Dia

Dia
Kebahagiaan


__ADS_3

*Setelah pagi sampai sore tadi Nadia mendapatkan kejutan yang tidak pernah ia sangka - sangka sebelumnya, kini semua keluarga sudah pulang meninggalkan mereka berdua di vila itu seperti sebelumnya hanya bersama para penjaga vila yang juga sepasang suami istri tua yang dipercaya oleh keluarga Aris mengurus dan memelihara vila itu. Kini hari sudah malam Nadia masih terdiam duduk di depan meja rias, dan sesekali ia melihat ruangan tidur yang semalam tadi dirasa sangat menakutkan malam itu sudah berubah menjadi kamar pengantin yang penuh dengan bunga segar dan wangi. Rupanya saat pernikahan terjadi Aris meminta bagian dekorasi menghias kamar itu ketika pernikahan sedang berlangsung. Lilin, bunga, dan lampu - lampu yang cantik menghiasi kamar itu*.



*Nadia masih merasa bahwa ini semua mungkin hanya mimpinya saja, namun mengapa mimpi ini begitu sangat indah sampai - sampai ia tidak ingin bangun dari tidurnya dan membiarkan mimpinya berakhir. Namun saat Nadia termenung duduk di depan meja rias Aris membuka pintu kamar dan masuk ke ruangan itu Nadia pun merasa kaget dan ia bangun dari kursinya*.


" mengapa kau harus terkejut? " tanya Aris pada Nadia


" i....i....itu karena kau masuk tiba - tiba tanpa mengetuk pintu." jawab Nadia sambil terbata - bata dan ia pun menunduk.


*Aris berjalan mendekat pada Nadia yang kala itu terus menundukkan wajahnya dihadapan pria yang ia cintai sejak lama dan kini telah sah menjadi suaminya itu. Dengan lembut Aris mengangkat memegang dagu Nadia dan memintanya mengangkat kepala, tanpa aba - aba Aris mendaratkan ciuman di dahi Nadia, yang kala itu semakin membuat Nadia tersipu malu dan wajahnya memerah seperti halnya udang yang telah di rebus, dan membuat Aris memeluknya*


" aku sadar, aku tidak sedang mabuk, dan aku sangat menyadarinya saat aku memutuskan untuk menikah denganmu, saat aku mengucapkan janji pernikahan, dan sampai saat ini aku dalam keadaan sangat sadar. "


Kata - kata yang keluar dari mulut pria yang mendekap tubuh mungil Nadia itu.

__ADS_1


*Dan Nadia pun dapat merasakan ketulusan cinta dari suaminya itu, dalam dekapan pria tegap berbadan besar dan tinggi itu Nadia hanya menangisi keberuntungan dan kebahagiaan yang ia dapat seperti mimpi ini. Ia merasa Tuhan sudah begitu baik padanya setelah ia bersabar selama belasan tahun kini ia mendapat balasan yang bahkan tidak pernah ia mimpikan sebelumnya. Nadia memeluk Aris dengan erat dan membuat Aris merasakan cinta yang begitu besar dari wanita ini*.



*Setelah itu Aris membuat Nadia duduk di kursi rias dan membantu istrina melepaskan semua hiasan di kepalanya, saat itu Nadia melihat dan merasakan sisi lembut dari pria yang ia lihat dengan sikap arogan, pemarahnya yang sangat besar itu. Dengan hati - hati dan penuh kelembutan ia membantu Nadia kemudian menyisir rambut Nadia yang lebat itu yang untuk pertama kalinya ia lihat malam itu. Karena dari sekian banyak wanita yang bersama Aris hanya Nadia yang berhijab kala itu Aris seperti melihat sosok baru dari wanita yang kini menjadi istrinya itu. Gaya rambut yang sangat cocok dengan wajah dan kepribadian wanita baik ini membuat Aris terpesona dan terus menatap Nadia di balik cermin*.



*Lalu suara pintu diketuk rupanya bi Sari yang datang mengantarkan makanan untuk pasangan pengantin baru itu. Aris pun mengambilnya karena Nadia terlanjur bersembunyi di balik pintu karena ia takut orang lain selain bi Sari yang datang. Aris pun tersenyum lalu menuntun tangan Nadia menuju sofa dan mengatakan bahwa ia ingin membuat istrinya bahagia dari mulai hal - hal kecil. Dan rupanya Aris sangat suka kala melihat Nadia makan karena dengan tubuh yang mungil Nadia makan sangat banyak*.


" aku akan menyuapi mu makan ! " kata Aris


*Aris pun menanyakan hal yang membuat Nadia tidak bisa mengatakan apa - apa*.


" apakah sekarang kau masih takut padaku ? "

__ADS_1


dengan wajah polosnya Nadia hanya bangkit dari sandarannya dan menatap Aris. Wajahnya yang polos terlihat semakin mempesona di mata Aris, dan dengan perlahan Aris menarik Nadia dan mereka semakin dekat yang pertama ya,.....untuk pertama kalinya ciuman pertama mereka malam itu tarikan panjang nafas Nadia, Aris dapat merasakan getaran jantung Nadia yang berdetak sangat kencang kala itu. Memang segala sesuatu yang pertama adalah yang istimewa.


*Aris menanyakan kepada Nadia apakah selama bertahun - tahun lamanya ia tidak pernah menyukai orang lain dan berusaha menjalin hubungan dengan orang lain, dan Nadia menggelengkan kepalanya sambil menatap Aris. Dan dengan yakin Aris percaya karena ia tahu dan ia dapat merasakan bahwa itu adalah ciuman bibir Nadia yang pertama kalinya. Dan itu pun dengannya Aris merasakan cinta yang semakin lama detik demi detik semakin bertambah untuk Nadia. Karena Nadia benar - benar masih sangat suci dan polos, dan betapa beruntungnya ia menyadari cintanya pada Nadia sebelum semuanya terlambat*.



*Aris kembali memeluk istrinya itu dengan bahagia, dan ia pun menggendong Nadia ke tempat tidur jantung Nadia berdetak lebih kencang seakan - akan jantungnya ingin keluar dari tubuhnya. Malam itu Aris menghujani Nadia dengan ciuman dan pelukan penuh cinta mereka mengukir malam penuh cinta dalam hidup mereka malam itu Nadia pun luluh di pelukan Aris. Semua kegugupannya hilang dengan kasih sayang Aris mereka berdua tenggelam dalam kebahagiaan malam itu, dunia ini milik mereka berdua*.



*Keesokan paginya saat itu matahari belum muncul sekitar pukul 04.00 pagi bahkan adzan subuh lun belum berkumandang, tapi serasa mimpi telinga Aris mendengar rintihan do'a seorang wanita yang membuat matanya berusaha terbuka. Dan didapat nya istrinya sedang berdoa di sudut ruangan , ia pun membuka dan melihat ponselnya itu baru pukul 04.00 bahkan belum waktunya solat subuh tapi istrinya bahkan sudah bangun dan menunggu waktu solat seraya berdoa. Ia pun bangkit dan duduk, ia terus memperhatikan istrinya tanpa sekejap pun mengalihkan pandangannya, kemudian Nadia bersholawat nadanya lirih suaranya begitu halus dan merdu membuat Aris semakin terus memperhatikannya*.



*Dan ia Aris berpikir dalam hatinya bagaimana orang sepertinya bisa menikah dengan wanita sesempurna Nadia, dan bagaimana wanita seperti Nadia bisa mencintai orang arogan, sombong, dan pemabuk sepertinya. Hal itu membuatnya tidak habis pikir, namun di balik itu ia mengakui Nadia membuatnya mencintai dirinya sebesar dirinya mencintai Aris selama bertahun - tahun hanya dalam hitungan bulan dan bahkan mungkin hanya dalam satu malam ini saja. Nasibnya sebaik itu hingga Tuhan menciptakan wanita seperti Nadia untuk mencintainya sedalam itu. Saat Aris masih terdiam dan menatap Nadia dari belakang ternyata tanpa ia sadari Nadia sudah duduk dihadapannya ia meminta tangan Aris lalu menciumnya dan dengan penuh kasih sayang Aris mencium kening Nadia dan memeluknya*.

__ADS_1



*Nadia pun meminta izin kepada Aris untuk sekedar membuatkan kopi untuknya, dan Aris menganggukkan kepalanya setuju dengan permintaan Nadia. Dengan satu syarat bahwa Nadia tidak akan meninggalkannya lebih dari 5 menit, itu artinya kini Aris tidak ingin berpisah dengan Nadia bahkan untuk waktu yang sebentar. Nadia pun hanya tersenyum dan ia pun pergi ke dapur untuk membuat kopi. Hari itu adalah hari pertama mereka setelah menjadi sepasang suami dan istri yang penuh kebahagiaan*.


__ADS_2