Dia

Dia
episode 59


__ADS_3

Sore ini turun Hujan Deras.Prosesi pemakaman jenazah belum di lakukan.ada sekumpulan Biksu yang tengah melantunkan Doa.Katanya sih pemakaman dilangsungkan esok pagi.Aku tak tahu secara pasti kenapa.


Aku Mendekati Pim yang terlihat sembab karena menangis. Dia menyandarkan kepalanya ke bahu ku.Di sebelah kiri ku ada Anne yang tampak kaku, mungkin tidak suka atau apa.entahlah.


Tak lama ada kerabat dari Pim yang mendatangi kami,hanya Anne dan Pim yang tahu secara pasti apa maksud si ibu tadi.Aku cuma senyaman senyum.


***


"Ada apa Anne, Pim?Dia bicara apa?" Tanyaku.


" Kamu belum makan siang kan.tadi bibi ku menyuruh kalian Untuk makan siang." jawab Pim .Anne hanya diam aku menatap nya.Aku sebenarnya lapar tetapi enggan dan sungkan.


" Tak usahlah Pim,biar nanti kita cari restoran saja." Kataku menolak.


" Sedikit saja Lee,mereka menunggu mu??" Pinta Pim lagi.Aku memandang Anne.


" Pim,tak usah saja.kami tak ingin merepotkan?" Kata Anne tampak berbasa-basi.


Dan si ibu tadi datang lagi.


Kali ini Anne yang menjawab nya.tapi sepertinya ibu itu memaksa.Akhirnya kami menuju ruangan yang tampak banyak makanan.


Aku harus makan apa ini Pikir ku.?memang kelihatannya enak tapi aku ragu.


Aku menanyakan roti kepada Pim,Dia lantas menyodorkan phad Thai kepadaku.Aku lantas memakan nya saja.


Tak lama kemudian aku segera berlari mencari kamar mandi atau toilet. segera aku muntahkan yg ada di mulut ku.


***


Sepertinya aku menjadi pusat perhatian orang yang ada disitu.


Pim menghampiri ku di kamar mandi.memberikan handuk.


" Maaf Lee..aku lupa." katanya.


Lalu Anne datang sepertinya berang.


"You already know that Lee doesn't eat pork. Why are you offering it?" Kata Anne kepada Pim.


" sorry i forgot anne.??"


" Lee are you ok ?? katanya sambil memandang ku.Aku tak dapat bicara.yg kurasakan hanya mual.Aku menggelengkan kepala.


" never mind, pim. sorry I made a fuss."


" Looks like I'll just go to the hotel. morning I come here again." Kataku.


" but you haven't eaten anything yet. should I make tea or coffee? I bought bread for you??" Kata Pim.


Aku menggeleng.


" No need Pim, I'll just bother you." kataku sambil tersenyum.


Aku Dan Anne berpamitan kepada bibi nya Pim Dan yang ada di ruangan tersebut.


Pak Tong aku panggil segera untuk mengantarkan kami.


"Have you done Mr Tong??" Tanyaku kepada nya.Dia hanya mengangguk.


***

__ADS_1


Anne menyodorkan minyak aromaterapi kepadaku.Rasa mual masih terasa di perut ku.Aku memaklumi Pim.mungkin dia tak sadar memberikan phad Thai dengan sedikit potongan ****.


Anne tampak ngomel sendiri.aku jadi pusing mendengar nya.


" Sudahlah Anne,diam.Kau tak membantu ku,malah menambah pusing di kepala ku.!" kataku kepadanya.


Tampak pak Tong melirik dari spion.


Anne lantas memijit mijit pelipis ku.


****


Pim side:


" Pim,dari kedua teman mu tadi.yang mana boss nya.?" Tanya bibi ku Tiba tiba.aku melihatnya.


" perempuan Thailand yang bermata sipit tadi bibi?? kenapa??" Tanyaku.


" Oo..Bukan orang Indonesia yang muntah tadi.yang tak makan **** ??" katanya sambil tertawa.


" Bukan,dia dulunya teman sekantor ku.tetapi dia sekarang diangkat menjadi seseorang yang menangani perusahaan di Hanoi.?" kataku.


" Emangnya kenapa bi??" tanyaku penasaran.


" tadi pak supir menitipkan ini untuk ku katanya.dari orang Indonesia itu?? Siapa namanya Pim??"


Katanya sambil memegang amplop coklat.


"ada 8000 Bath di dalamnya.?" katanya lagi.


" kami biasa memanggil nya Lee,Tetapi nama nya Rallyan ." Jawab ku sambil sedikit merenung.


" Dia baik sekali ya Pim ??" Katanya lagi .aku hanya mengangguk.


" Besok pagi dia kemari lagi bi.sekarang hanya menginap di hotel."


" Oke baiklah,besok aku akan membuat kan nya kari Ayam spesial dan gai yang (Ayam bakar utuh) serta nasi.


***


Aku membaca pesan yang dikirimkan Pim kepadaku.Aku tak membalas nya.sudahlah pikir ku.


" Dari siapa??" selidik Anne sambil membawakan ku secangkir kopi.


" Pim." Jawab ku singkat.


" Kenapa dia?? Cemburu??" Aku menatap Anne.


" Bisa tidak sih kau tak berprasangka jelek kepadanya Anne.? Dia hanya menanyakan bagaimana keadaan ku." kataku


" Oo..Cuma menanyakan kabar ??" katanya jutek.


" Sini aku lihat isi chat nya??" Katanya sambil mencoba merebut ponselku.


" Anne,ada apa sih.kenapa kamu begitu?? isi chat di ponsel ku adalah privasi ku?!"


" Kenapa kamu..ishhh!!" Kataku sebal.


" jangan jangan kamu yang cemburu terhadap nya?!" kataku lagi sambil bangkit dari sofa.Aku berjalan keluar kamar.


" Lee..mau kemana?" tanya Anne.

__ADS_1


" Menghindari mu !?" kataku.


***


" Sudahlah jangan dibesar-besarkan Pim,cuma begitu saja kok." kataku berbicara dengan Pim melalui ponsel.


" Besok proses pemakaman nya pukul berapa, Pukul delapan pagi? oke baiklah aku akan kesana."


" oh iya Pim,nanti aku pulang tak bisa sore ya dari sana.besok aku Banyak kerjaan dan harus langsung ke Hanoi." kataku.


" Mungkin bisa seminggu atau lebih Pim , maafkan aku tak bisa menjemput mu."


" iya,baik baik saja ya sampai kita bertemu."


" Oke, Baiklah.salam untuk keluarga mu.bye.."


kataku sambil menutup ponsel ku.


Ketika aku membalikkan badan.Sudah ada Anne yg berdiri.entah sejak dari kapan dia ada di situ.Ikhh...Jadi seperti di ikuti aku.sebal.


***


" Ada apalagi Anne??" tanyaku sedikit kesal.


" Ayah menelpon ku, menanyakan aku??"


" Kan aku sudah bilang,kamu tak usah ikut aku.kamu Memaksa untuk ikut.Bukan salah ku lah." kataku puas.


" Lalu kau bilang apa dengan Mr Philips??" kataku kemudian.


" Aku bilang,aku menemui mu ke Chanthaburi."


" kok bawa bawa aku Anne,kan kamu yg mau??"


Dia hanya diam.aku makin sebal kepada nya.seperti mau meng kambing hitam kan aku saja.Aku berlalu dari nya.


" Lee..mau kemana??" tanya nya.


" menjauh dari mu." jawab ku


Tapi tetap saja dia mengikuti ku.


***


Aku menuangkan sedikit Lao Khao kedalam gelas.mencium dan meminum nya sedikit demi sedikit.Rasanya manis,ada sensasi yang membakar di tenggorokan lalu turun ke Dadaku.


aku meminumnya dengan memakan kacang kulit.Aku duduk di bangku sambil memandang pantai.


Hotel Tempat kami menginap memang sebuah Resort juga.


Anne membuka kan kulit kacang untuk ku.mengumpulkan nya dalam wadah terpisah.


"Anne ,boleh aku bertanya kepada mu lagi??" kataku.dia menatapku.


" Apa benar kalau Cemburu itu nyata,bukan hanya perasaan saja.?"


" hanya perasaan Lee??"


" Lalu yang terjadi dengan mu apa.selalu bertanya ini dan itu kepadaku kalau aku dekat dengan Pim , mencoba memeriksa ponselku , Selalu tampak tak suka bila melihatnya??"


" Bukankah itu berarti bahwa, Cemburu itu nyata Anne??" kataku seraya tertawa.

__ADS_1


Dia tampak memalingkan muka.Aku semakin tertawa.


Lalu aku berdiri,dan menarik nya.Aku mengajak nya berjalan di tepi pantai sambil menggandeng jemari nya.


__ADS_2