
siang hari yang terik seorang gadis sedang melamun di meja kerjanya sambil memegang berkas untuk dibaca.gadis itu adalah Rania yang sudah sejak tadi melamun tanpa adanya kerja. dia sedang bimbang memikirkan ucapan rendy.
FLASHBACK ON
"saya mohon maaf atas kekacauan yang terjadi, sejujurnya dia bukan tamu saya"ucapan Rendy membuat semua orang kaget.
"Rendy apa maksudmu aku kesini hanya ingin bertemu denganmu"ucap Sinta manja sambil meraih tangan Rendy.namun segera ditepis oleh Rendy.
"Nanda bereskan dia sekarang juga"
"baik"
Nanda menghampiri Sinta dan berkata"silakan nona pergi atau terpaksa saya panggilkan satpam"tetapi Sinta tidak mendengar ucapan Nanda dia berlari ke arah rendy namun segera ditangkap oleh nanda.
Nanda sudah yang sudah kehabisan kesabaran langsung memanggilkan satpam.
di sisi lain rendy yang langsung menarik tangan Rania dan berkata"ay ikut denganku sebentar sebelum kamu kembali"ucap rendy lembut sambil menggenggam tangan rania menuntunnya menuju lift khusus CEO.diikuti oleh Nanda"kenapa masih disini bubar"ucap Nanda berlalu pergi.
di dalam lift hanya ada kesunyian tanpa pembicaraan dengan tangan Rendy yang masih menggenggam tangan Rania.setelah sampai dilantai atas rendy langsung menarik tangan Rania untuk masuk kedalam ruangannya.sedangkan Nanda kembali ke ruangannya.
di dalam ruangan rendy menyuruh Rania untuk duduk di sofa lalu dia berlutut didepannya.
"ay aku tahu tentang masa lalumu yang mungkin aku juga tidak sekuat dirimu.tapi bisakah kamu mencoba untuk mengurangi rasa takut dan trauma mu.aku tau itu tidak mudah bagimu, tapi izinkan aku berada di sisimu"ucap rendy dengan nada lembut.
"tapi menurutku itu sulit kak ren, aku takut kakak akan terluka nantinya"jawab Rania dengan wajah sendu.
"cobalah sekali,beri aku kesempatan. hatiku sudah terpaku untuk dirimu.setelah mama dan adikku perempuan yang aku sayangi adalah kamu yang selalu aku nantikan"ucap rendy.
Rania bingung bagaimana harus menjawab. dihatinya ingin sekali menjawab iya tapi di sisi lain masih tersisa rasa takut.
Rendy yang belum menerima jawaban dari Rania pun berkata"ikutilah kata hatimu mungkin ini saatnya kamu merubah semuanya,dan menghilangkan momok masa lalu dari fikiranmu"sambil menggenggam tangan rania.
"baiklah,akan aku coba tapi berusahalah sabar menghadapi ku karena menghadapi ku tak semudah yang kamu bayangkan"ucap rania penuh harapan.
dengan perasaan senang rendy refleks memeluk tubuh Rania. Rania yang terkejut hanya diam mematung dan matanya membulat sempurna.karena baru kali ini dirinya dipeluk oleh seorang laki-laki selain ayah dan Kakak laki-lakinya.
"maaf, aku terlalu senang mendengar jawaban mu"ucap rendycangung karena reflek memelik rania.
"iyh ga papa"
__ADS_1
di dalam ruangan itu rasanya sangat canggung tidak ada perbincangan setelah itu.
"aduh canggung banget,balik aja lah ke kantor"batin Rania.
"kak aku balik dulu ya, soalnya ini udah mau siang"ucap Rania.
"eh Iya hati hati dijalan ya"ucap rendy.
"kalau begitu saya permisi tuan rendy, assalamualaikum"ucap rania.cukup aneh rasanya awalnya menggunakan bahasa yang sering dipakai jika sedang bertemu diluar tetapi berakhir dengan bahasa formal.
"waalaikumussalam"
FLASHBACK OFF
brak
Rania terlonjak kaget lalu melihat siapa pelakunya yang mengebrak mejanya.
"mikirin apa hayo, ada orang masuk nggak tau.pasti mikirin tuan Rendy ya"ucap Lana.
yaps yang jahil adalah Lana, dirinya yang sudah pulang dari pertemuan dengan kliennya langsung menuju ruangan Rania.
"ih apaan sih"ucap Rania salah tingkah.
"anak kecil ga usah sok tahu"ucap Rania ketus.
"enak aja bilang anak kecil kita itu cuma beda 1 tahun tau"ucap Lana sewot.
"diam.ngapain kesini?"ucap Rania.
"cuma pengen tahu tadi saat ketemu lagi sama tuan rendy ada perkembangan hubungan nggak.kalau ada pasti seru"ucap Lana.
"males banget bahas itu, masa baru nyampe udah kena semprot fansnya kak Rendy"Rania yang sadar akan ucapannya langsung menutup mulutnya.
"wow pangilan kakak wah ada apakah ini miskah"goda Lana.
"apaan sih aku tuh udah kenal sama dia dari adiknya Sasa temen sekelaku waktu SMA"ucap Rania.
deg
__ADS_1
Lana yang mendengar nama Sasa langsung membulatkan matanya.dia ingat dari cerita sang nenek bahwa kakaknya yang hilang itu bernama rendy dan kembarannya bernama Sasa.
"kak kalau nama mamanya siapa?"tanya Lana dengan penuh harapan.
"oh namanya listianti isvara, biasanya di panggil mama Tia"jawab Rania.
ingin rasanya Lana menangis bahagia karena setelah sekian lama dia menemukan sang mama.
"mereka tinggal dimana kak?"tanya Lana.
"kenapa kamu tanya sampai akar akarnya sih"ucap Rania.
"nggak papa kok cuma tanya,oh iya besok ke mall yuk sama aku.kakak mau beli apa aja ku traktir, tapi syaratnya kakak harus bantuin aku besok"ucap Lana mengalihkan pembicaraan.
"emm gimana ya besok akhir pekan rencananya mau bermalas-malasan dirumah.tapi boleh juga deh sekalian refreshing"jawab Rania.
"oke besok aku jemput,balik dulu ya"di sisi lain Rendy mendengar ucapan Rania tadi terlihat senyumannya tak pernah luntur darinya. bahkan dia bersenandung rianya.
***
“tak beberapa lama terdengar pintu diketuk.dan muncullah Nanda dari luar ruangan.
"wih kayaknya seneng banget tuh mukanya. mana nih rendy yang dingin dan bermuka datar"goda Nanda.
"apan sih,ada apa ke sini"ketus rendy.
"wa santai bro,cuma mau nganter berkas untuk ditandatangani"ucap Nanda.
"sini cepetan"ucap rendy.
lalu Rendy mengusir Nanda keluar dari ruangannya.
"ganggu orang lagi seneng aja"ketus rendy.
"dasar orang jatuh cinta,jadi kayak orang nggak waras"umpat Nanda dalam hati.
"jangan mengumpatku dalam hati"ucap rendy.
"pasti kau punya indra keenam kah"tebak Nanda.
__ADS_1
"oh tentu tidak"
Rendy mengeleng karena kelakuan sahabatnya itu,sebenarnya dirinya kesal karena menggangu lamunannya tentang rania.