Dia

Dia
Dua puluh satu


__ADS_3

Di sebuah apartemen mewah seorang anak remaja laki-laki berusaha melangkah tanpa menggunakan kursi rodanya. dia menggapai dinding kamar untuk tumpuannya berjalan menuju tempat tidurnya. meski harus bersusah payah dan melelahkan dia tidak akan menyerah.


Karena dirinya ingin memberikan kejutan pada sang ibu ketika kembali dengan menjemputnya tanpa kursi roda. tiba-tiba sebuah tangan kekar memegangi bahunya dari belakang, dia menoleh dan tersenyum cerah pada sosok di belakangnya.


"Hai uncle" sapa Kenzo ceria


"Dasar anak ini, bukankah sebaiknya kamu menggunakan kursi rodanya, bagaimana jika kakimu cedera lagi..tidakkah kamu meminta bantuan nenek" ucap Raihan sedikit mengomel pada Kenzo.


"Nek Mirna sedang ke pasar, lagipula aku baik-baik saja uncle Ray, aku cuma ingin melatih kaki ku agar cepat sembuh aku ingin memberikan kejutan untuk mommy" ucap Kenzo sambil berjalan menuju kasurnya dengan Raihan yang memapahnya.


"Baiklah kalau itu maumu, nanti sore kita ke rumah sakit setelah dokter memastikan kaki mu baik-baik saja maka kita akan melakukan terapi. bagaimana kamu siap?"


"Oke uncle Ray" Kenzo duduk di tepi kasurnya menatap Raihan yang berdiri di hadapannya.


"Good boy ! oh ya kamu sudah sarapan " tanya Raihan sambil mengacak rambut Kenzo.


"Huumm" angguk Kenzo dengan tersenyum dan Raihan pun tersenyum juga.


"Hmm..bagaimana kabar mommy ? apakah dia sudah menelepon mu?" tanya Raihan dengan sedikit malu-malu.


"Ya, tadi pagi sekali mommy telpon dia bilang mungkin kepulangannya di undur karena di sana sedang cuaca buruk akibat badai salju"


"Tempat itu memang sering terjadi badai salju, biarkan mommy bekerja yang terpenting saat ini kita berusaha membuat kejutan untuk mommy"


"Baik uncle Ray" ucap Kenzo dan beradu kepalan tangan dengan Raihan.


Sementara kesibukan terlihat di lereng gunung yang bersalju. para kru dan model mulai bersiap memberesi perlengkapan mereka karena ada pemberitahuan akan terjadi badai salju.


Awalnya kiano mengusulkan jika pengambilan gambar iklan di alihkan di lokasi sekitar villa saja. namun para model dan kru malah meminta untuk di lakukan di luar villa dengan alasan mereka ingin menikmati bermain salju setelah kerja. dengan segala pertimbangan dan arahan dari pemandu wisata akhirnya kiano menyetujui permintaan itu.

__ADS_1


Tapi sayang baru beberapa jam ternyata cuaca tidak mendukung. seorang pemandu memberitahu jika akan ada badai salju di sekitar wilayah tersebut dan mereka harus segera kembali ke villa.


"Oke bagi yang sudah melewati jembatan kayu sebaiknya jangan menunda lagi langsung kembali ke villa dengan kendaraan kalian "Kiano berteriak memberikan arahan di bantu dengan para kru yang lain yang memimpin rombongan mereka masing-masing.


Angin mulai terasa berhembus kencang menambah hawa dingin yang semakin menusuk tulang. sebagian telah meninggalkan daerah itu yang tersisa beberapa kru yang membawa peralatan.


Tiba-tiba assisten Niken yang bernama Emma menghampiri kiano.


"Maaf mr.kean bisakah anda menunggu sebentar, Niken sedang ke kamar kecil di pondok kayu itu" ucap Emma dengan tergesa dan tubuh yang gemetar.


"Apa maksud kamu ? pondok itu jaraknya lima ratus meter dari sini, bagaimana bisa, dia bisa ada di sana di saat genting ini. apakah kamu sudah menghubunginya?" nada bicara kiano menahan geram.


"Maaf, saat Niken pergi keadaan belum ada pemberitahuan tentang badai jadi aku pikir tak masalah jika aku mengijinkannya ke sana sebentar, dan saya sudah menghubunginya tapi sepertinya karena cuaca buruk ada gangguan signal. maaf mr.kean tolong tunggu Niken dulu"


"Shitt, sebaiknya kamu ikut dengan mereka Niken biar saya yang jemput"


"Tapi Mr.kean.."


"Baiklah, saya titip Niken pada anda tolong jaga dia" mohon Emma dan diapun meninggalkan tempat itu bersama kru yang tersisa sementara kiano menyusul Niken ke arah pondok.


Kiano memacu kendaraannya secepat mungkin. untung saja tadi ketika dia sebelum berangkat kiano khusus memesan satu unit jetski untuk dirinya sendiri. hujan salju yang lebat menghalangi pandangannya di tambah tebalnya salju di sepanjang jalan dan hampir membuat mobilnya celaka dan sekali lagi keberuntungan memihaknya dia sampai dengan cepat.


Dengan segera kiano berlari masuk ke dalam pondok namun dia tak menemukan Niken di dalam sana.


"Nikeenn..!!" kiano memanggil Niken dengan agak kencang. Niken yang berada di dalam kamar mandi terkejut dengan teriakan seseorang yang memanggil namanya. dengan segera dia keluar dari kamar mandi karena bertepatan dirinya selesai.


"Mr.kean..?? ada apa anda mencari saya?" Niken menaikan alisnya ketika menyadari seseorang yang memanggilnya adalah kiano.


"Ckk..cepat bereskan barang kamu kita harus segera kembali ke villa" kiano berdecak dengan sapaan Niken.

__ADS_1


"Tapi..kenapa..??" tanya Niken yang tangannya tiba tiba di tarik oleh kiano.


"Akan ada badai salju kita harus segera pergi dari sini" kiano menjelaskan sambil berjalan menuju pintu tanpa melepas pegangan tangannya pada Niken.


"Oh..oke" Niken yang kebingungan tergagap menuruti langkah kaki kiano.


BRAAAKKK


Suara debuman di luar yang menghantam pintu membuat keduanya terkejut dengan refleks kiano memeluk Niken. ketakutan mulai di rasakan Niken tubuhnya sedikit gemetar dalam pelukan kiano.


Beberapa saat keduanya tersadar dan kiano melepaskan pelukannya dia menatap Niken dengan raut yang penuh kekhawatiran.


"Kamu baik baik aja kan ??" tanya kiano yang di balas dengan anggukan oleh Niken.


"Kamu tunggu di sini aku cek dulu di luar ada apa.." kiano berjalan mendekati pintu dia meraih kenop pintu namun sayang pintu itu sulit di buka seperti ada yang menahannya dari luar.


Klek..klek..klekk


Berulang kali kiano berusaha membuka dan mencoba mendorong namun tetap saja usahanya nihil. Niken yang melihat itu merasa heran dengan segera dia mendekat ke arah kiano dan berusaha membantunya untuk membuka pintu itu.


"Kenapa pintunya tidak bisa di buka ?" tanya Niken yang mulai terlihat frustasi.


"Entahlah..aku liat jendela dulu " kiano berjalan ke sisi jendela yg kacanya setengah tertutup salju.


"Sepertinya ada bongkahan salju besar yang menghantam pintu, jendela ini pun sudah separuhnya tertutup salju" ucap kiano dengan menghela napas.


"Maksudnya kita terkubur salju gitu..? Oh tuhan, lalu bagaimana caranya kita keluar dari sini..?" Niken mulai panik dan terlihat gelisah, kiano menarik Niken ke dalam pelukannya kembali.


"Sstt..tenanglah kita akan keluar dari sini dengan selamat" kiano berusaha menenangkan Niken dengan membelai punggungnya.

__ADS_1


"Bagaimana caranya.." Niken mulai menangis dalam pelukan kiano.


"Entahlah..aku akan berusaha, ingatlah Kenzo membutuhkanmu begitu juga aku butuh kamu untuk bertahan..tetap lah menjadi Niken yang kuat dan tegar" bisik kiano lembut di telinga Niken. dan itu membuat tubuh niken membeku seketika bukan karena dingin tapi karena kalimat yang di ucapkan kiano.


__ADS_2