
“Sang pangeran tampan berada tepat di depanku.”
Beberapa saat kemudian, seebuah mobil hitam berhenti di depan gerbang sekolah. Seorang wanita yang belum begitu tua, keluar dari dalam mobil dengan membawa paying. Itu adalah mama Zahra.
“Ayo, Za. Keburu malem, mama mau kenalin kamu sama seseorang.”
“Ya…”
Zahra segera masuk ke mobil papanya dan papanya mengendarai mobilnya dengan santai. Hujan masih turun di bumi untuk memberikan ketenangan dingin yang pasti ia rasakan, tetapi itu tidak menghalangi satu keluarga ini untuk bepergian. Hari sudah mulai sore, hujan juga sudah mulai reda. Kini mobil papa Zahra berhenti di depan sebuah restoran yang begitu megah dengan dekorasi yang sangat elegan, sesseorang melambaikan tangannya dari dalam restoran, mungkin itu adalah teman papa atau malahh si pemilik restoran megah ini. Papa membalasnya dengan lambaian tangannya dan segera mengajak istri dan anaknya untuk segera masuk ke dalam. Zahra terpana ketika melihat dekorasi ruang yang super megah itu, tak hanya dekorasinya saja melainkan furniture yang ada di dalamnya juga terbuaat dari bahan pilihan yang sangat bagus dan sepertinya semuanya baranng mahal.
Papa Zahra duduk di samping pria berr jass hitam itu, mereka duduk dengan sangat berwibawa ala pejabat tinggi Negara. Zahra dan istrinya juga ikut duduk di samping papa.
“Apa kabar, Ron?”tanya pria tadi tanpa menyebut nama bapak atau sebagainnya.
“Kabar baik, ini resto kamu An?”tanya papa Zahra sambil melihat sekeliling restoran ini.
“Iya, ini restoran saya. Ini anak sama istri kamu? Cantik cuga, namanya siapa?”
“Iya, dia putriku satu-satunya namanya Zahra dan ini istriku satu-satunya.”Mama Zahra hanya tersenyum sinis kea rah suaminya.
“Ya iyalah saatu-satunnya, emang mau punya berapa.”gerutu mama Zahra pelan.
“Owh…Sebentar lagi anak om datang, kalian bisa saling kenalan!”
Beberapa saat kemudian, seorang pria berparas tampang datang dengan menenteng jaketnya. Zzahra seketika terkejut saat melihat pria itu berjabat tangan dengan teman papanya dan dengan kedua orang tua Zahra.
“Kamu…?”
“Eh, Zahra… Kamu di sini juga?”
“I…Iyaaa.”
“Kalian sudah saling kenal?”tanya papa Dava.
__ADS_1
“Owh dia ini temennya temen aku.”jawab Dava sambil mengambil kursi untuk duduk bersma.
“Wah..Bagus donk kalo udah saling kenal, bisa lebih deket ya?”tiba-tiba Dava tersedak dan memalingkan wajahnya, Zahra yang melihhat reaksi Dava tiba-tiba saj araut wajahnya berubah.
“Ahaha….Iya dekat sebagai teman aja.”balas Dava singkat.
Zahra langsung menundukkan kepala ketika mendengar jawaban dari Dava. Beberapa saat kemudian, makanan sudah tersaji di meja.
“Ayo, silahkan dimakan!”perintah Papa dava.
“Ayo Za dimakan, keburu habis dimakan Dava!!!!”perintah papa Dava sambil meminum segelas air soda.
“Eh iya om, makasih tapi aku nggak laapar.”
“Yakin nggak mau makan ini?”tanjuk Dava ke salah satu makanan yang mungkin itu adalah makanan favorit Zahra.
“Di restoran lain masih jarang lho makanan ini, kalo nggak mau aku habisin.”tawar Dava hingga membuat Zahra dilema, ia ingin sekali memakannya tetapi ia gengsi dengan semuanya. Karena tak ada pilihan lain, ia menerima tawaran Dava sambil terrseenyum kikuk, Dava yang melihat tingkah laku Zahra hanya tertawa geli. Dava menengguk segelas kopi hangat dan beberapa serbuk kopi masih tertinggal di bibir Dava, karena reflek Zahra segera memengambilkan tisue untuk membersihkan sisa kopi di bibir Dava. Dava langsung menengok kea rah Zahra, dan Zahra langsung menurunkan tangaanyya.
“Owh, makasih.”
Dava pun membersihkan kopi yang ada di mulutnya dengan tagannya sendiri, karena sudah malam dan esok Zahra dan Dava harus sekolah, orang tuanya pun mengakhiri pertemua mala ini.
“Ya sudah,berhubung sudah malam saya dan keluarga pamit dulu, makasih untuk pertemuan malam Ini, An.”
“Iya, Ron. Kapan-kapan mampir ke sini lagi ya kalau ada waktu.”
“Sipp..ya udah aku pamit dulu.”
“Iya, hati-hati.”
Zahra dan kedua orang tuanya pun segera meninggalkan restoran papanya Dava, mereka segera ke parkiran dan pulang ke rumah. Jam sudah menunjukkan pukul 20.00. Beberapa menit kemudian, mereka telah sampai di rumah. Zahra segera pergi ke kamarnya dan segeraa membersihkan badan karena ia juga belum ganti baju dari pulang sekolah. Zahra masih teringat perkataan Dava tadi, ia hanya menganggap Zahra sebagai teman saja.
Setelah mandi, Zahra segera membuka ponselnya dan terdapat beberapa chat dari Revan dan nomer yang tidak dikenal. Ia langsung membuka chat dari seseorang yang tidak dikenal.
__ADS_1
+6283340202122 : Hai….
Zahra :Siapa?????
+6283340202122 : Siapa hayo????
Zahra :Udah, to the point aja. Atau nomernya gua block!
+6283340202122 : Ih dasar cewk, maafin aku ya soal pertanyaan papa tadi. Nggak ada maksud buat nyinggung perasaan kamu kok.
Tiba-tiba jantung Zahra berdetak kencang, ketika mengetahui siapa yang chat. Ternyata Dava sayng pujaan hatinya.
Zahra :Iya, nggak apa-apa kok. Aku save nomer kamu ya?
+6283340202122 :Iya, boleh. Aku save back santai aja.
Zahra :Udah…
Dava :Ok. Ya udah, sampai ketemu besok di sekolah.
Zahra langsung senyam-senyum sendiri, ia segera membuka chat dari Revan. Ia juga langsung terkejut dengan pertanyaan-pertanyaan dari Revan.
Revan :P
Revan :Za….Aku mau tanya. Maaf ya, Aku mau serius sama kamu. Kamu nggak?
Zahra : Apaan sih, kita tu sahabatan aja. Nggak usah kaya gitu lah, aku juga mau focus sekolah dulu.
Revan :Kamu nggak usah kaya cewk lain dong, katanya mau focus sekolah. Tapi kenyataannya apa? Mereka berhubungan juga kan dengan cowok lain?
Zahra :Tapi, Van…Intinya aku mau kita sahabatn aja.
Zahra langsung mematikan Hp nya dan rebahan di tempat tidur, jam sudah menunjukkan pukul 21.30, Zahra mematikan lampu kamarnya dan segera tidur.
__ADS_1