
Seminggu berlalu setelah acara pertunangan rania dan rendy,semua kembali ke kegiatan masing masing.sekarang rendy memutusakan untuk memimpin perusahaan franziska cops membantu lana yang masih terbilang junior dalam dunia bisnis.sebenarnya lana akan ke italia sesuai perjanjian awal untuk memimpin perusahaan pusat kedua dari franziska cops,tetapi rania menyarankan agar tidak pergi karena memang keluara mereka sedang diincar.
Hari ini rania sedang di sibukan dengan berbagai berkas proyek yang sedang ditangani olehnya,karena proyek ini juga rania jarang bermain dengan anaknya bahkan rendy sampai mengeluh tidak di perhatikan oleh tunagannya itu.mau bagaimana lagi dia harus bersikap profesional,menegluh pun sudah terlambat karena dia yang memilih jalan tersebut.
Ceklek
Pintu ruangan rania terbuka lebar,terlihat rendy berada di depn pintu dengan mendorong stroller bayi kembar dengan kedua bayi itu yang tertidur anteng sambil mengedot empeng bayi.
“sayang,kapan kamu selesai?ini sudah hampir tiga hari kamu lembur”ucap rendy yang baru saja masuk.
“bersabarlah mungkin tinggal hari ini”jawab rania menghentikan pekerjaannya,lalu berdiri dari duduknya berjalan menghampiri rendy dan kedua bayi kembar itu.
“kamu tidak ada pekerjaan?”tanyanya pada rendy.
“tidak ada,hari ini aku bebas dari pekerjaan untuk bersama anak kita”jawab rendy dengan enteng.kalau saja ada nanda dan juga lana disana mendengar jawaban rendy tadi bisa bisa mereka mogok kerja.bagaimana tidak sekarang di perusahaan xavion cops nanda sedang uring uringan karena rendy,begitupun dengan lana yang berada di lantai berbeda di perusahaan franziska cops sedang memaki maki sang kakak karena libur di hari yang tidak tepat.
“apakah kamu sudah makan siang”sambung rendy bertanya kepada rania.
“belum”ucap rania sambil megelengkan kepalanya.
“jangan biasakan kayak gini,nanti kamu sakit.untung tadi aku membelikan kamu makanan tadi”ucapnaya sambil membuka bungkus makanan itu lalu diletakan di meja dekat sofa.
“makan cepat”perintah rendy.
“bentar ini tinggal sedikit”jawab rania yang masih fokus dengna dokumen itu.
“yang”rendy memandang rania dengan tatapan tajam.
“hmm”tetapi hanya di jawab rania dengan singkat tampa melihat ekspresi rendy.
“sayang”panggil rendy lagi.
“apa?”sahut rania menaikkan satu alisnya tetapi mayanya masih tertuju ke berkas itu.
Dengan cepat rendy mendekat ke arah rania lalu mengambil berkas yang berada di tangan rania.tetapi dengan gerakan cepat rania menutup berkas itu dan menjauhkan tangannya.
“mau apa?”ucapnya dengan wajah datar.
“yah mau ngambil berkas yang ada di tanganmu,supayan kamu makan”jawab rendy.
“tinggal sedikit nangung”rania mengubah ekspresi datarnya dengan memunculkan senyum tipis di bibirnya.
__ADS_1
“tapi kan ini jam istirahat udah lewat loh”peringat rendy sambil bersendekap dada.
“iya calon suami aku,duduk dulu ya sama anak kita ini mau selesai,oke”dengan bujuk rayu dari rania akhirnya rendy mengalah,bagaimana tidak baru dipanggil calon suami saja sudah senyum senang.
***
“apa ini!! kenapa dia bisa lolos begitu saja akh”teriak wanita itu kepada bawahanya.
“maaf bos dia sangat cerdik dan bisa bela diri”jawab bawahanya dengan kepala yang menunduk.
prang
“sialan”wanita itu berteriak kencang bahkan memecahkan barang yang ada di sekitarnya.Para bawahanya tidak berani untuk mengentikan bosnya itu.datanglah seorang laki laki paru baya masuk dengan angkuhnya.
ceklek
“bersabarlah sayang kita akan menang,kita tinggal mencari kelemahanya saja”ucap pria paruh baya itu dengan nada remeh.
“jangan hanya berbicara saja kapan kita akan bertindak,aku sudah tidak tahan lagi”ujar wanita itu dengan nada frustasi karen tidak bisa mencapai tujuannya.
***
Saat pulang dari kantor rania terpaksa mengikuti kemauan rendy untuk menginap di rumahnya malam ini.mau tidak mau harus menurutinya karena tidak ada alasan untuk mengelak,karena semua barang untuknya dan kedua anaknya sudah disiapkan oleh rendy dari sebelum menemui rania di kantor.
Setelah sampai di kediaman franziska saat memasuki rumah sudah disambut oleh mama tia,papa dian dan kedua adik kembar rendy.tentu saja disambut dengan wajah bahagian tetapi tidak dengan lana yang menatap kakaknya dengan tidak biasa.
“yah jadi anak tiri lagi kita”seru sasa sambil tertawa.
“ngga papa kalian kan udah besar,masa masih iri sama yang masih bayi”ledek papa dian.
“iya deh ngalah udah gede,ini lagi satu kenapa mukanya lempeng banget?”tanya sasa melihat kembaranya itu.
“tanya saja pada yang bersangkutan”jawab lana dengan wajah kesal.
Sedari tadi rania hanya diam memperhatikan sekitar,terlihat ada yang jangal dengan beberapa sisi dari kediaman keluarga franziska.penglihatan dan pendegaran rania terbilang cukup tajam,dia mencoba untuk tenang seola mendengarkan penbicaraan tetapi dengan mode mengawasi.
*“cctv tersembunyi dan penyadap suara ya”*ucapnya dalam batin sambil tersenyum menyeringai.
“yang”
“apa?”panggilan dari rendy membuyarkan konsentrasi rania mengamati sekitar.
__ADS_1
“kamu kenapa ngelamun?”tanya rendy.
“ngga papa kok”jawab rania.
“ayya kamu istirahat saja di kamar sasa,biar cucu mama sama mama aja ya”ucap mama tia.
“terserah mama saja yang penting mama senang”jawab rania sambil tersenyum tipis.
“terus aku tidur sama siapa?”sahut rendy dengan wajah sedih yang di buat buat.
“ya tidur sendiri,ya kali belum halal mau tidur sekamar”jawab sasa.
“ngebet banget”sahut lana.
“yeh sirik yang ngga punya pasangan”sindirnya kepada kedua adiknya.
“terserah,yang udah punya anak tapi belum di nikahin huh”ucap lana dan sasa kompak.sedangkan kedua bayi itu yang berada di strolli bayi tertawa ria seakan tau apa yang sedang terjadi.
“yuk yang”ajaknya pada rania.
“kemana?”tanya rania.
“ke KUA ngurus surat nikah”jawab rendy dengan enteng,sedangkan rania hanya mengelengkan kepala pelan.
***
Malam hari saat berada di kamar sasa,rania pun merasa aneh mengamati sekitar.sepertinya dugaanya benar bahwa hampir seluruh ruangan kecuali kamar mandi dipasang cctv serta alat penyadap suara.rania bergegas untuk masuk ke kamar mandi sebagai alasan,lalu meminta sasa yang berada di kasur untuk mengambilkan handuk untuknya.
“sa,ambilin handuk aku lupa bawa”perintah rania pada sasa.
“kebiasaan”sasa berdiri lalu mengambil handuk rania,ketika mendekat ke arah kamar mandi sasa terkejut,karena dengan mudah tangan sasa ditarik masuk oleh rania.
Sasa tidak bisa membuka suara karena mulutnya di bekap oleh rania.”sutt diamlah,kita harus cari cara untuk keluar dari rumah ini”ucap rania dengan berbisik.
Sasa menyingkirkan tangan rania dari mulutnya.”kenapa?”rania tau saat ini sasa sedang kebingungan dengan ucapanya tadi.
“kau tidak bisa berbicara dengan sembarangan,karena hampir seluruh tempat di kediaman ini sudah banyak cctv tersembunyi dan juga alat penyadap kecuali di kamar mandi.hubungi semua orang lewat ponsel dengan waktu yang berbeda dan jangan sampai bersuara”perintah rania dan sasa hanya mengiyakan saja karena tau sifat waspada sahabatnya ini sangat tinggi.
*“tidak akan ku biarkan kalian menang”*batin rania dengan wajah datar dan dinginnya.
Rania membuka ponselnya untuk mengirimkan pesan kepada seseorang.
__ADS_1
“Rentas semua alat pengintai di kediaman franzizka dan cari tau apakah orang yang sama dengan penyelidikan waktu lalu.kirim mobil ke kediaman franziska secepatnya tunggu dari jauh saja”