Dia

Dia
episode 92


__ADS_3

" kamu kenapa sih sayang,,kok gag pernah cerita ke mamah kalau kamu sakit.?" kata mamah sambil terus menangis.


wajah ku datar.bukan aku tak merasakan kesedihan nya,hanya saja aku tak dapat berbicara.rasanya lemas mau mengeluarkan suara.aku hanya mengalirkan air mata perlahan.


ada kakak ku yang lain di belakang mamah.


suara tangis mamah memenuhi ruangan inap ku.wajah mereka sendu,mbak Ajeng dan mbak Jani tampak menangis di dada suami masing-masing.


Sudah hari ke delapan aku terbaring di rumah sakit ini.aku sudah mulai kuat untuk sekedar merespon pembicaraan.berkata iya dan tidak.


mas Hanif tampak berbicara di sambungan telepon dengan seseorang.


yang terdengar hanya,iya baik kami akan fax surat keterangan sakit nya.


Sesaat,aku teringat..bukankah aku bekerja di suatu tempat??


Darah ku mengalir seperti lebih cepat.aku ingat dengan Sesuatu di Bangkok??


****


Pim side:


Aku terus menangis sambil berusaha menelfon nya.nomor ponsel nya tak aktif,tak bisa dihubungi.


belum juga ada informasi dari Anne tentang keberadaan Lee..


ya Tuhan,sayangku Lee..di mana kamu.aku meminta mu segera kembali kesini berharap tak terjadi apa-apa.air mataku mengalir.


berkali aku tanyakan kabar kepada phi.tetapi jawabannya tetap sama.dia tidak mengetahui nya.


sedangkan sesuai kesepakatan,aku mulai Minggu depan mau membantu Anne menyelesaikan laporan keuangan perusahaan nya.konsentrasi ku terpecah.bayang bayang Lee mempengaruhi semangat ku.


****


Athena side:


Sungguh keterlaluan, sudah hampir sepuluh hari dia tak ada kabar.


jika sampai akhir bulan,aku akan menyusul nya ke Indonesia.


Tidak ada yang terlontar dari mulut Phi, meskipun aku sering memancing nya lewat isu Lee akan mengundurkan diri.


Pekerjaan sedikit berantakan karena nya.


aku pernah berujar ingin ke jakarta.aku meminta nya untuk mengantar ku.dia mau tetapi harus izin kepada ayah terlebih dahulu.


Dia berkata bahwa, rumah Lee berada jauh dari Jakarta.jauh kedalam desa.


****


" mas Hanif,kataku pelan..dia terbelalak memandang ku

__ADS_1


" ay.. barusan kamu bicara sama aku??


aku tersenyum, berusaha bangkit dari tempat tidur ku. mas Hanif menjadi dokter jaga sepertinya malam ini.dia membantu ku duduk, ranjang tempat ku berbaring di stel menjadi lebih tinggi.


" Mas,,Ayi sudah berapa hari di sini?? kataku pelan.


" kamu koma selama enam hari ay.. sudah hampir sepuluh hari kamu di sini.apa yang kamu rasain.katanya Sambil mengatur tetesan infus yang mengalir lewat nadi ku.


" maaf mas,, merepotkan keluarga.kataku pelan


" ay apa kamu sudah pernah periksa sebelumnya..aku mengangguk pelan.


" kamu sakit apa?? tanya nya hati hati.


" Diagnosis awal,Ayi terkena cancer mas.cancer hati...kataku lemah


dia menutup mulut nya sambil istigfar kecil.


" kenapa tak pernah cerita ay..ini serius katanya


" maaf mas,Ayi GG mau membuat semuanya panik.


" tapi cara kamu membahayakan kesehatan kamu sendiri ay..


" tolong mas,Ayi GG mau semuanya repot Memikirkan Ayi..


" gimana gag Mikirin kalo begini ceritanya ay..


mamah yang ada pun tampak menangis, tangisnya tertahan..


dia menangis sangat sakit seperti nya.sesaat setelah mas Hanif memberi tahukan bahwa aku terkena cancer hati sudah masuk stadium dua.


Kalina pun menangisi aku dia memelukku.


" Ndang mari ay..Dewe kudu mentas Kabeh sek..( cepat sembuh ay, kita harus sukses/menikah dulu)


****


Athena side:


" Phi, tolong lah bercerita sedikit tentang Lee..tanyaku sedikit keras kepada Miss Katty melalui saluran telepon seluler.


" Bagaimana kau tak mengetahui nya sedikit pun.aku tak percaya,,,


" aku baru saja mendapatkan kabar jika Lee berada di rumah sakit..dia tiba-tiba koma.bagaimana mungkin kau tak mengetahui apapun tentang nya??! kataku masih tak percaya terhadap nya.


" Aku harus bagaimana..apa yang akan ku katakan kepada Pim dan Padma yang terus saja memanggil namanya??


" Lee pernah membuat surat pengunduran diri?? kau pasti mengetahuinya dan ini pasti saling berhubungan.


" Aku meminta mu untuk menemani ku ke Jakarta Phi.aku ingin tahu secara jelas keadaan nya.iya aku akan berbicara dengan ayah..

__ADS_1


****


Pim menangis tersedu sedu sesaat aku memberi tahukan keadaan Lee yang koma tiba tiba.dia menatap ku,aku memeluknya seperti kakak.


aku rasakan kesedihan nya,aku rasakan juga sakit di dada ku.


" Aku harus bagaimana Anne,,aku harus berbuat apa,,aku tak tahu harus bagaimana?? katanya sambil terisak-isak..


" Hidup ku dan Andhara tergantung kepada nya..aku...katanya terputus tak bersuara hanya tangis kepedihan..


" Aku mohon Lee..jangan tinggalkan aku...katanya meratap.


aku menatap nya, melihatnya dengan seksama.begitu besarnya kah perasaan nya terhadap Lee.. mengalahkan perasaan yang ku punya terhadap Lee ??


" sudah lah Pim jangan menangis lagi.??" kataku mulai rapuh.


" Berdoalah,agar tak terjadi apa-apa dengan nya.dengan orang yang kita sayangi dan cintai...kataku sedikit pelan.


air mata ku tak terasa menetes.


" tetaplah kita menyimpan namanya dalam doa, semoga langit akan terus menggantung nya selama nya... untuk kita... tangis ku pelan..kami masih saling berpelukan.


****


Aku meminta ponselku di aktifkan.aku merasa harus menghubungi mbak Retno ataupun Miss Katty.Memberikan kabar dengan kondisi ku seperti ini.mamah dan keluarga ku juga meminta agar aku segera resign.konsentrasi terhadap kesehatan ku.


Tetapi masih ada perasaan berat dalam hati ku.terlebih terhadap perasaan yang kumiliki Terhadap Anne dan pim.aku masih sangat jelas merasakannya.aku harus bagaimana.


****


" hallo Phi,ini aku Lee..kataku pelan. menghubungi nya melalui nomer telpon mamah ku.


dia segera beralih ke panggilan video...


" Lee... pekik nya sambil menangis dan menutup mulutnya...dia tersedu sedu melihat ku...tak dapat berkata-kata.


aku menitikkan air mata sembunyi sembunyi dari nya..


" its okey phi.. Jangan menangis lagi aku lebih baik sekarang..ayolah.kataku memberikan nya semangat.Dia masih tertunduk dan menangis.


" Aku sudah bangun,aku bisa melihat mu lagi...kataku,,dia semakin menangis sambil menatap ku...


" Lee..aku katanya Bergetar Sambil terus menangis..


" Aku sangat bahagia bisa mendengar suara dan melihat mu lagi katanya bergetar.


Aku tersenyum.


" jangan lah kau menangis phi... seperti aku tak akan bertemu dengan mu lagi...kataku


dia semakin menangis.

__ADS_1


__ADS_2