Dia

Dia
BAB 2 Keras Kepala


__ADS_3

*Pertemuan tidak disengaja antara Aris dan Nadia saat itu dan ancaman langsung yang diberikan ayah Aris membuat Nadia berusaha menghindari Aris lebih keras tapi sekarang berbalik Aris merasa semakin ia mengutuk Nadia justru hati kecilnya merasa sangat ingin bertemu dengan Nadia. Namun kerena hal itu tidak kunjung terjadi Aris pun kembali menjadi Aris di 11 tahun yang lalu, Aris yang pemarah, dan bahkan mabuk - mabukan. Ibu Aris merasa sangat sedih tapi ia tidak dapat melakukan apapun karena nyonya Ira adalah istri yang penurut dan ia tidak pernah membantah perintah dari suaminya*.



*Setelah meras gerah dan khawatir dengan Aris ibunya pun bercerita pada Fajar dan meminta Fajar mencari Nadia dan menanyakan apa alasannya pergi menjauh dari Aris. Fajar pun setuju namun sebelum Fajar melakukan itu di ruang keluarga ayah Fajar memanggil semuanya termasuk Aris yang baru saja pulang dalam keadaan mabuk. Rupanya ia ingin mengumumkan tanggal pernikahan Aris dan Nasya, jika rencana awal mereka akan bertunangan terlebih dahulu tapi sekarang mereka akan segera menikah semua orang terkejut. karena dalam pengaruh minuman Aris hanya tertawa ia menertawakan kesedihannya. Jika beberapa bulan yang lalu ia sangat bersemangat untuk menikah dengan Nasya tapi sekarang setelah ia tahu kebusukan Nasya, ayah, dan kekasih gelapnya ia justru terjebak tanpa alasan dan tidak mampu menolak. Karena orang yang sudah mulai benar - benar ia rasa menyayanginya justru ia pun pergi tanpa alasan*.


" Ayo bersulang ibu!!! kau akan segera menjadi ibu mertua... ." teriak Aris sambil berdiri sempoyongan, dan memberikan botol minumannya pada ibunya. Ibunya hanya diam dan melihat Fajar, kemudian Fajar mencoba membawa Aris ke kamarnya.


Sementara itu ibunya Aris menanyakan keputusan suaminya yang begitu cepat dan tiba - tiba itu, namun seolah menjelaskan bahwa istrinya tidak memiliki peranan dalam keluarga ayah Aris pun mengatakan bahwa istrinya hanya perlu melakukan hal yang seharusnya dilakukan seorang ibu ketika anak laki - lakinya akan menikah kenapa ia harus bertanya. Fajar datang menyela pembicaraan mereka dan mengatakan ia akan memberi kabar pada keluarganya, seraya memberikan isyarat pada ibunya Aris bahwa ia juga akan memberitahu Nadia.


Saat semua orang sibuk dengan urusannya masing - masing dan tidak ada yang melihatnya Aris keluar dari rumah dalam keadaan mabuk. Sebelum Fajar datang menemui Nadia Aris sudah terlebih dahulu datang dan membuat kekacauan di tempat kerja Nadia. Jika biasanya ia akan menunggu di luar kantor tempat Nadia bekerja sekarang ia masuk dan berteriak memanggil Nadia,


" Dasar gadis jelek, keras kepala, kau pikir kau siapa? "


" keluar kau Nadia."


Semua orang melihatnya Aris terus memanggil Nadia dalam keadaan mabuk dan menangis ia terus memanggil Nadia. " Nadia ...... keluar kau........, Nadia atau aku akan membakar tempat ini ". Nadia tahu Aris adalah orang yang sangat keras kepala dan ia tahu Aris tidak akan pergi tanpa menemuinya, lalu Nadia pun berdiri dari tempat duduknya yang terhalang oleh meja. Tanpa basa basi Aris menyingkirkan customer yang berdiri di depan meja kerja Nadia lalu meminta Nadia keluar menghampirinya, Nadia pun menurut.


*Setelah Nadia berdiri dihadapannya seketika Aris menarik tangan Nadia dan memaksanya pergi Nadia berusaha menolak bahkan beberapa teman kerjanya, orang - orang di sana dan bahkan securiti pun mencoba membantu, tapi seolah Aris tidak ingin kehilangan wanita itu ia trus berjalan keluar kantor dan memaksa Nadia masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil Nadia menangis meminta Aris menghentikan mobilnya*.


" kemana kau akan membawaku? , aku tidak tidak menyukainya, aku takut melihatmu seperti ini ." jelas Nadia yang menangis ketakutan. Ia tidak menyangka orang yang sangat dia sukai saat ini ada dihadapannya tapi untuk pertama kalinya ia merasa sangat takut.


*Nadia terus menangis dan meminta Aris menghentikan mobilnya tapi Aris tidak menghiraukannya ia semakin memacu cepat kendaraanya. Nadia tidak berhenti menangis sudah cukup jauh Aris membawa mobilnya bahkan mungkin sudah memasuki kota lain Nadia semakin merasa ketakutan dan ia memikirkan ibunya akan khawatir memikirkannya. Dan ia tidak tahu Aris akan membawanya kemana, karena terus menerus menangis dan Aris tidak kunjung menghentikan kendaraannya Nadia pun tertidur. Sesekali Aris melihat wanita yang ia bawa paksa itu tertidur dengan mata yang sembab, perlahan ia sadar pengaruh minuman itu sudah hilang namun belum sepenuhnya hilang*.


__ADS_1


*Sampai di sebuah kota dan sebuah vila di mana Aris menghentikan mobil dan mematikan mesin, ia melihat ke arah wanita yang sedang tertidur setelah menangis begitu hebatnya. Kemudian ia keluar dari mobil dan dengan cepat ia menggendong wanita itu, karena jika wanita itu bangun sudah pasti ia akan menangis dan berteriak lagi dan membuat ia repot. Tubuh kecil wanita yang ia bawa paksa itu menyerah tanpa perlawanan dalam dekapan tubuhnya yang besar kala itu. Kemudian Aris membaringkan Nadia di tempat tidur, dan mulai menatap wajah Nadia. terbayang dalam ingatan ketakutan yang begitu nyata terlihat di wajah Nadia saat ia memaksanya pergi dalam keadaan mabuk, Ia telah membuat wanita yang sejak dulu sangat mengagumi bahkan ingin menyayanginya menjadi takut kepadanya*.



*Sesekali muncul dalam pikiran Aris mengapa ia melakukan hal ini, apakah ini karena kekesalannya atas pengkhianatan Nasya padanya atau karena Nadia meninggalkannya tanpa alasan sedangkan ia sendiri tahu Nadia sangat menyukainya. Kenapa di saat ia mulai mendekatinya Nadia justru menjauh darinya, ia terus bertanya dalam hatinya mengapa ia melakukan ini kepada Nadia kenapa tidak kepada Nasya karena bahkan jika ia menginginkannya ia bisa melakukan apapun kepada Nasya mengapa harus Nadia yang ia sakiti. Sebelum Aris mendapat jawaban atas semua pertanyaan yang muncul dalam hatinya, wanita itu terbangun dari tidurnya dan ia merasa sangat terkejut setelah melihat ke sekeliling. Ia berada di tempat yang sangat asing dan Aris duduk di hadapannya*.



*Pikiran dan prasangka buruk muncul dalam kepala Nadia ia berpikir Aris melakukan hal yang buruk padanya karena saat memaksanya pergi Aris dalam keadaan mabuk*.


" apa yang kau lakukan padaku, kemana kau membawaku,? tolong lepaskan aku! aku mohon tolong maafkan aku dan tolong lepaskan aku, aku takut jika kau seperti ini?"


Nadia pun menjerit dan menangis sejadi - jadinya saat itu terlihat jelas ketakutan diwajahnya.


" kau bukan dia... tolong lepaskan aku, aku mohon maafkan aku! " seraya terus menangis Nadia berlari ke arah pintu yang terkunci dan menangis ia bersimpuh dan memohon agar Aris melepaskannya. Dan beberapa kali dalam tangisnya ia bergumam " kau bukan dia, " " kau bukan Aris ku " tolong lepaskan aku jelasnya lirih dan bergetar.


*Aris mendengar itu, ia mendengar dengan jelas Nadia mengakui perasaannya. Perlahan ia berjalan ke arah wanita yang menangis itu kemudian duduk di hadapan Nadia, yang kala itu semakin merasa takut namun Aris menatap wajah Nadia dan mengatakan bahwa akhirnya ia mendengarnya langsung hal yang ingin dia dengar sejak ia tahu kenyataannya ia ingin pastikan sendiri bagaimana perasaan Nadia kepadanya. Setelah puas menatap wajah Nadia seketika itu pula Aris memeluk Nadia dengan erat dan tangis Nadia pun berhenti dan berubah diam*,


" mengapa aku harus memaksamu seperti ini" tanya Aris pada Nadia.


" mengapa aku harus membuatmu takut padaku, dan kau baru mengatakannya ? "


" mengapa aku harus kembali ke sisi buruk ku untuk membuatmu mengakuinya?"


Aris yang kala itu masih memeluk Nadia terus menanyakan kepada Nadia mengapa ia masih harus menyembunyikan perasaannya dan mengagumi dirinya diam - diam saat dia ada di hadapannya dan dengan dengan dirinya. Namun Nadia masih terus diam, sementara Aris masih terus memeluknya dan tidak ingin melepaskannya.

__ADS_1


*Setelah beberapa saat Aris perlahan melepaskan pelukannya dan mendapati Nadia yang tertunduk dan hanya diam dan terisak - isak. Lalu Aris menceritakan hubungannya bersama Nasya bagaimana ia sangat mencintai dan memuja Nasya sebagai sosok wanita yang sangat ideal dan sempurna ia berusaha pantas untuk menjadi pendamping Nasya, namun ditengah keseriusannya menata hidup agar bisa menjadi pasangan ideal untuk Nasya ia mendapati Nasya yang ternyata tidak pernah tulus mencintainya. Lalu ia merasa semua wanita sama mereka mahkluk yang hanya akan membuat laki - laki sulit dan tertekan. Dan ia lemah hati dan semangatnya untuk berubah hilang sehingga ia lari pada hal yang menjadi teman setianya saat terpuruk yaitu minuman*.



*Sampai pada saat ia berpikir bahwa mungkin jika hidupnya berakhir saat itu pula itu akan lebih baik semua masalahnya selesai dalam pikiran yang kacau dan pengaruh minuman keras ia pergi berkendara dan membuatnya mengalami kecelakaan beberapa bulan lalu dan membawanya bertemu dengan Nadia. Wanita yang menurut sahabat sekaligus saudaranya itu adalah orang yang sejak belasan tahun lalu memendam perasaan padanya, dan bahkan bisa merasa sangat bahagia ketika dia hanya dapat mendengar nama atau melihat wajahnya dari kejauhan. Aris menceritakan bagaimana terkejutnya ia bahwa ada orang yang benar - benar mengaguminya seperti itu*.



*Dan untuk menghilangkan rasa penasarannya saat itu dengan alasan ucapan terimakasih ia mencoba menemuinya melihat bagaimana kebahagiaan yang terpancar dari wajah wanita yang mengaguminya diam - diam selama ini. Dan ia melihatnya sendiri bagaimana Nadia menyimpan barang - barang yang pernah ia berikan semasa kecil dulu, bagaimana ia menyembunyikan beberapa fotonya di dalam beberapa buku yang ia baca, dan ia melihat bagaimana tatapan cinta yang begitu besar saat ia bersamanya. Aris mengatakan ia dapat merasakan cinta yang dimiliki Nadia untuknya dalam berbagai hal dan kesempatan. Sehingga ia percaya bahwa ia mencintai orang yang salah da ia tidak menyadari keberadaan Nadia dan cintanya untuknya*.



*Saat mendengar itu Nadia menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan kembali menangis, ia merasa malu Nadia terus menangis saat itu. Tapi tangisnya kembali terhenti saat Aris menanyakan alasannya menjauhi Aris setelah Aris sendiri datang dengan sendirinya. Dan mengapa ia membuat Aris berpikir bahwa ia masih memiliki perasaan untuk orang yang salah. Mengapa semua wanita hanya mempermainkannya? . Aris menatap mata Nadia dan mereka pun saling menatap kala itu, namun Nadia kembali menunduk dan dia hanya diam dan rupanya Nadia mengingat bagaimana ayah Aris datang menemuinya dan memaksanya untuk tidak menemui Aris*.



*Nadia tidak ingin Aris membenci ayahnya ia meyakinkan Aris untuk mengantarkannya pulang karena ibunya akan merasa khawatir dan teman - temannya di tempat kerja pasti memberi tahu ibunya bahwa seseorang telah memaksanya pergi. Namun Aris menyadari bahwa Nadia masih menyembunyikan sesuatu darinya, kemudian ia pun beranjak bangun dan duduk di sofa sudut ruangan itu. Seolah tidak ingin kalah keras kepala dari wanita yang sudah mulai ia cintai itu Aris mengatakan bahwa pernikahannya dengan Nasya sudah ditentukan dan sekarang ia sudah tidak menginginkannya jadi akan lebih baik jika ia tinggal bersama wanita yang mencintainya dan jauh dari semua orang*.



*Mendengar hal itu Nadia bahagia untuk sesaat bahwa sekarang bahkan Aris pun ingin selalu bersamanya bahkan ia menculiknya hanya untuk mengetahui bagaimana perasaanya pada Aris, namun di sisi lain ia merasa khawatir bagaimana nasib ibunya yang mengkhawatirkannya saat ini dan apa yang akan dilakukan ayahnya Aris pada keluarganya jika mengetahui ia sedang bersama Aris sekarang terlebih setelah pernikahan Aris dan Nasya telah di tetapkan. Nadia pun kembali memohon pada Aris untuk menghentikan semuanya dan membiarkan ia pulang ke rumahnya tapi Aris tetap bertahan dengan pilihannya sebelum Nadia berjanji tidak akan meninggalkannya ia tidak akan melepaskannya. Nadia terus menangis memohon kepada Aris, dan mengatakan bahwa ia mengakui cintanya pada Aris sangat besar tapi jika ia harus jauh dari ibunya hanya untuk bersama pria yang dia cintai maka dia tidak ingin melakukannya*.



*Aris pun mengatakan bahwa ia tidak akan merebutnya dari ibunya mengapa ia harus takut jauh dari ibunya setelah ia hidup bersamanya. Nadia bersikeras tidak ingin mengatakan alasannya menghindari Aris dan itupun membuat Aris bersikeras tidak ingin mengantarnya pulang. Dan mereka pun berakhir dengan diam satu sama lain Nadia pun hanya bisa menangis, dan Aris melihat gadis itu menangis menatap jendela. Aris menemukan jawaban semua pertanyaan dalam hatinya setelah ia merasa bahagia menyaksikan Nadia mengakui perasaan yang ia miliki untuknya dalam ketakutan. Ia menyadari bahwa ia melakukan ini pada Nadia karena ia sudah mulai mencintai teman masa kecilnya itu, yang saat ini menjelma menjadi wanita dewasa yang penuh dengan kesederhanaan. Wanita yang dulu tidak pernah ia sadari keberadaanya, karena wanita itu jauh dari kata cantik molek seperti kebanyakan wanita yang ada dalam ruang pertemanannya selama ini. Menyadari hal itu Aris tersenyum*.

__ADS_1


__ADS_2