
"Bagaimana kabar mu Rally, apakah semua nya sudah baik?" .tanya Mr. Philips menyalami tangan ku seraya tersenyum.
aku membalas senyuman dan jabat tangan nya.
" everything is gonna be alright Sir." jawab ku.
" aku harap kamu bisa kembali bekerja menjalankan tugas seperti biasanya yaa?" Celoteh nya.
" Saya pastikan semuanya akan berjalan seperti biasanya Sir."
" Terima kasih untuk izin dan kebaikan hati anda Sir." kataku memuji.
dia menggerakkan tangan nya seolah-olah berkata tidak masalah.
" Baiklah Lee, kembali ke masalah pekerjaan.saya berencana untuk menugaskan kamu lagi ke Vietnam.mungkin akan sedikit lama.karena produk disana Tampa ada pengawasan ketat dari mu hasilnya akan semakin Ngawur.Tadinya saya ingin menyuruh putri saya Anne untuk meng handle tugas Mr.Dong tetapi dia belum begitu paham mengenai Seluk beluk secara keseluruhan." katanya.
Aku yg mendengarkan agak sedikit bertanya.
" Seperti yg kamu ketahui, perusahaan milik saya sedang mencari tempat baru untuk mendirikan sebuah anak perusahaan lagi.mungkin tempat nya bisa di Bangkok atau vietnam.kami kekurangan tenaga ahli.kalau sekiranya kamu memiliki teman yg mampu menangani tolong segera ajukan.?"
aku menggeleng,lalu tersenyum.
" Maaf Sir,saya tidak banyak memiliki teman yg seperti mister maksud.tetapi saya sendiri pun masih banyak belajar dari seseorang yg saya nilai sangat mengerti tentang bisnis ini."
" Siapa ??" tanya nya.
" maaf Sir, Miss Katty." kataku pelan.dia sedikit agak kecewa mendengar jawaban ku.
" yg lain saja,yg lain saja sudah." katanya.
" Lebih baik kau mengajari orang lain sampai paham daripada harus orang seperti dia di pergunakan kembali." katanya sedikit kecewa.
Aku mengangguk dan tersenyum lagi.
" Kalau mister keberatan dengan saran saya ,tak mengapa.saya akan tetap menjalankan tugas dari anda."
Mr.Philips tampak merenung ketika hendak ku tinggalkan.
Austin mendekati ku Dengan gemulai.
" Heii Lee, sekitar seminggu lagi kamu pergi ke Hanoi.kamu akan lama di sana,jadi perusahaan meminta mu untuk mengosongkan apartemen.kamu diberikan rumah dinas yg baru milik mr.philips Di ujung kota Bangkok.Katanya menjelaskan."
" kenapa harus pindah sih??" tanyaku.
__ADS_1
" dewan direksi yg baru,Miss Anne anak Mr Philips mulai memegang kendali.gosipnya akan ada perombakan karyawan juga." katanya setengah berbisik.
Ada sedikit kegelisahan dalam diriku.
" Entahlah Pim,aku akan di pindahkan kemana.kata Austin sih,sewa apartemen disini mahal.perusahaan sedikit berhemat katanya.belum lagi mobil inventaris juga akan di tarik.aku akan diantar jemput saja."
" Kamu tak bertanya langsung kepada Mr.philips Lee??" katanya.aku menggeleng.
" nanti pun dia akan bicara sendiri."
" Oiya Lee,,Fah akan segera menikah.aku harap kamu bisa datang kalau sudah di Hanoi."kata Pim aku hanya tersenyum.
" Tadi Austin bilang,jika saat dinas aku pergi menggunakan pesawat,biaya di tanggung sendiri.?" kataku pelan.
" aturan Miss Anne,anak Mr.Philips yg katanya sebentar lagi akan menempati dewan direksi." kata Pim.
" Apakah kamu sudah pernah ketemu sama dia Pim.?" tanyaku.dia menggeleng.
" Lee bagaimana kalau kamu menyewa apartemen bersama diriku saja." ajak Pim.
" Kamu masih bisa berhemat."katanya lagi.
aku memandang nya.memang tawaran yg menarik.tetapi membutuhkan banyak pertimbangan pikir ku.
"Gag tau mah,tiba tiba banyak sekali peraturan dari perusahaan.seperti mengikat gerak Ayi??" kataku mengadu lewat telepon pada mamah.
" ya kalau di pulangkan lagi ke perusahaan yg di Jakarta mah.??ayi terikat kontrak. apa mah risign??nanti lah Ayi jalanin dulu.kalau Sudah gg kuat mending pulang ke rumah mamah."
" Pim besok weekend kamu akan kemana??" tanyaku.dia memandang wajah ku.
" hmm aku belum tau Lee,kenapa emang??"
" besok kamu aku jemput ya.bersiaplah." kataku kepada nya.dia tampak tersenyum.
Aku mengenakan Setelan yang simpel saja.jeans aku padankan dengan kemeja kotak berwarna hijau tua dan sepatu casual.
Aku mengajak Pim untuk mendatangi satu klub malam yg ada di Bangkok.
Kuakui Pim terlihat lebih cantik daripada biasanya.
Aku menarik nya kelantai Dansa.
sejenak aku melupakan segala ganjalan di hati ku.dia tampak sungguh menawan.
__ADS_1
Pundak ku di tepuk dari arah belakang dari seseorang.aku menoleh.rupanya anurak.kami ber basa basi sedikit,aku menanyakan Dengan siapa di datang.tetapi suara musik terdengar lebih keras lagi, dia hanya menunjuk seseorang di sebelah sana.seseorang yg sangat ku kenal,bersama seorang Tom yg tampak mesra bergelayut di pundak nya sambil mengikuti lantunan musik DJ.
sejenak aku terhenti, memandang nya dari kejauhan.ada perasaan menusuk yg kurasa.rasanya tak rela dia bersama tom itu.
Aku mengangguk mengiyakan ketika Anurak akan pergi.aku berkata salamkan saja kepadanya.
Aku meraih pinggang Pim yg ramping.sedikit mendekat kan wajah ku kepadanya sambil terus mengikuti alunan musik menggema.dia tertawa.sesaat lampu padam.Aku beranikan meraih wajahnya dan mencium bibir nya.
Dan Pim pun membalasnya.
jam sudah menunjukkan pukul dua malam.aku mengajak Pim untuk pulang.kuraih tangannya.ku akui,aku sedikit pusing.mungkin aku sedikit mabuk.
tak sengaja aku kembali bertemu Anurak dan masih kulihat dia bersama tom yg tadi.aku sengaja menggenggam tangan pim.aku tersenyum tipis kepada yg lain untuk berpamitan.tersenyum kepadanya juga,aku sempat melirik tom kekasih Athena.
sambil berjalan,aku menciumi tangan Pim yg ku genggam sesekali.
Malam ini aku tak pulang ke apartemen.aku memilih tidur di hotel bintang tiga yg cukup nyaman bersama Pim.
Aku menyalakan rokok ku.menghisapnya sambil melihat keluar jendela.
Pim mendekati ku.
" Kenapa kamu tampak kacau sekali malam ini Lee??" tanyanya pelan.aku tersenyum.
" karena menampilkan diri untuk tampak baik baik saja sangat melelahkan Pim." jawab ku.
" Apakah kamu sedang mabuk Lee??" tanya nya.
" apakah aku tampak mabuk bagimu pim??" kataku berbalik.dia tersenyum.
" lalu kenapa kau mencium ku di klub tadi Lee,apakah artinya,kamu bisa melakukan ditempat lain???"
" Aku hanya tak ingin kau bilang Munafik Pim.aku lelah bersembunyi."
" Aku lelah menahan segala pertanyaan dihatiku ,Aku lelah Menahan pikiran liar di kepala ku,dan sangat lelah tampak Baik Baik saja."
kataku sambil membenamkan kepala ku di perutnya yg ramping.dia mengusap Rambut ku.
" Lee aku ingin bertanya satu hal kepada mu.tapi kau harus Jawab jujur." aku memandang nya.
" apa??" kataku.
" Aku kau anggap apa lee??"
__ADS_1
Aku terpejam.
sungguh aku tak tahu harus berkata apa.aku bingung.