
“Kini aku bersamanya, bersama dalam kehangatan pagi.”
Pagi yang cerah, suasana di puncak sangat sejuk pagi ini. Revan sudah bangun dari tidurnya, ia segera pergi ke dapur untuk membuat mie instan dan minuman hangat.
“Bangunnn…Bangun… Dah siang, sarapan dulu!” katat Revan sambil membuka jendela kamarnya. Terdengar derit pintu dibuka, terlihat seorang wanita cantik tengah berdiri di ambang pintu dengan wajahnya yang masih basah.
“Ada apa sih, pagi-pagi udah rebut?”tanya Vera.
“Tuh manusia belum bangun, padahal matahari udah masuk kamar.”jawab Revan kesal.
“Oppss.. Mungkin dia lelah, biarin aja lah.”
Revan mulai kesal dengan perilaku teman-temmannya, ia pun mmemilih untuk keluar kamar dan berdiam diri di depan tv.
Manis juga kalau dia tidur, kata Zahra dalam hati dan ia senyum-senyum sendiri, Zahra pun segera menyusul Revan di depan Tv.
“Hei jangan marah dong…”hibur Zahra sambil duduk di samping revan.
“Nggak marah kok.”
“Nggak usah bohong, coba aja ngaca jelek banget mukannya kalo marah.”ledek Zahra dan membuat Revan malu sendiri.
“Kamu juga jelek weekkk….”timpal Revan.
“Dih kaya anak kecil.”
__ADS_1
“Biarin, eh BTW kamu laper nggak? Makan yuk! Udah aku siapin mie dari tadi lho, nanti keburu dingin. Kaya kaamuke aku, terlalu dingin sampai aku nggak bisa ngerasain hangatnya cinta.”kata Revan sambil bercanda.
“Eh busett…Pinterr ngge gombal juga ya kamu, huuu… Dasar, ya udah aaku makan dulu, keburu dingin dan aku juga udah lapar. Kasian juga yang udah masakin dengan penuh perhatian.
Jam sudah menunjukan pukul 06.25, Rosa dan Dava baru saja bangunn dari mimpinya semalam, Revan berkacak pinnggang ketika melihat kelakuan temannya yang satu ini.
“Eh bro.. Udaah jam berapa ini baru bangun, mienya udah habis. Kalo mau makan pake roti aja ya ambil sendiri di atas meja.”kata Revan.
“Nanti lah gampang, aku mau mandi dulu baru cari makan.”jawab Dava sambil mengucak kedua matanya. Ia pun segera kembali ke kamar untuk mengambil handuknya dan segera pergi mandi.
Di sisi lain terlihat Rosa sedang mencari makanan di meja makan dan dapur, ternyata sudah habis. Rosa hanya menemukan roti tawar dan selai saja, jadi terpaksa ia hanya memakan roti yang ada.
“Van, nggak ada makanan apa selain roti?tanya Rosa dengan wajah memelasnya.
“Siapa suruh bangun siang, makanan udah habis.”jawab Revan ketus.
“Hahahahaaa…. Makannya kalo bangun jangan siang-siang.”
Dava segera mengambil roti tawar dan mengolesinya dengan selai kacang untuk sarapan pagi ini, setelah menghabiskan dua roti tawar ia segera mandi.
Di kolam renang belakang rumah terlihat Revan dan Zahra yang tengah duduk berdua menikmati matahari pagi.
“Za? Kamu suka sama Dava?”tanya Revan memulai pembicaraan.
“Nggak kok, aku cuma kagum aja sama dia.”
__ADS_1
“kagum kenapa? Apa dia lebih tampan dari aku?”tanya Revan yang membuat Zahra tercengang.
“Ummm… Enggak kok, biasa aja.”
“Katanya mama kamu udah ngira kita pacaran ya?”
“Iya, mama ngiranya hubungan kita sudah serius.”
“Kalau kita seriusin hubungan kita, mau nggak?”tanya Revan hingga Zahra terkejut.
“Tapi Van… Aku nggak enak sama Rosa, kayaknya dia suka sama kamu.”
“Tapi aku maunya kamu bukan Rosa.”
“Maaf, Van. Nggak bisa, ya udah aku masuk dulu.”
Zahra pun segera menghabiskan tehnya dan masuk ke kamarnya untuk mengambil handuk dan mandi, karena tidak ada kegiatan lagi Zahra memilih untuk berjalan-jalan kelilinng vila papanya Revan yang cukup luas itu. Ketika ia akan melihat sebuah ruangan, tiba-tiba seseorang menarik tangan Zahra supaya tidak masuk ke ruangan itu. Mungkin ada sesuatu di dalam ruang itu hingga tak seorang pun boleh masuk.
“Kata kakek aku, ruangan itu ada benda pusakanya. Jadi nggak boleh sembarang orang masuk.”tegas Revan.
“Oh… Gitu ya, maaf aku nggak tau. Ya udah, kita ke depan aja yuk!”
“Ya…. Ayo.”
Mereka berdua pun segera menjauhi kamar itu dan pergi ke ruang depan. Terlihat Rosa yang tengah memperhatikan Zahra dan Revan sedari tadi, Rosa segera memalingkan wajahnya ketika Zahra menengok ke belakang.
__ADS_1
Dilihat jam sudah menunjukkan pukul 09.00, karena hari sudah mulai siang, Revan mengemasi barang-barangnya dan memasukan ke dalam tas.