Dia

Dia
23


__ADS_3

Setelah menghabiskan sarapannya leah bergegas ke pantau 2 di mana kamarnya berada. dia menyiapkan apa yang di minta oleh arif. kemeja, jas dan celana tak lupa dasi sebagai pelengkap penampilan Alfi nanti.


"Sudah..?." tanya alfi yang berhasil menga_getkan istrinya.


"Astagfirullah.."kaget leah yang telah mendapati alfi berdiri di belakangnya.


"Bisa gak sih. gak bikin orang kaget." cemberutnya.


iya, udah aku siapin semua. aku berangkat dulu." tak urung leah menjawab pertanyaan alfi.


"em..."


alfi mengulurkan tangan nya yang langsung di terima oleh leah.di cium selayaknya.ke santunan seorang istri.


Cup...


dan Alfi juga memulainya. menekuni seperti hal nya tingkah seorang suami pada istrinya.


"heh...?!" respon leàh tak menyangka. hingga membuatnya termenung sementara.


Tak.


sentilan mendarat di kening leah.


"Sudah sana berangkat. entar kamu telat..."


tampa menjawab leah melangkah kan kakinya keluar dan turun menuju depan rumah setelah berpqmitqn pada sang mama mertua dengan linglung.dan menghampiri mamang yang sudah menunggunya.

__ADS_1


"Ayok mang."


"Iya neng."


dalam perjalanan menuju skolah, leah diam membisu pikirannya masih memikirkan kan apa yang terjadi barusan.tapi saat ini bukan itu saja yang dia pikirkan melainkan Hatinya merasa sejuk dan jantung nya berdegup kencang.berdebar debar saat dirinya kembali mengingat bibir alfi yang menyentuh keningnya.


"Neng...neng tidak apa apa.?"tanya mamang yang melihat leah memegang bagian dadanya.dia takut nona mudanya ini merasakan sakit atau sebagainya.


"Neng...neng leah gak apa apakan.." akhirnya yang di panggil sadar


"tidak apa apa mang."


"Beneran neng tidak apa apa? jika neng merasa sakit bilang saja neng. mamang langsung bawa neng ke rumah sakit."


"gk papa kok mang.beneran deh.."


dasar kau leah bodoh. kau membuat pria tua di belakang kemudi khawatir pada mu hanya krna pikiran mu kemana mana.bodoh bodoh bodoh." maki leah pada diri sendiri.


akhirnya mobil yang membawa leah sampai ke sekolah.dan berhenti di tempat biasa mereka berhenti atau menjemput leah.


Bersamaan dengan mobilnya leah yang smapi di sekolah.mobil lain bermerek MP*V sampai di vila.dan seorang pria berumur sekitar 60an keluar dari mobil tersebut.


"Permisi.mencari siapa tuan.?"tanya penjaga vila.


"Apa benar ini kediaman Vila tuan Rayyan dari kota."


"Benar.. hanya saja tuan Rayyan tidak ada di tempat.beliau sudah kembali ke kota."

__ADS_1


"Saya tau jika tuan ray sudah kembali ke kota.namun saya ke mari untuk bertemu tuan muda Alfi. saya perwakilan dari sekolah. untuk menjemput tuan alfi pak."


pak penjaga menggut manggut.


"Ooowh.. mari mari.. silahkan ikut saya."


"Mobilnya!!.."


"Ya sudah masukin saja.mari..."


setelah memarkirkan mobil.pak penjaga mengantarkan perwakilan sekolah ke ruang tamu dan berpapasan dengan nyonya rumah.


"eeh siapa pak.?"


"ini buk. katanya tuan ini perwakilan dari sekolahan.mau menjemput tuan muda."


"Owh silahkan duduk.


pak minta si embok buat minuman yah."


" Baik buk."


sepeninggal pak penjaga.nyonya melda duduk di sana menemani tamu putranya. dan minuman pun di hantar oleh si embok.


menanyakan perwakilan dari skolah mana pria di depannya. mama langsung sedikit kesal saat mengetahui kemana putranya akan pergi untuk menggantikan sang suami.


dasar papa ini...

__ADS_1


__ADS_2