Dia

Dia
episode 81


__ADS_3

Sedikit bergegas aku masuk keruangan Dokter yang tempo hari memeriksa kondisi kesehatan ku.


Aku mengeluhkan kondisi ku.Dia menyarankan aku agar jangan terlalu lelah bekerja dan menjaga pola makan dan tidur ku.


Masih sangat mungkin disembuhkan meski 40:60


aku mengangguk.Tak lama aku berpamitan,dia memberikan aku beberapa resep obat yang harus ku tebus di apotik.


" Lee..dari mana?" tanya seseorang dari balik bahu ku.Aku menatap nya kaget ,kenapa harus bertemu dengan nya di sini.miss Katty.


aku menyembunyikan resep obat yang ku bawa.


Dia menghampiri ku melihat apa yang aku genggam di tangan ku.


" ohh,,ini hanya resep biasa phi.semalam aku muntah sehabis makan,magh ku kambuh." kataku berbohong. Dia menatap ku tajam.


" Aku melihat mu keluar dari ruangan dokter spesialis penyakit dalam.." katanya.


" Kau salah lihat Phi.aku hanya mengunjungi dokter umum??" kataku pura pura tenang.


" Mari aku antar ke apotik??" tawar nya.


aku mengangguk.


" Kau dari mana Phi??" tanyaku.dia menoleh


" aku sehabis mengambil hasil tes DNA Padma ...katanya


" Lalu hasilnya??" tanyaku .dia menatap ku sambil mengulum senyum nya.


" hampir 99% Cocok Lee.." katanya.


aku tersenyum.


" Sini biar aku yang menebus obat mu,sambil aku akan membeli multivitamin." kata Phi kemudian.aku menyodorkan resep obat ku.


Aku sedikit menunggu nya agak lama,dia Tampak bercakap cakap dengan petugas apotik.


Lalu dia menghampiri ku.tatapan matanya tajam.


" Apa yang kau sembunyikan dari ku Lee!?" katanya tegas.aku menatap nya sambil berdiri kemudian.


" Maksud mu apa Phi??" tanyaku.


Dia menyodorkan obat di tangan nya.


" Jangan berbohong kepada ku Lee..Aku sudah tau dari petugas disana.kau baru saja mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam.dan ini obat penahan sakit dan keluhan di tubuh mu!!?" katanya.


Aku sedikit terkejut.


" Maaf Phi..?" kataku pelan.


Aku menceritakan semuanya kepada Phi.maksud dari keinginan resign ku dan memintanya merahasiakan dari Pim dan Anne.Dia sedikit menangis,sambil menatap wajahku.aku hanya tersenyum.


" Sudah lah Phi .aku akan membaik dan akan baik baik saja.Tolonglah aku,jangan bermuka asam dan sedih terhadap ku.terlebih dihadapan Anne,Pim dan dua anak kecil itu." pintaku.


****


" Anne,kamu sibuk tidak?" tanyaku.

__ADS_1


" Kenapa ??" katanya dari seberang telepon.


" aku ingin makan di luar dengan mu nanti malam, maksud ku sepulang kerja nanti aku akan menjemputmu.?"


" Hmm..tak tahu juga ya.karena aku seperti nya harus menemani Anurak untuk melihat peragaan busana di gedung Lee.."


" oke baiklah jika kau tak mau...kataku cepat.


" ehh,,Lee aku mau,,aku mau katanya merajuk


aku tersenyum.


" Tumben kau mengajakku ke restoran Lee,, biasanya hanya kafe atau ke Khao san Road makan Phad Thai... katanya mengejekku.


" kenapa,kau tak suka??" kataku


Dia tersenyum...


" Aku suka Lee..katanya sambil memegang tangan ku.


Aku memesan dua tenderloin steak dengan saus BBQ dan segelas Sojuu.


" Kenapa Lee..tak seperti biasanya kau seromantis ini ??" tanya Anne dengan muka berseri.


" Aku hanya ingin sedikit Quality time dengan mu Anne,,boleh kan??" dia tersenyum.


" Tak melulu penat karena pekerjaan, Ribut karena Ego,ataukah perasaan yang saling bersinggungan.terlebih masalah di rumah??" kataku penuh makna. dia tersenyum sambil menaikkan kedua matanya.


" Lalu,nanti kalau di Tanyakan Pim ??"


" Aku sudah bilang hendak meeting dengan Khun Philips.mungkin pulang malam.jadibtak usah menunggu ku." kataku.


" besok juga weekend Anne,aku juga butuh beristirahat.me time untuk ku sendiri??" kataku.dia tampak mengangguk.


Dia mengangguk.


Kami menghabiskan waktu bersama.berjalan jalan di mall, menonton film di Bioskop,lalu menuju pantai.Aku menggenggam tangan nya.kadang memeluk bahu nya,berjalan menyusuri pantai dan sesekali bermain air laut.


Sungguh Anne,aku merasakan kebahagiaan karena menatap mu, terlebih yang lainnya.merasa bersyukur atas segala nikmat Tuhan yang tak dapat aku dustakan.


Dia selalu menjawab setiap Doa ku Meskipun dengan cara yang tak di sangka sangka.


Jam sepuluh malam aku mengantarkan nya pulang.


Khun Philips sendiri tak ada di rumah.Dia sedang me Hanoi.bergantian Dengan Miss Katty yang tengah ke Bangkok.


Aku mencium nya di dalam mobil ketika sampai di halaman Rumah.Dia meraih leherku,menghujani ku dengan segala Sentuhan ya yang membuat ku tak tahan.


Dia Memberikan kode agar aku ke kamar nya.Aku berlari menyusul nya.


Terselesaikan juga segala keinginan aku dan Anne.Dia tersenyum puas.


" Anne, bagaimana kalau besok pagi kita ke Hua Hin, menginap disana bersama Padma dan Pim??" tawar ku. sambil mengenakan baju kembali.


" Bersama mereka Lee??" tanya nya.aku mengangguk.


" lalu berapa kamar yang akan di sewa ??"


" Satu suite room yang cukup besar untuk kita ber tujuh Anne??" kataku.

__ADS_1


dia tampak mengernyitkan dahi.


" Siapa saja??" tanya nya.


" aku,kamu,Pim dan anak anak saja sudah berlima.ditambah bibi dan phi yang baru tiba dari Hanoi??" kataku


" Ada Phi Disini Lee..??" aku mengangguk.


" Bukankah dia harusnya ada di Hanoi,ayahku ada di sana.??" katanya.aku tersenyum.


" untuk mengambil hasil test DNA Padma Anne??" kataku


" Lalu??" aku kembali tersenyum.


" Padma adik mu Anne??"kataku ,dia tampak sedikit terkejut.


" terserah kamu, memperbolehkan Khun dan Phi harus menikah atau tidak.yang pasti ada kejelasan untuk Padma , berusaha lah Pim untuk menerima Padma sebagai adikmu se utuhnya." kataku.dia tampak merenung.


" Aku pulang dulu yaa,,pinta ku.


" mau tidak besok ke pantai ?? tanyaku lagi.


Dia menatap ku.


" tunggulah aku sebentar,aku akan ikut kamu pulang.?" katanya. Aku mengangguk,Tampa berfikiran panjang.


Harus dimana nona Pholiphat tidur nantinya.kamar di rumah hanya tiga.


satu untuk bibi,satu Miss Katty,satu Pim??


ahh sudahlah pikir ku.


***


sesampainya kami di rumah yang tak begitu jauh dari kediaman Khun Philips,pintu rumah Masih tampak terbuka.Ada mobil yang terparkir di depan, mobil yang tak kutahui milik siapa.


aku dan Anne masuk kedalam rumah.tampak nya ada tamu, dia menoleh kehadapan ku.


Pim tengah berdiri sambil menyilangkan kedua tangan nya.


Ternyata Pree. kami saling memberikan salam.


Aku tersenyum sambil duduk di samping Anne.


" sudah lama kamu datang Pree??" tanyaku berbasa-basi.


" sejak tadi pukul sembilan Khun?" jawab nya.


aku tersenyum.


" bagaimana kau tahu bahwa kami tinggal disini Pree.." Tanyaku.


" Aku menanyakan nya Kepada paman nya Pim Khun..


" lalu maksud kedatangan mu adalah?? kataku.


" Aku ingin melihat anak ku Khun, sebentar saja.." kata nya.aku menatap Pim


" Dia bukan anakmu Pree,kau hampir saja membunuh nya.kau tak berhak mengaku ngakunya ??

__ADS_1


Tampak Pim sangat marah terhadap Pree..


" aku mohon Pim.ijinkan aku sekali saja menggendong atau melihat nya.


__ADS_2