Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
sidang perebutan hak asuh


__ADS_3

Tak tau diri itu kata yang sangat tepat menggambarkan sifat menentang Andrian chandresh yang menginginkan si kembar tetapi tak tau keadaan dan situasi apa sekarang yang dihadapinya.


"tidak tau atau tidak mau tau, perbedaan orang sepertimu dan orang bodoh hanya sebatas perumpamaan saja"selah Rania sambil berdiri dari duduknya dan berlalu menaiki lift.


saat itu Rendy yang akan mengikuti Rania naik ke lantai atas mendadak ponselnya berdering.


"jangan mengikuti ku, tetap di sana"ternyata yang menelponnya adalah istrinya yang baru saja naik ke lantai atas mengunakan lift.


mau tidak mau Rendy harus kembali duduk berhadapan dengan keluarga chandresh.


dua puluh menit kemudian akhirnya Rania turun dengan mengunakan pakaian formal yang bisa dia gunakan untuk bekerja.


sedangkan yang berada di ruang tamu semuanya bingung dengan penampilan Rania.


"kenapa?"tanya Rania sambil menaikkan kedua alisnya.


"sayang kamu mau kemana?"bukan malah menjawab Rania malah ditimbun pertanyaan balik oleh suaminya.


"membuktikan bahwa aku berhak atas anak kembar ku"kalimat akhirnya diakhiri dengan penuh penekanan.


"bukankah tadi anda menginginkan keadilan? baiklah ayo kita berangkat ke pengadilan sekarang juga"ucap Rania sambil menatap ke arah tuan Andrian dengan tajam.


aura dingin yang selalu membuat seluruh bawahannya menjadi takut dan ditambah baju formal yang sangat penuh wibawa membuatnya menjadi sosok yang seperti dulu sebelum dia berangkat ke Singapura.


"Nia..Nia Tolong jangan seperti ini, bisakah kita bicara secara kekeluargaan?"tanya Dayyan yang mencoba membujuk Rania.


"benar nak, biasakan berikan kami kesempatan?"ibu dari Dayyan pun membenarkan ucapan putranya.


"tapi aku sedang tidak mau lepas kendali, perkataan tuan Andrian sebelumnya yang membuatku memilih jalan ini"jelas rania sambil meletakan sebuah foto copy kartu keluarga,surat hak asuh,dan akte kelahiran anak kembarnya.hanya buat jaga jaga jikalau ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.


"baik mari kita ke pengadilan"mantap tuan Andrian berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"pa,jangan gila......belum tentu kita bisa bertemu anak Daniel"bantah Dayyan dengan nada dingin.


"tapi aku yakin,mereka memiliki darah keluarga chandresh, kenapa aku harus takut kalah olehnya?"ucap tuan Andrian dengan angkuhnya.


belum sempat Dayyan membantah sang papa,di depan pintu sudah kedatangan tamu yang penting.


"Anda terlalu angkuh untuk menghadapi Rania"ucap tamu penting itu lalu dia melangkahkan kakinya mendekati Rania.


"Vero?kenapa kamu berada di sini nak?"tanya mama dari Dayyan karena memang yang dia tau Veronica adalah kekasih Dayyan tetapi tidak tau hubungan antara Rania dan Veronica meskipun dia pernah melihat mereka bersama saat satu tahun yang lalu.


"siapa kamu berani ikut campur disini?"tanya tuan Andrian,yang dia tau Veronica adalah kekasih anaknya yang tidak dia restui dan teman dari perempuan yang ada di depannya.


"siapa anda berani bertanya kepada keluarga saya?"bukan memberi cela agar Veronica menjawab Rania malah bertanya balik kepada orang tua tak tau diri itu.


"jangan semakin memperumit masalah ini,ayo kita berangkat ke pengadilan dan menyudahi masalah ini"ucap tuan Andrian.


"baiklah, dengan senang hati"jawab Rania dengan senang smrik khasnya.


...*****...


itu semua karena yang masuk ke dalam organisasi Avega tidak hanya sebagai pengawal bayaran tetapi mereka juga memiliki profesi utama lainnya.memang di organisasi Avega tidak memandang mereka miskin atau kaya yang penting mereka memliki niat baik untuk bergabung,tapi jangan salah prosedur masuknya juga dibilang cukup sulit.


"menurut bukti bukti yang kami dapatkan bahwa tuan Rendy xavion Rahardian Franziska dan nyonya Rania abaya xavion adalah wali atau orang tua sah dari Alexis Xavier dan Alden Xavier. surat surat lengkap sudah diurus dari pihak tuan Rendy sejak kedua anak itu lahir dan orang tua kandung mereka sudah meninggal sejak mereka lahir"pengacara keluarga xavion pun angkat suara saat perdebatan dengan pengacara keluarga chandresh semakin memanas.


"tapi tuan hakim pihak keluarga terkait yaitu keluarga chandresh adalah keluarga yang memiliki hubungan darah dengan Alexis Xavier dan Alden Xavier, seharusnya mereka mendapatkan hak penuh untuk mengasuh mereka"sahut pengacara dari pihak keluarga chandresh.


"maaf tuan hakim saya memiliki sebuah bukti rekaman video yang terkait dengan kejadian beberapa tahun yang lalu"selah pengacara dari pihak keluarga xavion.


"tunjukkan bukti tersebut"setelah hakim menjawab pengacara itu langsung menyalakan layar konektor.


*dalam video itu berisi bagaimana kehidupan ayah kandung dari Alexis Xavier dan Alden Xavier yang selalu menderita lalu pergi dan meninggalkan semua bahkan sudah keluar dari kartu keluarga untuk mencari jati diri barunya dan dimana kejadian setelah akhir hayatnya karena dibunuh oleh paman tirinya sendiri dengan dalih saudara kembarnya.bahkan video Rania membongkar identitasnya pun ada sebagai bukti diaman janji yang Rania tepati saat pembicaraan saat itu.

__ADS_1


FLASHBACK ON


kembali kepada Baruna yang saat ini sudah hampir kehilangan kendali karena jawaban dari Andrian chandresh yang mengatakan bahwa anaknya sudah tercoret dari hak waris karena dia memilih menyerah.


"aku tidak perduli soal itu, sepertinya rasa sayang mu hanya sebatas melahirkan seorang pewaris.sepertinya hatimu sudah mati"ucap Baruna yang sudah emosi.


"memang siapa dirimu berani ikut campur masalah keluarga ku"tantangannya dengan tidak tau diri.


Baruna melepaskan softlens berwarna biru,mengambil pembersih makeup dari Veronica lalu menghapus makeup ala pria dan rambut palsunya membiarkan rambut aslinya tergerai panjang sepunggung.semua orang di sana tentu kaget karena Baruna adalah Bahkan keluarga Franziska dan Rendy sendiri sampai melongo.


"kau pasti mengenalku, empat tahun yang lalu kau pernah bertemu direktur dari perusahaan Franziska cops yaitu aku Rania abaya.hanya satu yang kuinginkan* jangan pernah mengambil kedua anakku suatu saat nanti *jika sudah sadar akan kesalahan mu"ucap Rania dengan penuh penekanan pada kata jangan.lalu pergi dari hadapan tuan Andrian menuju ke arah anak anaknya.


FLASHBACK OFF*


semua yang berada di ruangan tersebut sebagai saksi ikut geram dengan bukti nyata tersebut. bagaimana ada seorang keluarga yang tak tau diri yang mengambil hak setelah bertahun tahun tidak mereka cari, bahkan seharusnya hak tersebut sudah hilang.


hanya mementingkan seorang pewaris tidak tau akan nasib yang harus dihadapi anak mereka yang merasakan tertekan secara lahir batin.


"sidang ditunda selama dua jam"


Duk


Duk


Duk


palu diketuk tiga kali oleh hakim dan sidang pun ditunda semua orang keluarga dari ruangan pengadilan itu.


...*****...


setelah dua jam inilah hasil yang ditunggu tunggu oleh semua orang terutama keluarga chandresh.

__ADS_1


"keputusan sidang sudah diambil,bahwa keluarga chandresh...


Happy reading


__ADS_2