Dia

Dia
Tiga belas


__ADS_3

"Damn you nick..!!" geram kiano kesal mengetatkan rahangnya.


"Kenapa ? apa bedanya dia sama model lainnya ? c'mon kean..jangan naif semua model sama selepas mereka bergaya depan kamera maka mereka juga akan bergaya di atas kita..bukan begitu ?"


"Jaga mulutmu..! niken tidak sama dengan model yang pernah kamu tiduri..dimana sikap profesionalitas mu nick ?"


"Justru bukannya kamu yang mengganggu pekerjaan ku..seharusnya itu yang kamu tanyakan pada dirimu"


" Aku hanya mengingatkanmu seorang model bukanlah objek untuk tontonan para manusia berpikiran kotor di sana..seharusnya kamu bisa menempatkan orang-orang khusus saja bukan di buka untuk umum setidaknya lakukan dalam ruangan tertutup yang berisi orang yang pro dalam tugasnya"


"Kamu mengajariku..? apa kamu tau siapa niken sebenarnya ? dia sama saja seperti yang lain..bahkan kehadiran anaknya yang tanpa seorang ayah bukankah sudah menjadi bukti siapa perempuan itu ? jangan naif kean..niken sama seperti para model jalang itu"


Buugghh


Sebuah pukulan keras di layangkan kiano tepat di wajah nicholas,membuat nicholas terhuyung mundur beberapa langkah.kiano berbalik meninggalkan ruangan itu namun langkahnya terhenti ketika nicholas menanyakan perasaannya.


"Apa kamu menyukainya ? hahahaa..pengecut ..dimana keberanianmu,kean ?" teriak nicholas sambil mengusap sudut bibirnya yang berdarah.


"Bukan urusanmu !!"


Dengan kemarahan yang tertahan dalam dirinya kiano meninggalkan tempat itu.entah apa yang di rasakannya ketika dia melihat sesi photo yang di lakukan niken.ada rasa marah yang bergejolak dalam hatinya di saat banyak pasang mata yang melihat tubuh sexy dan elok milik niken,ingin rasanya kiano mencongkel semua mata itu.

__ADS_1


Tapi sayang di saat dirinya merasakan amarah yang teramat sangat,dia melihat niken justru malah bersikap seolah tak melihat dirinya.kiano berpikir sebenarnya apa yang dia harapkan dari ini semua.


Niken keluar dari tempatnya bersembunyi yang berada di balik dinding ruang wardrobe.dia memegang dadanya yang berdetak,sungguh niken tidak menyangka dengan apa yang di dengarnya seorang kiano yang membela dirinya.dunia sudah terbalik pikirnya saat ini.


Lagi-lagi niken harus kembali bersembunyi ketika dia melihat pintu ruangan nicholas mulai terbuka dan dia melihat tampilan nicholas yang berantakan dengan plester di sudut bibir pria itu.dia menatap kepergian nicholas dengan perasaan campur aduk antara ingin marah dan malu pada kenyataan hidupnya.niken berjanji setelah projek ini dia akan memutuskan tidak akan lagi bekerja sama dengan nicholas dalam bentuk apapun. niken menghembuskan napas dalam mengontrol rasa yang berkecamuk di dalam dadanya,bagaimanapun dia tetap harus profesional menyelesaikan pemotretan hari ini.


Suara music yang bergema dan orang-orang yang berdansa tidak membuat seorang kiano bergerak sedikitpun dari tempatnya duduk. sepulang dari tempat nicholas kiano melajukan mobilnya tanpa tujuan sampai satu nama muncul di kepalanya.


"Ayolah kean..,untuk apa aku menyuruhmu datang kemari jika kamu masih seperti patung !" sahut cecil dengan nada malas.


"Setidaknya bersenang-senanglah sedikit " timpal pete yang sedang merangkul perempuan cantik di sebelahnya.


"Hemm sudahlah pete..! hidupmu benar-benar membosankan,kean" cecil menyandarkan punggungnya dan kepalanya di punggung sofa.


"Sebaiknya aku antar kamu pulang " kiano menepuk pahanya sambil melihat ke arah cecil.


"No..no..aku belum mau pulang..ini masih terlalu sore kean " cecil menggelengkan kepalanya yang masih bersandar.


"Oke..kalau begitu aku tunggu kamu, karena tidak mungkin berharap pada pete saat ini" timpal kiano yang membungkuk mengambil minumnya di atas meja.dia melihat ke arah pete yang sibuk makeout di hadapannya.


"How nice of you.." cecil menegakkan tubuhnya dan menepuk pundak kiano dari belakang.

__ADS_1


Kiano menoleh pada cecil dan tersenyum tipis lalu mengangkat gelasnya mengajak cecil untuk bersulang.


Menjelang tengah malam niken tiba di apartemennya.keadaan rumahnya sudah gelap,niken menyalakan lampu ruang tengah. alangkah terkejutnya dia melihat raihan yang terbaring tidur di sofanya.


Niken mendekat ke arah sofa di lihat raihan yang tampak lelap,akankah dia tega untuk membangunkannya.sebuah tepukan mengagetkannya,hampir saja dia berteriak namun dia segera menutup mulutnya.niken berbalik dengan kesal namun kemudian harus memasang senyum saat mengetahui pelakunya.


"Ibu bikin kaget aja..kenapa ibu belum tidur ?" dengan suara pelan dan mengelus dadanya niken bertanya pada mirna.


"Maaf nak..ibu kebangun mau minum"


"Ya udah kalau gitu aku ke kamar ya bu " pamit niken pada mirna sambil mengecup pipinya.


"Tunggu nak..tadi dokter raihan pesen kalau kamu udah pulang suruh bangunin..tapi sepertinya dia pules banget..gimana ya ibu gak tega mau banguninnya"


"Udah biarin aja bu..kasian juga "


"Kamu yakin ? ini pertama kalinya kamu biarkan laki-laki bermalam di rumahmu"


Niken membatu mendengar ucapan mirna.memang benar semenjak kehadiran kenzo dalam hidupnya niken sudah memutuskan menutup hatinya untuk pria.


Tapi malam ini untuk pertama kalinya dia membiarkan seorang laki-laki bermalam di rumahnya.apakah yang di lakukannya ini berarti dia sudah mulai membuka hati untuk pria manapun.

__ADS_1


"Biarkan saja bu..hanya untuk malam ini..usahakan sebelum saya keluar kamar besok,dia sudah pergi "


Akhirnya niken membiarkan raihan menghabiskan malam ini di rumahnya.dengan rasa lelah dan kantuk yang menyerang,niken menuju kamar tidurnya meninggalkan mirna yang melihatnya penuh heran.


__ADS_2