Dia

Dia
episode 91


__ADS_3

Tengah malam Anne yang berganti menelpon ku..dia tampak berbaring di tempat tidur nya.


Terlihat sangat menggoda,, pikir ku melihat nya memiringkan badan.wajahnya yang terlihat sangat cantik dengan bibir yang merah membawa angan ku kemana mana.apalagi pembicaraan nya seakan menggoda ku..aku hanya tersenyum.


Kami sekeluarga berangkat pagi ini menuju surabaya.sedangkan kakak ipar ku, A Donny dan mas Hanif dan keponakan ku yang bujang sudah duluan ke sana membawa mobil.aku dan kakak kandung ku berserta mamah dan keponakan serombongan naik pesawat.


Kalina menikah di gedung,calon suaminya seorang duda anak seorang pejabat negara.sedangkan calon suaminya itu adalah seorang pengusaha.


Resepsi akad teramat khidmat.mas Panji sebagai wali dari Kalina,di dampingi oleh mas Koko. Kami memakai kebaya yang sama sekeluarga.sudah di persiapkan oleh pihak suaminya.untuk pertama kalinya aku memakai kebaya... haha


****


" Ay..kenalin ini teman mamah Waktu kuliah dulu,yang tinggal di Semarang.?" kata mamah sambil mengenalkan dua orang Kepada ku.


aku menghampirinya,dan menyalami mereka berdua yang Tampak bersahaja. ibu dan bapak Waskito.


" ini anak ku mar,Ayi yang pernah aku ceritakan kepada mu.yang kerja di Bangkok??"


Kata mamah sedikit membanggakan aku.aku hanya tersenyum.tampak mereka memandang ku dari atas sampai bawah.


" lho, Katanya kalian datang sama anak mu,siapa Ridwan..mana dia??" tanya mamah lagi.


Deggg...aku jadi ingat dengan omongan mamah tempo hari yang ingin mengenalkan,atau menjodohkan aku dengan anak teman nya... waduhh..


Tak lama yang dimaksud datang.seorang lelaki mengenakan batik motif parang,berwarna coklat muda datang menghampiri.Rasanya tak asing??


Aku sejenak terdiam memandang nya,Dia juga seperti tampak familier dengan ku.aku mengingat nya,dimana kami pernah ketemu.


" Kamu Rallyan kan??.. katanya kemudian


" Yang kerja di kantor pak Jhonatan??


aku mengangguk.


" Oo..kamu Ridwan,yang kerja di kantor asuransi ya?? kataku teringat dengan nya juga.


kami tertawa... sepertinya orang tua kami senang melihatnya. mereka lantas meninggalkan kami berdua.


****


" Bagaimana pekerjaan mu di Bangkok rall??" katanya Tampak sedikit kaku.aku tersenyum


" Ayi aja,kalo kamu susah manggil nama ku.?kataku sambil tersenyum.kami duduk di salah satu meja sambil memandang Kalina yang sedang duduk di pelaminan.mas Panji menjadi pendamping Tante Sari menggantikan posisi papah.


" Pekerjaan ku Alhamdulillah baik..?" jawab ku

__ADS_1


" Katanya kamu sering ke Hanoi juga yahh??" tanya nya lagi.aku mengangguk


" Ya kadang kadang sih.." jawab ku..hmm,,tahu dari mana dia informasi itu.pasti mamah yang cerita sama ibunya.


" kamu masih kerja di kantor asuransi itu wan? tanyaku. dia menggeleng kan kepala nya.


" aku bekerja di sana cuma dua tahunan.terus aku mencoba daftar di salah satu BUMN di Jakarta, Alhamdulillah aku diterima." cerita nya.


" mungkin sudah tiga tahun lebih aku kerja di BUMN itu??" lanjut nya kemudian.


" kalian di undang mamah datang ke pesta pernikahan ini apa ya wan?" tanyaku lagi.


dia tersenyum kecil..


" ooh gag juga sih,jadi suaminya saudara mu itu salah satu kolega di kantor ku,dia dulu teman kuliah ku di semarang.kebetulan ayah nya dengan ayah ku sama sama satu angkatan Dulu di TNI.sekarang sih kayaknya anggota DPRD Jatim kayaknya...??" terang nya.


" Oo.. jawab ku.


" ehh,,iya ay.. mungkin malam Minggu nanti keluarga ku mau main ke Jogja kerumah orang tua mu..??" katanya sambil tertawa kecil agak tersipu.


" Ngapain??" tanyaku berpura-pura...dia masih tertawa malu malu sambil menatap ku....


hahaha


" iya har,nanti malam Minggu aku akan ke Jogja..ngiket anak mu.Dia sudah tau kan perjodohan ini??" kata Bu Marni kepada ibu Haryanti mamahnya rallyan.dia tersenyum .


****


malam harinya,aku posting foto kami tadi bersama sekeluarga besar mengapit kalina dan suaminya.


" kamu dimana Lee..kok tak bersama mereka ?" tanya Anne di sambungan telepon.


aku tertawa,,padahal yang berada paling pojok dekat mas Panji adalah aku.dia sepertinya tak mengenali aku yang di rias.


" aku kan yang mengambil foto nya.jadi tak adalah..." kataku sambil tertawa.


Jujur aku merasa lelah sesampainya kami kembali di jogja.keluargaku masih berkumpul.mereka menunggu sampai malam Minggu besok.


Aku hendak berjalan menuju kerumunan keluarga ku yang berada di ruang tengah.mereka tertawa dan bercanda.


Sambil membawa gelas yang berisikan air putih bekas ku minum tadi.aku merasakan sakit di Perut sebelah kiri,rasanya menusuk, pandangan ku kabur.rasanya aku tak bisa bernafas..aku terjatuh.gelas yg kubawa pecah.semua berhamburan Kepada ku.


****


" Hanif,, sebenarnya Ayi sakit apa sih??" tanya mamah.

__ADS_1


" aku belum tahu Bu,cuma kami sudah memindahkan nya Keruangan ICU .dia mengalami kesulitan bernafas..."


mamah menangis terisak isak.di tenangkan oleh Panji.


" apa belum sadar sadar nif?" tanya Panji kemudian.


" Belum mas,kami sedang mencoba merekam jejak medisnya??" kata Hanif.


" mungkin ada berkas atau resep obat apa obatnya di dalam tas nya ayi mas,Bu ??" tanya Hanif.


" Nanti di cariin..tas nya ada di rumah" kata Panji.


" Sudah hari ketiga Ayi belum bangun,apa belum ada kemajuan Hanif??" tanya koko di sambungan telepon.


" Belum ada mas,dari obat yang digunakan sama Ayi sih seperti obat penahan sakit organ tubuh dalam mas?" tapi belum jelas dia pernah berobat kemana.


****


Athena side:


Sudah empat hari tak ada kabar dari nya,aku sangat penasaran,marah dan curiga dengan nya.


ada apa dia??


telpon nya tak pernah aktif.aku harus menghubungi nya kemana??


Apa aku ke Jakarta.?? Pim juga menghubungi ku,dia tampak menangis menanyakan keberadaan Lee..


Apa aku coba meminta bantuan kepada phi Katty??atau langsung menemui Jhonatan di Jakarta yang masih kerabat ayah itu..


ya Tuhan Lee.. tolonglah hubungi aku atau salah satu dari kami.agar aku tak merasa cemas...


****


Aku terkejut sambil terbelalak.rasanya aku jatuh dari suatu tempat yang tinggi.aku menatap langit langit kamar,dimana ini pikir ku sambil memandang sekeliling.


ada jarum infus di nadi ku.selang udara yang terpasang di hidung ku..aku kenapa?? dimana ini pikirku.


Aku mencoba mengingat kembali kejadian sebelumnya.. Tiba tiba datang beberapa orang berkain hijau memakai topi perawat.memeriksaku sambil tersenyum..


" Syukur ya mbak udah bangun.."


tak lama seperti nya ada mas Hanif menghampiri ku.dia mengenakan masker dan memeriksa mata dan lainnya..


" Apa yang di rasakan ay.." katanya..aku tak menjawab.rasanya aku kehilangan suara ku.

__ADS_1


...


Keesokan harinya aku baru boleh di tengok.mamah menghampiri ku menangis meraung dan tersedu.Aku masih lemas, meskipun aku sudah sadarkan diri.


__ADS_2