
Kegiatan mendadak itu selesai.
tidak memakan banyak waktu. hanya 1 jam lebih 10 menit acara telah selesai dan kini bubar...
satu persatu para murid bubar dan masuk ke kelas masing masing. dan yang terakhir bubar adalah kelas tiga atau XII. murid tertua di lingkungan sekolah tersebut.
Duk
suara halus yang tak terdengar oleh siapapun itu terbuat oleh hantaman kedua kulit yang bersentuhan. Leah membebelak. tangannya yang tadi nya berada di setiap sisi tubuhnya kini menyatu ke depan. saling memberi remasan untuk menahan gejolak di dadanya yang akhir akhir ini dia rasakan.
Di sisi lain. Alfi menahan senyumnya di kala dia berhasil menggoda sang istri yang berpapasan dengannya. seperti yang di harapkannya tadi.
Yah. Alfi bergegas pergi saat melihat sang istri berdiri dari tempatnya. bahkan ujung matanya tidak lepas dari tubuh mungil itu. sehingga dia dengan sengaja menyentuh tangan istrinya yang diam di pinggir lorong krna rombongan nya bersama guru guru akan lewat. sopan bener kan.
dasar pria menyebalkan. "rutuk leah dalam hati. tapi... senyum tipis di bibirnya mengatakan perasaannya yang sebenarnya.
tak ada yang menyangka bahwa kegiatan untuk kelas 3 SMA hari itu akan berakhir lebih awal.
Jam masih menunjukkan waktu 10 pagi lebih beberapa menit. mereka sudah keluar kelas berhamburan untuk pulang. ternyata tidak sia sia acara dadakan pagi tadi... guru guru benar benar memulangkan mereka lebih awal seperti yang di katakan Alfi.
Kira kira sekitar 40an siswa siswi untuk kelas 3. dan di antara nya ada leah juga kedua sahabatnya. mereka tampak senang dengan waktu pulang mereka yang lebih awal dari biasanya. sama seperti para murid murid yang lain.
Ting
leah melihat ponsel nya dan membaca pesan yang masuk pada benda persegi itu.
" kita kemana nih sebelum pulang.?" tanya Alvin pada kedua wanita dekatnya. salah satunya sang kekasih.
"Pulang.. " cepat leah.
" Beneran le'?." dian bertanya.
__ADS_1
leah meng iya kan dengan anggukan.
"yeee si pinter. masih mau lanjut belajar..?"
"He'em. dari pada lo, nempel trus sama dian. Udah kayak buntut aja."
" hee.. sialan ni sobat.."
mereka akhirnya sampai di gerbang sekolah.
" kalian...jangan lama lama keluar nya.
Vin.. pulangin secepatnya anak gadis orang. " pamit leah pada kedua sahabatnya.
"Ok siap...
lo belajar yang giat ya.. entar gue kasih contekan."
" heh si pe'a.. " geleng leah
"By.... "
Aaaaauuuuuuu....
yah dan benar saja dengan tebakan leah jika Alvin tidak akan lolos dari kekasihnya. buktinya sahabat laki lakinya itu sudah berteriak kesakitan...
melihat mobil yang akrab baginya. leah mendekat dan tampa permisi membuka pintu penumpang belakang.
"Gk pulang.? "tanya leah setelah mengucap salam.
" eng.. sekalian biar gak usah bolak balik."
__ADS_1
"Owh.. siang kak ardi."
"Siang nona muda."
" kita langsung pulang apa mau kemana.?"
"Pulang. emangnya kamu mau kemana hem.?"
"Gk kemana mana... tapi.. bisa berenti di toko swalayan dulu aku mau beli sesuatu."
"" eeng..
di.. entar berenti di swalayan."
"Siap."
swalayan yang di tuju telah di depan mata. Leah pamit untuk keluar sebentar...
"Loh.. kenapa keluar juga."
"bosen di mobil dari tadi."
lea membalas dengan membulatkan bibirnya, polos. membuat Alfi salah tingkah.
mereka berjalan menuju toko swalayan bersama. kedatangan Alfi yang berparas tampan menarik perhatian banyak pengunjung. yang membuat leah memutar bola matanya pasrah.
selesai memilih apa yang di inginkan leah. pembaluut, cemilan ringan, permen serta es criem cap. leah menyudahkan belanjaan nya.
"Bunda.. mau di beliin apa kak ?" tanya leah pas berada di depan kasir.
"Gk usah. bunda lebih suka makan masakannya sendiri."
__ADS_1
gadis cantik itu malah manggut manggut saja.
Hari itu.. mereka menghabiskan banyak waktu bersama. dari bangun tidur di sekolah hingga di rumah meski hanya sesekali menegur sapa.