Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
rumah baru


__ADS_3

...Belajarlah menghargai karena tidak semua rasa penyesalan bisa dibayar dengan kata maaf...


saat ini Rania berada di dapur rumahnya bersama dengan ibunya menikmati waktu memasak bersama.sudah dua hari berada di sana, menikmati waktu luang sebelum memulai aktivitas sibuknya lagi.


"ayya,kamu ngga melanjutkan hubunganmu dengan nak Rendy ke jenjang pernikahan?"tanya Bu Nina bagaimanapun juga Rendy selalu baik dikala Rania tidak ada.rendy selalu mendatangi rumah orang tua selama tiga bulan sekali untuk bertukar kabar.


"tidak akan Bu, ayya mau sendiri saja mengurus ketiga anakku.lagi pula pasti mas rendy juga sudah punya pengganti ku"elak Rania dengan dirinya masih fokus menyiapkan makanan untuk semua orang.


"tapi ayya pikiran sekali lagi,nak Rendy sering kesini hanya untuk bertukar kabar mengantikan kamu"ucap Bu Nina yang sudah menganggap Rendy seperti anaknya sendiri.rendy yang berusaha mengantikan sosok Rania di samping mereka.


"Rania sudah memikirkan semuanya sebelum kembali, Rania ini bisa dikatakan seorang kriminal"ujar Rania sambil menata makanan di meja makan.bu Nina hanya bisa pasrah melihat keras kepala Putrinya.


ya memang Rania sudah mengakui kepada ayah,ibu dan kakaknya bahwa dirinya juga masuk ke dunia bawah.awalnya mereka kaget dan marah,tetapi karena alasan kuat Rania membuat kedua orang tua dan kakaknya meminta maaf atas kejadian di masa lalu.


flashback on


"ayya memang salah masuk ke dunia bawah,tapi apa kalian tau bahwa semua itu demi melampiaskan sesuatu yang mungkin sudah lama terjadi di masa lalu"perkataan Rania membuat mereka tidak bisa bersuara lagi.


"trauma,satu kata yang membuat hidupku harus jungkir balik, berjuang mendapatkan segalanya dengan ambisi untuk kuat tanpa bantuan orang lain"sambungnya dengan air mata yang menetes.


"maafkan kami nak, tidak bisa menjadi orang tua yang baik"ucap kedua orang tuanya dengan tatapan penyesalan.


"maafin kakak yang ngga bisa ngertiin keadaan adek"ucap fikri kakak Rania.


"tidak,itu bukan salah kalian.aku sadar dengan ini diriku bisa mencapai titik ini"Rania sudah berdamai dengan masa lalunya,dia mencoba bersikap dewasa.bahwa semua yang didapatkan dirinya saat ini adalah buah manis dari masa lalunya.


flashback off


...*****...


setelah beberapa hari berada di rumah orang tuanya, Rania berniat kembali ke ibu kota.dia sudah membangun rumah baru yang cukup besar dari satu tahun yang lalu.rania juga berniat memboyong keluarganya untuk tinggal di ibu kota.setelah perdebatan yang panjang akhirnya keluarganya mengalah dan ikut ke ibu kota bersama Rania besok.


perlu diketahui Rania juga mempunyai perusahaan sendiri, perusahaan pusat yang berada di los angeles dan sekarang sudah di pindahkan ke Indonesia.tetapi kepemilikan masih atas nama baruna.dia juga mengurus perusahaan milik mendiang kedua orang tua Arsene bisa dikatakan orang yang menitipkan Arsene sejak dia berusia satu tahun.


"mommy.."suara ketiga anak Rania yang mencapai keberadaannya.

__ADS_1


"mommy di ruang tamu"ucapnya sambil meletakkan iPad miliknya dan menutup berkasnya.


"mom ndong (mom gendong)"ucap kedua bocah kembar itu bersama sambil merentangkan kedua tangannya.


Rania tersenyum melihat tingkah anaknya itu"sini mommy pangku aja ya"segera mereka mendekati Rania lalu duduk di pangkuannya,lalu Arsene yang bersandar di pundaknya.


"kalau masih ngantuk tidur di kamar sama aunty dan uncle"Rania melihat anaknya masih menguap beberapa kali.


"aku mau sana mommy aja"ujar Arsene sambil memejamkan mata.


melihat anak anaknya kembali tertidur membuat Rania menghela nafas.kebiasaan tidur anak anaknya jika dirinya berada di rumah selalu seperti itu.entah Rania berada di ruang kerjanya sekalipun mereka tetap mencarinya dan tidur di dekatnya.


Rania mengambil iPad miliknya lalu melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.kalau ditanya kemana keluarga Rania yang lain.mereka sedang menyiapkan barang barang untuk pindah.rumah ini akan menjadi tempat liburan jika ada waktu lunang nanti.


...*****...


Hari ini mereka sudah tiba di depan rumah baru yang Rania bangun dengan hasil kerja kerasnya.


"ayya ini rumah apa istana besar sekali"tanya fikri merasa terpukau dengan yang dilihatnya.sedangkan kedua orang tuanya tidak bisa berkata kata lagi melihat pencapaian anaknya.


"ayo masuk"


ceklek


"selamat datang nona, perkenalkan saya elis kepala pelayan di rumah baru anda"seorang perempuan berkisar usia empat puluh tahunan memberi hormat pada Rania hanya membalas dengan anggukan kepala.


sedari tadi mereka berkeliling dengan karena para anak-anak tertidur di kamar yang disediakan masing masing.setelah selesai berkeliling Rania pamit untuk pergi keluar melihat perusahaan yang sudah dipindahkan ke Indonesia.nama perusahaan yang dipegang Rania adalah RA company miliknya sendiri dan tyrion company yang diberikan mendiang kedua orang tua Arsene saat Arsene dewasa nanti.


Rania memasuki perusahaan dengan berwibawa dan tatapan yang mengintimidasi.semua yang disana pasti tau bahwa dia adalah CEO mereka dari cara berpakaian serba mewah.


cara berpakaian Rania dulu dan sekarang sangat berbeda jauh mungkin dulu dia hanya mengunakan pakaian formal seadanya saja,tetapi sekarang sudah mengunakan fashion dari seorang desainer ternama karena paksaan dari Veronica.


"kau ini sekarang CEO dua perusahaan bukan seorang direktur lagi, pakai pakaian yang fashion dong biar keren"ucap Veronica saat itu.


"selamat datang nona Rania, perkenalkan saya sekertaris baru anda nama saya Elsavira Nadia "ucap seorang perempuan cantik berusia dua puluh satu tahun itu.

__ADS_1


"apa kabar Elsa?"tanya Rania kepada Elsa seorang remaja yang dia tolong tiga tahun yang lalu dari seorang laki laki brengsek.sejak saat itu Elsa dikirim ke organisasi Avega dan diberi biaya untuk kuliah.


"baik,ini semua berkat anda nona Rania"jawab Elsa sambil tersenyum manis.


"tidak usah terlalu formal, panggil aku kakak sepeti dulu"ucap Rania.


"baik kak"


setelah sampai di ruangan barunya Rania mulai bekerja dengan setumpuk berkas dan juga laptop di depannya.saking fokusnya Rania tidak sadar ini sudah sore dan melewatkan jam makan siangnya.


tok


tok


tok


"masuk"jawab Rania lalu kembali berkutat dengan pekerjaannya.


ceklek


"mom, mommy ngga pulang?"tanya Arsene yang baru saja masuk ke ruangan Rania diikuti oleh veronica.seketika Rania menghentikan pekerjaannya.


"mommy belum selesai, pulangnya mungkin nanti malam"jawab Rania.


"mommy tadi sudah makan siang?"tanya Arsene lagi.


"sudah boy"jawab Rania singkat.


"jangan berbohong Nia, sekertaris mu berkata kau tidak keluar sama sekali saat jam makan siang tadi.bisa tidak hentikan kebiasaan buruk mu itu"Veronica sudah pusing mengingatkan temannya itu berkali kali untuk tidak telat makan dan begadang.


"kau ini cerewet sekali"gerutu Rania.


"mommy makan ya ini kakak bawa makanan, kakak suapin"rayu Arsene kepada Rania.


"kakak mau suapin mommy?"Arsene membalas dengan anggukan kepala"baiklah kemari lah"Rania berpindah duduk di sofa.dan terjadilah aksi suap suapan antara ibu dan anak itu dengan Veronica yang memperhatikan mereka.

__ADS_1


"ternyata bahagia mu itu sederhana ,tapi di dalam hati kecilmu masih terdapat banyak penyesalan yang ada"


__ADS_2