
“Hujan memberikan kenangan lebih untukku dan dia.”
Hujan turun dengan derasnya, Zahra masih saja bertahan di sekolahnya karena ia belum juga dijemput oleh sopirnya. Tiba-tiba ponselnya berdering, Zahra segera mengangkat ponselnya.
“Hallo”sapa Zahra memulai pembicaraan. Terdengar suara lelaki berbincang-bincang di balik teleponya.
“Hallo, Non. Maaf ya, amang nggak bisa jemput karena mobilnya mogok di jalan.”
“Terus sekarang, Amang di mana?”tanya Zahra lagi.
“Amang lagi di bengkel, Non.”
“Ya udah, nanti Zahra pulang naik taxi saja. Hati-hati Mang di jalan.”
“Maaf ya, Non.
“Iya Mang, tenang aja.”
Zahra pun segera mematikan ponselnya, dan berjalan keluar sekolah untuk menunggu taxi yang lewat di depan sekolahnya. Hari sudah mulai sore, hujan belum juga kunjung reda, dilihatnya jam yang melekat di tangan Zahara jam sudah menunjukkan pukul 16.00, karena sore ini masih hujan, Zahra memutuskan untuk tetap berada di pos satpam untuk menunggu ada taxi yang lewat. Sekolah sudah mulai sepi, kini tinggal Zahra dan pak satpam yang sedang berjaga di sana.
“Mau bareng nggak?”tanya Revan yang kebetulan ia baru saja keluar dari sekolah.
__ADS_1
“Boleh,daripada aku sendiri kedinginan di sini.”
“Kan ada Pak Aryo yang setia menjaga pos satpam ini.”
“Apaan sih.”
Zahra segera masuk ke mobil Revan dan duduk tepat di samping Revan. Ia menggosokkan kedua tangannya karena sore itu suasananya juga dingin. Revan segera menjalankan mobilnya dan pergi menjahui sekolah.
“Kenapa, Za? Dingin? Ada jaket tu di belakang, pakai aja. Mau mampir dulu nggak ke caffe?”tanya Revan yang masih fokus dengan setirannya.
“Nggak usahlah, kita langsung pulang aja ke rumah.”
“Yakin?”tanya Revan meyakinkan.
“Ya udah.” Revan pun mengantarkan Zahra pulang ke rumahnya. Lima belas menit kemudian, mereka berdua telah sampai di rumah Zahra. Hujan juga sudah mulai reda,setelah dari rumah Zahra, Revan segera pulang ke rumahnya. Sedangkan Zahra masuk ke rumahnya dan langsung pergi ke kamar. Di rumah, kebetulan orang tuanya belum pulang dari luar kota, jadi Zahra hanya tinggal bertiga dengan pembantu dan sopirnya. Karena merasa kedinginan, Zahra segera mandi dan membuat teh hangat dengan selingan camilan yang hangat untuk menonton film kesukaannya.
“Non, makan malamnya sudah siap.”kata Mbak Ijah pembantu di rumah ini.
“Iya, mbak. Nanti kita makan malam bareng ya!”
“Ah, ngggak enak non. Mbak makan di dapur aja kaya biasanya.”
__ADS_1
“Nggak apa-apa, ayo makan malam bareng!”
Mbak Ijah pun menganggukan kepala tanda setuju, mereka berdua makan malam bersama dengan suasana rumah yang sepi. Setelah makan malam selesai, Zahra segera kembali ke kamarnya dan membuka laptop miliknya. Hari sudah larut malam, Zahra juga sudah mulai mengantuk ketika akan tidur, tiba-tiba ponselnya berbunyi karena terkejut, Zahra langsung bangun dari tempat tidurnya dan segera membuka ponselnya. Ternyata video call grup dari Revan dan Rosa, Zahra hanya menghela napas dan segera mengangkat video call dari kedua teman dekatnya itu.
“Ha??? Ada apa, malem-malem nge video call grup? Aku mau tidur tau nggak!”cerocos Zahra.
“Eh anak mama udah mau tidur? Maaffff….Kirain masih melek.”ledek Revan.
“Udah to the point aja mau apa?”jawab Zahra kesal.
“Dihhh marah dia…Gini rencana besok kan hari sabtu, kita kan libur gimana kalau kita ke puncak. Ke vila papa ku, kita liburan di sana? Mau ikut nggak? Kalo nggak ya nggak apa-apa sih.”
“Yeee…. Ya mau lah, oke aku ikut. Ros, besok kamu langsung ke rumah aku aja.”
“iyain ajaah.”jawab Rosa degan santainnya.
“Edah ni anak, ketus banget jawabnnya.”
“Biarin.”
“Ya udah besok kumpul di rumah Zahra aja ok. Ya udah, aku matiin dulu video call nya, sampai jumpa besok pagi.”
__ADS_1
Mereka semua pun mematikan hpnya masing-masing dan segera tidur.
komen sebanyak banyaknya agar kami up lebih cepat