Dia

Dia
episode 67


__ADS_3

Hari ini kami akan pulang ke bangkok.tetapi ku putuskan untuk berjalan jalan dahulu dengan Pim dan Miss Katty bersama si kecil Padma berkeliling di Chiang Mai.


Mengunjungi kuil,pasar, museum art in paradise Chiang Mai dan membeli sedikit oleh oleh.


Miss Katty sepertinya menyetujui untuk bekerja kembali dengan ku.


tetapi dia meminta waktu untuk mengurus paspor dan visa dirinya dan Padma.


Mengurus rumah yang harus ia titipkan kepada seseorang..


Aku memeluk nya.berharap bisa bekerja bersama lagi dengan nya.


Sebelum bilang,aku menyelipkan amplop coklat kepada dirinya.


" Pakai saja Phi, untuk mengurus Paspor dan Visa jika kau ingin kembali Bekerja bersamaku Ataupun jika Kau Tak ingin bekerja Pakai saja untuk keperluan mu dan Padma."


Padma tampak menangis tak kala aku akan meninggalkan nya.Tangisnya lama dan tak berhenti henti.


ada sedikit perasaan kasihan,tetapi kami harus segera mengejar pesawat untuk kembali lagi ke Bangkok baru selanjutnya harus ke Chantaburi.


***


Sudah pukul delapan malam lewat ketika kami menaiki taksi dari Suvarnabhumi.


Niatku akan terus ke Chantaburi.tetapi Pim meminta untuk diantar ke hotel saja.


" Pim,kita besok harus sudah sampai di chantaburi.aku berjanji kepada bibi mu hanya dua hari." kataku.


" Kita masih punya sehari lagi Lee..aku berkata kepada nya tiga hari." katanya culas.


" Kan mereka tak mengerti apa yang kau katakan." Katanya Genit.


***


Kami menginap di hotel malam ini, menghilangkan lelah.


Keesokan paginya kami berjalan jalan keliling bangkok.Mengunjungi kuil,grand Palace,makan Phad Thai dan Cha manao di Khao san Road, berbelanja di pasar untuk membeli oleh-oleh.


sisanya kami habiskan di hotel.


Pukul lima sore kami pulang ke Chantaburi.


Perjalanan yang akan di tempuh sekitar empat jam.Kami menggunakan mobil yang telah ku Carter agar tak terlalu mahal menggunakan taksi.


Jujur, perjalan ini sangat melelahkan.Namun sangat menyenangkan.


Mungkin perjalanan Terakhir yang aku dan Pim lakukan bersama.


Meskipun sudah bersama selama hampir tiga hari ini,rasanya tak cukup untuk menggenggam tangan nya.membelai rambut indah dan harum nya yang ku suka.bercanda bahkan berdua dengan nya.


Ada perasaan kosong setelah nya, perasaan seperti tak mungkin lagi akan seperti ini.


***


Aku upload foto foto ku yang berada di Chiang Mai kemarin saat bersama Padma kecil.

__ADS_1


Foto kami bertiga.Aku ,Pim,dan Padma. Caption aku tulis kata.With little Padma - New Family. emoticon hati dan keluarga.


Tak lama Anne mengomentari status ku.


" Oo.. with your new Family??"


Aku tak membalasnya.


***


Mobil yang kami tumpangi berhenti di pelataran rumah Pim.


Pukul sembilan malam lewat kami sampai.


Pak Tong tampak berlari mengangkat barang bawaan yang kami bawa sebagai oleh oleh dan koper kecil.


Aku mengucapkan salam kepada bibinya Pim dan seorang laki-laki muda.sebaya dengan Pim.


Pim yang bercakap-cakap menggunakan bahasa Thailand kepada bibi serta lelaki yang dikenalkan nya itu bernama Pree.. calon suaminya Pim.


Jujur ada perasaan seperti terbakar di muka ku.perasaan yang tiba tiba sangat iri kepada nya.


***


" Besok saja Lee.. menginap lah disini malam ini.biar besok pagi pagi setelah ibu buatkan sarapan kamu bisa langsung pulang ke Bangkok." katanya.


" Tapi aku tak enak dengan Pree??" kataku.


Pim hanya tertawa.


" Tak usah berfikiran macam-macam Lee..kami baru akan menikah.aku belumlah menjadi istrinya." Katanya sambil mendorong ku ke dalam kamar.


Pim mendekati ku.


" ini kamar ku dan akulah yang berhak memilih siapa yg pertama akan menjamah ku di kamar ini?' Katanya sambil merangkul ku dari depan.


Lampu kamar nya yang Berubah menjadi temaram Dan Pintu yang sudah dikunci membuatku menelan ludah berkali kali.


Aku melakukan nya lagi dan lagi tampa suara kali ini.


***


" Bibi , terima kasih Atas kebaikan hati bibi.memperbolehkan saya mengajak Pim ke Chantaburi dan Memperbolehkan saya menginap di Rumah Bibi .?"


Kataku yang kemudian di terjemahkan ke Bahasa Thailand oleh Pim.


Bibi nya tampak tersenyum.


" Dia Berkata,iya sama-sama.Kita hidup kan harus saling tolong menolong.?" Katanya Lee ucap Pim kepadaku


" Saya pamit pulang ke Bangkok.Semoga saya bisa menghadiri pesta pernikahan Pim dan Pree Nantinya.??" Kataku.


Sejenak Pim terdiam.matanya Menatap ku tajam.


" เขาบอกว่าเขาจะมาหาฉันอีกซักวัน (K̄heā bxk ẁā k̄heā ca mā h̄ā c̄hạn xīk sạk wạn ) (Dia berkata akan mengunjungi ku lagi suatu saat)

__ADS_1


Kata Pim kepada bibi nya.


" มางานแต่งงานของพิมในเดือนหน้า (Mā ngān tæ̀ng ngā nk̄h xng phim nı deụ̄xn h̄n̂ā)(Datang lah ke pernikahan Pim bulan depan)


Kata Bibi nya bulan depan.Aku yang tak mengerti hanya tersenyum.


Lalu Pim menerjemahkan kan nya.


" Will you marry Pim. Make her your wife?"


Kata Pim kepadaku,aku menatap nya.aku tau dia bercanda. aku tertawa kecil.


" I would want to if that was possible.


But I am bound by my beliefs." kataku.


Dia menatap ku tajam.Matanya sedikit berkaca kaca.


Kemudian aku berjalan ke mobil yang akan membawaku kembali ke Bangkok.Aku di antar Pim sampai Depan pintu.


Dia menatap ku ,Dan memeluk ku dengan kedua tangannya.


" Aku cinta kamu Lee,, Selamanya." katanya.


Dia mengatakan ini dengan bahasa Indonesia, Mungkin agar tak diketahui oleh keluarga nya yang ada disitu.


Sejenak aku mematung.terdiam sedikit lama.


Lalu aku melepaskan pelukannya nya.tak enak yang lain melihat kami.


aku menarik nafas.


" Sudah Pim,tak enak dengan yang lain.aku pulang dulu ya ke Bangkok.Aku tak janji datang ke pernikahan mu Pim.?"


Kataku sedikit pelan. Dia mengangguk.


" Semoga nanti kita bisa Bertemu kembali ya Lee??"


" Aku mencintaimu Lee.." Katanya lagi dalam bahasa Indonesia.


Aku tersenyum, memegang wajah nya dengan Jari ku.


" Aku pulang ya Sayang." Kataku dengan bahasa Indonesia pula.sambil masuk kedalam mobil.


Ketika mobil sudah jalan.aku melihatnya melambaikan tangan.Rasanya hati ini Remuk melihat nya. aku terus Meninggalkan nya dengan mobil yg kian menjauh.


Pim Tampak berlari ke Rumah.


Aku merenung.


Pim side:


Aku berlari menuju kamar.Aku menangis diatas kasur yang semalam kami tiduri.Rasanya masih ada dia disini.Setiap Sentuh nya masih hangat terasa.Wangi Parfum nya pun masih melekat di seprai ku.


Aku merindukan nya untuk hidup ku.Aku sungguh ingin bersama nya.

__ADS_1


Aku menangis telungkup sambil meremas tempat tidur yang ada di bawah ku.


Meremas nya seperti semalam Dan akan terus merindui mu Lee.


__ADS_2