Dia

Dia
episode 80


__ADS_3

" Phi, sepertinya aku akan segera resign dari sini.?" kataku Berbicara dengan Miss Katty melalui ponsel.


" Yaa.. sepertinya sudah waktunya aku pulang Phi ke indonesia.menunggui ibuku di sana."


" Seperti yang sudah aku bilang,aku akan pulang dan menikah di sana??"


Aku tertawa..


" Aku hanya meyakini,kalau jodoh ku ada di sana.. tidak,tidak belum.aku belum menemukan nya??" kataku.


" Semua urusan sudah beres disini Phi?


Pim ataupun Anne,kau dan Khun Philips??"


" Iya, hanya tinggal menunggu hasil tes DNA kan??" Tanyaku Sambil menyimpan file yang baru saja ku buat.


"oke baiklah,nanti kita bicara di Bangkok saja."


tak lama kami saling menutup ponsel.


" Lee..aku sudah menyiapkan makan malam untuk mu,makanlah dulu ?" kata Pim dari pintu kamar ku..


" Hummff,, bagaimana kalau nanti saja Pim aku makan nya.aku belum berselera,ada sesuatu yang akan ku kerjakan dahulu." kata ku.


Pim menatapku tajam.Aku nyengir dan segera berdiri,berjalan dan merangkul pundak nya lalu menuju meja makan.


Terlihat Padma kecil sedang asik memakan sup ayam nya sendiri.sedangkan Andhara tergeletak di depan TV asik memainkan kaki nya.Sangat menyenangkan melihatnya.


Aku duduk di bangku,Pim mengambil kan nasi dan semangkuk sup ayam untuk ku.Sebenarnya aku tak selera makan.namun,tak enak dengan Pim.


" Sayang,,Rayuku dengan Pim .dia menatap ku.


" Coba kau perhatikan mereka.tampak imut sekali anak anak bayi ini. Padma dan Andhara,tampak tenang dan lucu.. kataku..


" Lalu??" tanya Pim.


" Buatkan lagi dua untuk ku..??" kataku sambil nyengir.


Pim Tampa sedikit menggebrak meja..aku menatap nya sambil tertawa kecil, memperhatikan barisan gigi ku sambil makan.


" Kau tak tahu saja saat mereka rewel,Padma yang berteriak teriak meminta mainannya, Andhara yang menangis ingin di gendong.. sedangkan aku sedang memasak, membereskan rumah,atau sedang mandi sedangkan bibi ku sedang ke pasar bersama pak Tong.!?" katanya Tampak kesal.


aku masih tertawa sedikit ngeri mendengar nya ngomel.


" Iyalah iyalah...maaf maaf.aku cuma bercanda??" kataku sambil nyengir kuda.


lalu kembali makan.


" Pim ,, bagaimana kalau bibi saja yang mempunyai anak lagi??!" kataku sedikit serius.dia melotot menatap ku.


" yaa,, bagaimana kalau kau mengizinkan dia menikah lagi dengan pak Tong.??" kataku sambil tertawa.


Pim Tampak menggebrak meja kembali,matanya melotot...Aku kembali nyengir kuda dan mengacungkan dua jari ku mengajak berdamai..

__ADS_1


" Dia sudah menopause!!?" kata Pim sedikit keras.


" oke baiklah..Kau saja ya??" kataku sambil tertawa. dia memukul tangan ku,,aku semakin tertawa.


" Kalau tidak mau dua, setidaknya berilah aku satu lagi Pim.??" kataku sambil terus tertawa.dia memukuli ku pelan dan mengacak rambutku.


" Heii hentikan Pim,aku tak suka kau mengacak rambut ku.!?" kataku


" kenapa haahhh kenapa??" katanya sambil berdiri di samping ku sambil melotot.


" Nanti aku tak terlihat keren lagi..." kataku sambil tertawa terbahak-bahak.. seketika dia mengacak rambut ku berulang kali.


Lalu aku berdiri, berlari menuju kamar mandi.


perut ku mual.aku memuntahkan makanan yang baru aja aku makan.


Sejenak aku berfikir ini serius. Pim menghampiri ku,dia bertanya kenapa.


Aku menggeleng.


" Tak apa Pim, Mungkin magh ku kambuh." kataku.


" Mau aku ambilkan obat,atau ku antar ke klinik.??" katanya panik


" Tak usah Pim,aku baik baik saja." kata ku sambil duduk di sofa.


" Mau aku ambilkan sesuatu Lee?? Tawar nya.


" mau aku bikin kan kopi?? katanya lagi.


tak lama Pim membawa secangkir teh, kepalaku mulai terasa pusing. Andhara menangis tiba tiba.pim menghampiri lalu menggendong nya,dan Padma yang tiba-tiba menyandarkan kepalanya di tangan ku manja.


Aku tersenyum menatap nya,dia beralih ke pangkuan ku. Aku tak bisa melarang nya meski aku merasakan pusing di kepala ku.


Andhara masih menangis, seperti menginginkan sesuatu.


" Mungkin dia haus Pim,kataku.


Pim kemudian duduk di samping ku, mengeluarkan Buntalan susunya dari balik bra nya yang Tampak seperti gumpalan awan...oh my God.. pikir ku sambil sedikit tersenyum,aku berdiri menggendong Padma.


Aku menatap nya. Pim kemudian menengadah kan wajahnya Kepada ku.


" apa..!?" katanya sedikit ketus.aku menggeleng sambil tersenyum.


Aku meletakkan Padma di kamar,dia sudah tertidur sejak aku gendong tadi.


Andhara masih sedikit tak tenang meskipun sudah minum ASI ibunya.


" Kenapa sih sayang,kamu mau apa lagi ??'' kata Pim lembut. aku menghampirinya.


" popok nya penuh mungkin Pim,atau ada semut di badan nya.kataku.


Pim Tampak memeriksa nya. Andhara tampak merengek kecil.

__ADS_1


Pim sedikit letih tampaknya.aku kemudian menggendong Andhara.memeriksa bajunya yang mungkin tak nyaman.Menggendong nya sambil berjalan kesana-kemari.tak lama Andhara mulai tertidur.


Padma menangis keluar dari kamar menuju ku.dia terisak, mungkin karena aku tinggalkan.


" sini sayang sini,,kataku. dia tampak mengangkat kedua tangannya ingin di gendong. Pim menatap ku.


" stttt...sudah sudah jangan menangis.kataku sesaat setelah Padma ku gendong dengan tangan kiri ku.


Untung lah mereka masih kuat aku gendong.


setengah jam kemudian, keduanya sudah mulai terlelap.aku membawanya ke dalam kamar. Pim mengikuti ku,aku memberikan Andhara Kepada nya.lalu meletakkan Padma pelan pelan.kemudian Andhara di sebelah nya, dekat aku yang juga berbaring.


Pim berbaring di satu sisinya lagi.menyandarkan kepalanya di bahu tangan ku sebelah kiri.


Padma, Andhara ,Pim kemudian aku.


Dia memelukku erat.mencium dagu ku.Aku Menatap nya.


" Terima kasih ya sayang.." katanya sambil tersenyum.aku hanya memejamkan mata ku sebentar. Dia mencium bibir ku.


" sayang,aku ingin bekerja kembali .??" katanya kemudian.aku menatap nya.


" kan kamu sedang bekerja disini Pim, mengurus anak anak??" kataku.


dia mencubit pelan perut ku.


" Bukan bekerja seperti itu Lee??" katanya.


" Aku ingin kembali bekerja di kantor ." katanya lagi.


" Jangan lah Pim, kasihan Andhara masih kecil.dia masih memerlukan kamu." kataku.


" Kan ada bibi yang membantu ku merawat nya Lee??" katanya.


" Bibi harus pulang ke Chantaburi Pim. kasihan kedua adikmu disana.?" kataku


" Aku akan memindahkan sekolah kedua adikku disini Lee??"


" mau tinggal dimana Pim?? biaya di Bangkok lebih mahal dari pada di chantaburi.lagi pula ini rumah milik perusahaan Pim.bukan milik ku pribadi.. kalau harus tinggal di apartemen atau rumah sewa biayanya akan mahal.belum lagi susu formula yang harus ada untuk mencukupi ASI mu untuk Andhara??"


" Kan aku akan bekerja Lee,akan mendapatkan uang??" Katanya.


" iya, aku tau.tapi Andhara masih terlalu kecil untuk kau tinggal bekerja Pim??" kataku lagi.


" Apakah kurang Pim ,uang yg aku berikan??" tanyaku berhati-hati.


" justru itu,aku tak enak terus terusan bertopang kepada mu Lee??" jawab nya.


" Kalau tak enak,kasihkan ke kucing saja Pim.biar dia yang makan??" kataku.


" Lee aku serius.!?" katanya manja.


" aku juga,kataku sambil menatap nya. Dia mencium ku.

__ADS_1


" aku kunci pintu sebentar ya..katanya Genit.


__ADS_2