Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
3 tahun yang dilewati(season 2)


__ADS_3

Tiga tahun kemudian


"mommy....mom..... mommy"panggil seorang anak mencari ibunya.


"mommy ada di sini,baby Ald sudah bangun rupanya"ucap sang ibu yang baru saja dari dapur berjalan mendekati anaknya yang baru berusia tiga tahun.


"mom ndong ade ape(mom, gendong,adik capek)"ucap anak itu dengan wajah imutnya.


"baby Ald capek kenapa?,sini mommy gendong"ucapnya sambil mendekati anak itu lalu menggendongnya menuju ruang bermain.


"ape alan caliin mommy(capek jalan cariin mommy)"jawab anak kecil itu dengan raut wajah yang menggambarkan dirinya itu lelah.padahal kamar tidur dan dapur tidak jauh.hal itu membuat ibunya gemas melihatnya.


saat asik berbicara terdengar suara tangisan yang keras dari kamar.


"huuwaa....mommy....mom.....huwaaa....hiks....mom"suara itu semakin keras terdengar ke arah ruang bermain.


"aduh Nia baby Ale nangis nih ngga mau diem.aku mau tidur ngga bisa"ucap Veronica menggendong baby Ale yang masih menangis.


"Huwaaa...mommy ndong... mommy"tangis baby Ale semakin keras karena tidak kunjung digendong oleh Rania.


"baby Ald main dulu ya"tutur Rania memberi pengertian kepada anaknya.


"ote mom,tata engeng(oke mom, kakak cengeng"setelah itu baby Ald berlari menuju kolam yang dipenuhi bola.


"huwaaa......mommy"tangis baby Ale semakin kencang mendengar ejekan sang adik.


Rania langsung mengambil alih menggendong baby Ale lalu di timang timang pelan.


"Nia,aku tidur dulu ya di kamar baby twins ya"ucap Veronica meminta izin kepada Rania.


"punya kamar sendiri kan,suka banget tidur di kamar anak aku"ucapan pelan sambil menidurkan anaknya.


"habis bau bayi itu ngangenin"sahut Veronica dengan mata sedikit ditutup.


"makanya nikah sana nanti dapat bayi"ujar Rania sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


"ngga dulu deh,kau aja dulu aku ikhlas kok..hoamm"balas Veronica dengan mata yang tertutup dan menguap.


"dasar"Rania tinggal di negara Singapura sudah tiga tahun.di negara tersebut Rania di berikan pengobatan ekstra oleh veronica.dari mulai dirinya masih kritis,lalu berujung koma selama satu tahun.setelah terbangun dari koma Rania memulihkan diri dan minta dipanggilkan dokter Vivi datang ke Singapura untuk melanjutkan penyembuhan trauma.


sedangkan Demian sudah bangun satu tahun yang lalu dari komanya.dua tahun koma membuat Demian harus bangkit secepatnya karena harus merebut kembali hak miliknya.


tetapi karena racun berbahaya belum hilang sepenuhnya di dalam tubuh Demian, dia bisa saja kehilangan nyawa kalau tidak memulihkan tubuhnya terlebih dahulu.karena pokok utama racun ini menyerang stamina dan kekebalan tubuh penderita jika tidak hilang sepenuhnya.sekarang Demian dan Rania sudah sepenuhnya sembuh, mereka sudah memulai rencana yang direncanakan sebelumnya.


target pertama pembasmian hama keluarga Alexander dan yang kedua kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan masalah tiga tahun lalu.kedua anak Rania tumbuh dengan sehat dan penuh kasih sayang.


...*****...


Brak


"sudah aku bilang berkali kali,aku tidak ingin menikah apa kalian tuli"bentak Rendy sudah geram dengan permintaan dari orang yang paling di benci olehnya.


"Rendy umur mu tidak muda lagi,kau sudah kepala tiga lupakan perempuan itu menikahlah dengan pilihan nenek"ucap sang nenek dengan nada tinggi.


"tidak akan selamanya, jikapun aku tidak menikah seumur hidup.aku lebih baik melajang seumur hidup dari pada menikah dengan wanita sepertinya"bantah Rendy sambil menunjuk wanita itu.


"hiks..hiks kenapa kak Rendy berkata seperti itu,aku dari dulu mencintai kakak"ucap wanita itu dengan nada sok imut yang menurut kakak dan adik serta kedua orang tua Rendy merasa jijik.


"aku..kan hanya ingin membantu kak Rendy hiks.. lupakan wanita itu sudah mati.apa yang kau harapkan dari sebuah mayat dan dia hanya anak dari golongan bawah"ucapannya sedikit menyingung tentang Rania.


"Rania tidak memiliki sifat yang teladan yang dimiliki hanyalah sifat kurang ajar dan tidak tau diri.apa yang kau banggakan dari dirinya"semakin berbicara panjang wanita tersebut semakin kelewat batas.rendy sudah mencoba menahan emosi, tangannya sudah terkepal erat hingga memutih.


"cukup!!!"suara keras keluar dari mulut seorang Sasa membuat semua orang menoleh kearahnya, dirinya yang sudah bersabar dan diam.dia sudah muak melihat wanita di depannya itu seenaknya menghina sahabatnya.sasa mendekat ke arah wanita itu dan..


plak


semua yang berada di ruangan itu merasa syok,Sasa adalah tipe anak yang diam dan suka bercanda dia jarang marah.


"kau tidak berhak menilai sahabatku sebelah mata, memangnya siapa kau berani sekali menghinanya.lebih baik dari golongan bawah tapi memiliki etika yang baik,dari pada orang sepertimu yang memiliki status tinggi tetapi tidak memiliki adab dan etika"jelas Sasa penuh penekanan.


"apa hak mu menilai ku seperti itu?"tanya wanita itu tidak terima akan perilaku Sasa.

__ADS_1


"dan akan ku kembalikan lagi perkataanmu apa hak mu menilai sahabatku seenaknya,oh.. apakah dirimu tidak bisa berkaca akan perilaku mu yang sebenarnya nona Lola Amaria Monroe"balas Sasa membalikkan ucapan wanita itu dengan telak.


"kau.."ucapan Lola terpotong karena perkataan Rendy.


"kau pergi sekarang atau ingin diseret keamanan?"tanya Rendy dengan nada mengintimidasi.tentu saja Lola langsung pergi tanpa pamit karena merasa sangat malu.


"nenek lihat bagaimana perilakunya,apa yang seperti itu baik untuk kakakku.melihatnya saja aku sudah tidak Sudi dia jadi kakak ipar ku"ujar Sasa lalu kembali ke kamarnya.


"nenek tidak usah ikut campur soal kehidupan ku,biar aku yang menentukannya sendiri"ucap Rendy lalu beralih ke luar rumah untuk ke suatu tempat.


...*****...


setelah pertengkaran tadi siang Rendy memiliki untuk bekerja yaitu ke Franziska cops.dia jarang sekali menginjakkan kaki di perusahaannya,dia memilih ke perusahaan milik keluarganya dan hanya mau menempati ruangan yang pernah digunakan Rania untuk bekerja saja setiap harinya.


baginya itu adalah kenangan terakhir yang dia miliki selama tiga tahun ini.bahkan dia menempati apartemen Rania untuk melampiaskan rasa rindunya terhadap sang kekasih dak kedua bayi kembar itu.yang lebih membuat tercengang adalah dia membiarkan semuanya tetap sama dan utuh pada tempat dan tidak pernah sekalipun mengubahnya.


"sayang bagaimana kabarmu disana,kamu bahagia kan? tunggu aku ya"ucap Rendy menatap foto Rania yang berada di meja kerja itu dengan sejuta rasa rindu.


"maaf ya aku belum bisa menemukan kedua anak kita.aku yakin mereka pasti ketemu.padahal dulu mereka alasan aku bisa melihat dirimu terus menerus"ya seperti itulah yang setiap hari dilakukan oleh seorang tuan Rendy xavion Rahadian franziska seorang CEO yang dikenal dingin bisa hampir gila karena ditinggal pergi untuk selamanya oleh kekasihnya.berbicara dengan foto Rania setiap hari sambil menemaninya bekerja.dia cukup gila karena kehilangan satu bintang dalam hidupnya.


.


.


.


hola selamat datang di season 2 disini ada tambahan untuk kelucuan kedua bayi kembar Rania dan rendy yang sudah berumur 3 tahun semoga suka.


"ungu elucuan Ami ya tata tata mua"


.


.


.

__ADS_1


.


Thank you


__ADS_2