
Aku masih duduk di kantor navanakorn.merasakan migren yang menyerang kepala. aku pijit perlahan Tulang Diantara dua kelopak mata ku.sehingga berbekas kemerahan pada kulit.
Mungkin karena semalam kurang tidur.setelah keributan semalam,kami bertiga tidur hampir pukul empat pagi Dan terbangun pukul sepuluh pagi nya.
Entahlah, bagaimana ceritanya kami Bisa tidur bersama.Kalau di fikir, sangat aneh.tapi apa sih yg tak mungkin??
Yang pasti karena lelah dan mengantuk.
***
Anne mengetuk pintu Ruangan ku.aku menatap nya.
" Kenapa Lee??" Tanyanya.
" Migren." Jawab ku pelan.
Dia mendekat.
" Perlu aku ambil kan sesuatu ataukah obat mungkin?" Tawar nya.
Aku menggeleng.
"Aku hanya butuh berbaring istirahat."
"Hmm,,Ayo pulang saja." Katanya. Aku mengangguk.
****
Sepanjang perjalanan aku terus memijit pelipis dan kepalaku.Anne hanya memperhatikan, sambil menawarkan ini dan itu.
" Anne,Diamlah.Suaramu membuat ku semakin pusing." Kataku.Dia seperti kaget.
" Mungkin secangkir expreso akan sedikit meredakan migren di kepalaku Dee..?"
Kataku kelepasan memanggil nya begitu.Dia menoleh.
" Oke baiklah." katanya.
" Aku ingin minum di kafe itu Anne,ingin duduk di rooftop nya." Pintaku.
Aku memesan Expreso dan sepotong cake.
Anne memesan lemon tea .
Semilir Angin sore kian terasa.Aku bermain main dengan menggerakkan jemari tangan ku ke pinggiran cangkir kopi.Anne tampak memperhatikan ku.
****
" Sebenarnya ada apa Lee.?Kau tampak tak seperti biasanya??"
Aku menggumam,lalu menatap wajahnya Dan memberikan nya senyum.
" Tak mengapa Anne,hanya saja ada semacam rasa tidak percaya akan aku sendiri."
" Maksudnya??" Tanya nya. Aku kembali melihat nya dan tersenyum.
" Atas pekerjaan yg ayah mu berikan??"
" Kenapa emangnya??"
" Ya ada perasaan apakah aku mampu,aku takut jika mengecewakan beliau.tak mampu mengajari mu Dan perasaan perasaan lainnya?" Kataku.
" Perasaan lainnya apa?? takut meninggalkan Pim??" Tanyanya tajam.aku melihatnya.
" Kenapa kamu jadi membahas nya.?!"
" Aku pikir kamu bisa membedakan masalah ini dan itu,kenapa mencampurkan nya." Kataku sambil berdiri meninggalkan nya.
__ADS_1
Aku merasa sebal sendiri.
***
" Ya hallo Pim,ada apa??" Kataku menjawab telepon dari nya.
" Ada di rumah Pim,aku migren dan ingin tidur saja.Kenapa??"
" Tidak ada Dia atau siapapun." kataku.
" Ada apa sih??Oo tak usahlah,tak perlu kau kesini."
" Ada yg ingin di bicarakan,Ya sudah bicara saja."
" Kenapa,kau di suruh pulang kampung??"
" Kenapa ada apa.?" Kataku sambil bangkit dari tempat tidur ku.
" Ayahmu jatuh sakit? Dirawat di rumah sakit.lalu kapan kau akan pulang??"
" Naik apa??"
" Kau dengan siapa??"
" Aku tak bisa mengantarkan mu Pim??"
" Oo..oke baiklah tak mengapa?"
" Kau hati hati saja.iya boleh,sudah pasti ku izinkan.demi kebaikan mu Pim." Kataku sambil tersenyum.
****
Aku tak bisa menemui Pim,Sakit kepala ku semakin hebat, Aku hanya meminta maaf kepadanya.
Malam ini dia pulang di antar oleh Khem ke provinsi Chanthaburi.entahlah itu dimana,??
Pim pernah bercerita jika kota nya itu tak terlalu jauh dengan laut dan sungai.Tapi tak sekalipun dia mau mengajak ku ke Kampung nya.Dia tak terlalu akur dengan ayahnya.entahlah mengapa.
***
Sepertinya mataku memerah karena menahan sakit,dan mataku hampir hampir mengeluarkan air mata sendiri karena terlalu Terasa Denyutan sakit nya.
Aku memejamkan mata.mencoba rileks.Katanya kalau kena migren kita harus berbaring, tidur dengan lampu yang dipadamkan.Rileks agar otot tak tegang.
Kurasakan wangi Dupa yang di Bakar.Harum lavender, tetapi aku masih terpejam.
Tiba-tiba ada tangan yang memijit kedua pelipis ku.Mataku terbuka,Wangi tubuh nya sih milik Anne.Lantas aku memanggil namanya.Dia menyahut pelan.
****
"Anne,Kenapa kau kemari??" Tanyaku.
" Untuk memastikan kau baik baik saja Lee?"
Aku tertawa kecil..
" Aku baik baik saja Anne,Selama kau tak menambah Rasa sakit di kepalaku."
Dia berhenti memijit pelipis ku,tapi melanjutkan nya kemudian.
" Tidak Lee, maafkan aku yang tadi sore?" Katanya.
" Apakah kau sudah makan Lee??" Tanya nya.
" Aku tak lapar,Aku Hanya ingin berbaring Anne?"
" Aku membawakan mu sup dan Nasi tim ayam." Katanya.
__ADS_1
" Terima kasih Anne,tapi aku belum lapar." Kataku.
****
Pim side:
Mobil yg di kemudian Khem melaju dengan kencang.Dia sudah tau pasti jalan menuju ke Chanthaburi.Meskipun dia tak berasal dari sana,dia tahu karena katanya dia pernah tinggal disana sewaktu kecil.
Entahlah, sebenarnya aku ingin di antar oleh Lee. tetapi Aku tahu pasti dia tidak bisa.
Maaf,jika aku seperti nya memanfaatkan Khem, maaf kepada batin ku sendiri.
Sepanjang perjalanan,Khem menanyakan ini dan itu.Dan aku menjawab nya semau ku.Aku lebih banyak diam, Memikirkan semua nya.
Perjalanan kami tempuh sekitar 4 jam kurang.Aku tiba di Rumah sakit dimana ayah di rawat.Waktu menunjukkan pukul Dua pagi.
Bibi menangis memelukku.khem memberikan salam kepada nya.
Aku dibesarkan oleh ibu sambung, sedangkan ibuku sendiri Tinggal dengan suami nya di Distrik Nakhon Ratchasima Yang sudah lama tak ku kunjungi.
Khem tak menginap.dia langsung kembali ke Bangkok bersama Dengan Temannya yg dari tadi bersama kami.
***
" Tadi yg mengantarkan mu adalah pacar mu Pim??" tanya bibi.
" Hahh,,Bukan.dia hanya rekan kerja ku di kantor.?"
" Sepertinya dia menyukai mu Pim, kemarin ayahmu pernah bercerita mengenai mu sebelum dia sakit. jika ada yang mendekati mu agar segera menikahi mu saja."
" Mungkin itu sebagai pesan nya Pim.?"
Aku hanya tertawa.
" Pesan apa sih Bi.Ayah tak kan mengapa,dia akan segera sembuh." kataku.
****
Aku terbangun,kulihat jam sudah pukul setengah Tiga pagi. Anne tertidur disamping ku.Tangan nya setengah memeluk ku.
Aku bangun dan beranjak dari tempat tidur untuk mengambil minum.
Rasa sakit di kepalaku sedikit reda.
Anne juga ikut terbangun.
" Mau kemana Lee??" Katanya dengan suara pelan. Aku menoleh kepadanya.
" Hendak minum,,?" Kataku.
" Kamu mengapa masih disini Anne?!" Tanyaku.
" Kenapa,ini kan masih rumahku juga?;" Katanya.
Iya sih dia Boss nya,tapi apa iya harus mengganggu privasi ku juga? pikirku.Aku hanya diam menatap nya.
Terserah lah.Suka suka dia.
****
Aku kembali berbaring di ranjang.
"Apa migren mu sudah sembuh Lee .?" tanya nya.
" Sudah tak terlalu sakit Anne, Terima kasih untuk aroma Terapi nya." Kataku.
Sepertinya diluar turun hujan pikir ku.Aku mendengar suaranya dengan seksama.ternyata benar , diluar turun hujan.
__ADS_1
Heii,,apa ini?? pikirku.
Anne mendekat kan tubuhnya dan memeluk ku.