
Aku berjalan mengikuti langkah Pim.didepan kami ada seorang pemandu sedang menerangkan ini itu di tempat wisata yg kami datangi.
Fah dan Matt tidak ikut ,mereka tertinggal di penginapan.sengaja tak mau ikut.lelah katanya??
Pim tadi sengaja mengejek Fah dan Matt atas kejadian semalam sebelum pergi dengan ku.
" Payah,,katanya mengajak kita jalan jalan.nyatanya mereka hanya tinggal di penginapan." celoteh ku pada Pim
dia menatap ku,
" sudahlah,kan kamu masih bersama ku Lee.."
katanya sambil berjalan.
" Tapi kurang seru,dari tadi kita hanya foto berdua bukan ber empat." lanjut ku.dia menghentikan langkah nya.menatapku
" jadi kamu enggan berfoto dengan ku Lee??!" katanya sedikit sebal lalu melanjutkan jalan nya sambil meninggalkan ku.
" Bukan begitu Pim,masak kamu marah." kataku sambil mengejar langkah nya.kemudian ku raih tangan nya untuk ku gandeng.dia hanya diam memperhatikan, mukanya masih terlihat judes.
Kami berdua menikmati spot spot tempat wisata di PAI ini,ada taman bunga dan pepohonan yg berwarna hijau.tampak aliran sungai kecil yg jernih.belum lagi kami mengunjungi sebuah kuil Buddha yg tak begitu besar.
aku mengikuti Pim ketika duduk bersimpuh di depan Kuil itu sambil memegang dupa.tadinya aku berdiri diam memperhatikan.tetapi Pim menarik ku.
Kemudian kepala kami di siram sesuatu oleh seorang biksu.
Kami Mengikuti sebuah tarian tradisional Thailand yg berjajar sambil bergandengan tangan.Seru,kami tertawa tawa.aku mengambil Foto dari apa yg membuat ku tertarik.
karena ucapan ku tadi,mulanya Pim menolak ketika aku akan mengajak nya Selfi menggunakan handphone ataupun kamera Digitalal.Tingkahnya menggemaskan. seperti ada manis manisnya tetapi bukan gula..hahaha
" Ayolah Pim kita Selfi.." ajak ku.dia memalingkan muka.
" Pim, ayolah ajak ku lagi.." dia diam tak bergeming.
" kalau begitu , tolong potret aku yahhh??" kataku sambil memberikan kamera Digital ku.
dia meraihnya, Dengan sedikit kesal.hahaha
Dilain kesempatan,aku sengaja diam diam mengambil gambar nya.
aku menaruh Kamera ku di depan dimana aku dan Pim sedang Duduk,menggunakan mode timer.
Dia memandang ku dengan muka kesal.lalu mendorong tubuh ku.aku tertawa.
Tak terasa tour kami akan segera berakhir,kami segera akan kembali ke penginapan.sepanjang jalan Pim hanya diam.
aku merasa dia kesal.
__ADS_1
" Pim,ayolah.kenapa kamu diam begitu.kamu marah terhadap ku??" dia berhenti berjalan lalu menatap ku.mukanya terlihat judes.
" Pim,aku kan hanya bilang begitu.bukan berarti aku tak ingin bersama mu??" dia terus meninggalkan ku.aku berhenti berjalan.,lalu mengejar kembali langkahnya.
aku meraih lengannya untuk ku gandeng, tetapi dia menghempaskan nya.Tatapanya seakan penuh kemarahan.aku sedikit kesal tetapi membiarkan nya.
Kenapa dia,Aneh. pikir ku??
****
Pim side:
entahlah susah dijelaskan perasaan ku kini terhadap Lee??
( seperti ada lagu sieng khaung Hua jai by ann T on Yt)
Sesampainya aku di penginapan,Pim masih tak bicara dengan ku.biarin sajalah pikir ku.
Sampai waktunya makan malam,dia masih diam terhadap ku.
Fah sempat bertanya kepada ku.aku hanya mengangkat bahu.Fah kemudian bertanya kepada Pim.entahlah mereka ngomong apa.
aku lelah,besok pagi kami harus kembali ke bangkok.aku butuh istirahat untuk bergantian mengemudi dengan Matt.
Pukul setengah sebelas malam aku terbangun dari tidur.aku hendak ke toilet.kulihat Pim tidak ada di tempat tidur nya.mungkin ke toilet, pikir ku.
Dia tampak kaget melihat ku ketika keluar dari toilet.tetapi masih saja diam.akupun diam.
" Baik Lee ,aku saja dulu yg menyetir ." tawar Matt.
" Tidak usah Matt,biar aku saja dulu yg menyetir." Jawab ku.
" Fah kamu saja yg duduk di depan.!" kata Pim tiba tiba.aku memandang nya,dia memalingkan muka. Fah Tampak kebingungan.
" Sudah Fah,jika kamupun tak mau.Aku menggunakan GPS saja.kamu dibelakang saja." kataku.
" okelah,aku yg duduk di depan saja ." kata Matt.
Sepanjang perjalanan hanya Matt dan fah yg mengobrol meski mereka berjauhan.aku fokus menyetir sesekali memeriksa GPS ku.
Tak habis pikir aku kenapa Pim begitu.padahal cuma karena hal yg sepele.
Kami berhenti sejenak di rest area.matt mematik Vape yg di keluarkan dari Waist bag nya.Aku menyalakan Rokok ku.
Matt dan Fah tampak sedikit Kaget.
" Lee dimana kamera mu,ayo kita ambil foto bersama." kata Matt.aku mengangguk lalu menuju mobil untuk mengambil Kamera ku yg ada di Ransel ku.
__ADS_1
" Ayo kemari Pim " ajak fah.yg di panggil hanya Diam,lalu Fah menarik nya.
Pim tampak enggan dekat dengan ku.aku sedikit menghela Nafas.
ada beberapa kali pose foto kami.pertama Fah dan Pim aku apit dengan matt.Pim menolak didekat ku.lalu sebaliknya.kemudian aku dan Matt yg di apit oleh mereka.tetapi Pim masih tak mau didekat ku.
" Pim aku ingin foto didekat matt.tetepi kita berempat.?" pinta fah.pim menarik nafas.
lalu Pim dan Fah aku apit dengan matt.aku pegang pundak Pim sambil agag mendekat kan wajah ku dengan nya.
" Pim sebenarnya,aku sesalah apa dengan mu.kenapa aku kau diamkan??" kataku padanya.yg diajak berbicara hanya diam.
" Aku meminta maaf jika kemarin candaan ku menyinggung mu." dia masih diam.
aku menyodorkan tangan ku .dia meninggalkan ku menuju toilet.
Aku menunggu nya di depan toilet.kebetulan berupa tangga.dia berjalan meninggalkan ku ke arah parkiran mobil kami.
aku mengejarnya.kuraih tangan nya,lalu ku sodorkan Tangan ku.
" Pim,benar benar aku minta maaf.maaf kan aku." kataku sambil memegang kedua telinga ku.dia tampak tersenyum tetapi terus berjalan.
aku mengejarnya lagi.berdiri di depannya meski satu tangga dibawah nya.
" Baikan ya Pim,?" Kataku tersenyum sambil menyodorkan jari kelingking tangan kananku.
dia tampak tersenyum sambil mendorong tubuh ku.
kakiku tergelincir.aku jatuh beberapa tangga.
Pim tampak berteriak sambil mendekati ku yg tersungkur.
" Maaf kan aku Lee aku tak sengaja." katanya sambil menarik ku untuk berdiri.
dari kejauhan Matt dan fah mendekati ku.
" Kenapa ini Lee.." kata matt.aku tertatih, rupanya kaki ku terkilir.
tampak Fah yg menyalahkan Pim.muka Pim sedikit panik.aku di tatih oleh Matt masuk kedalam mobil.
" Sudah waktunya aku yg mengemudi Lee.." kata Matt.sepatu ku di buka oleh fah,kaki ku di olesi semacam balsem oleh nya sedangkan Pim masih diam terlihat shock.
aku duduk di bangku belakang bersama Fah.berkali kali Fah menyalahkan Pim.terjadi perdebatan diantara mereka.Matt tampak menenangkan keduanya.Lalu aku pun mencoba menenangkan nya.
" Sudah terjadi.sudahlah Fah" kataku..
muka Pim Tampa memerah.
__ADS_1