum dia pergi dia menyiapkan beberapa resep obat, sebungkus roti dan segelas air putih dan dia juga meninggalkan catatan memo di meja yang berada di samping kasur Lia
sewaktu pria itu hampir sampai di depan pintu keluar tiba\-tiba Lia sadar dan Lia juga sempat melihat pria itu membuka pintu dan meninggalkan kan ruangan kesehatan itu
"aahhh lagi\-lagi dia begitu" yaaa Lia memang sudah hapal bentuk belakang pria itu jadi tidak perlu berpikir lama lagi itu pasti sudah jelas pria yang sama dengan yang waktu itu.
__ADS_1