
setelah makan Rania meminta keluarga Franziska untuk datang ke ruangannya menjelaskan situasi yang terjadi.dari pembicaraan itu mereka memutuskan untuk menetap di markas ini dan mengambil cuti kecuali Rendy dan Rania.
tentu saja itu semua sudah difikirkan matang matang oleh rania.memang awalnya ingin hanya dia yang keluar tetapi Rendy tetap memaksa ikut.
setelah pembicaraan itu selesai Rania pergi menemui dokter Gery sesuai janjinya tadi setelah itu pergi ke perusahaan Franziska untuk membuat Rendy.sedangkan Rendy memilih pergi ke perusahaan Franziska cops terlebih dahulu setelahnya Rania tiba dia akan pergi ke perusahaan xavion cops miliknya sendiri.
ceklek
"kakak akhirnya sampai juga"ucap Luis yang melihat Rania baru saja membuka pintu.
"kembali ke markas Luis"balas Rania dengan wajah datar dan tatapan mata tajam.
"tidak,aku masih ingin disini"jawab Luis dengan nada acuh pada Rania.
"kalau kau tidak kembali ke markas,aku pastikan kau tidak bisa bertemu kakakmu lagi"ucap rania dengan tatapan penuh ancaman.
"tapi kak.."belum selesai Luis membantah sudah diberikan tatapan tajam dan membunuh oleh Rania.
Dandi yang berada di sana tau situasi saat ini sedang tidak baik.maka dari itu dia pun turun tangan untuk membantu Rania.
"Luis sebaiknya kita kembali saja, kakakmu pasti baik baik saja dan ada Rania yang menjaganya"ucap Dandi meyakinkan Luis agar mau kembali.sambil menarik Luis agar keluar dari ruangan itu.luis hanya menurut baginya tidak ada gunanya untuk melawan toh itu untuk kebaikan kakaknya.
setelah di ruangan itu hanya tersisa dirinya dan Demian barulah Rania mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"masuklah, sudah aman"ucapannya di telpon setelah itu langsung mematikan sambungan telepon tersebut.
ceklek
terlihat seseorang masuk dengan mengunakan baju formal dengan memakai topi hitam dan masker hitam.
"maaf merepotkan mu"ucapannya saat masuk ke dalam ruangan.
"tidak apa,ini sesuai janjiku"balas Rania setelah itu dirinya bergegas keluar meninggalkan kedua orang itu.rania pergi ke ruangan dokter Gery untuk membahas mengenai kepindahan pengobatan Demian ke Singapura besok secara diam diam.karena musuh tau kalau Luis masih berada di Indonesia saat ini bisa saja mereka mengetahui bahwa Demian masih hidup.bisa saja nanti terjadi percobaan pembunuhan lagi kepadanya.
...*****...
setelah menyelesaikan semua pekerjaannya Rania bergegas untuk kembali ke markas.tetapi dia mengurungkan niatnya karena ada dua mobil yang membuntutinya dari belakang sejak dirinya berada di area perusahaan Franziska cops.
hari ini Rania tidak mengunakan motor sport miliknya,dia terpaksa mengunakan mobil seadanya yang berada di markas.sedangkan mobilnya sendiri yang terpasang berbagai alat pelindung di bawa oleh Rendy atas permintaan Rania.
satu mobil yang ada di belakangnya mencoba menyelip agar bisa menghentikan mobilnya.dengan cepat Rania menghalangi jalan dan menambah kecepatan mobilnya.rania mengarahkan mobilnya ke arah yang berlawanan arah dengan markas.
__ADS_1
situasi semakin genting saat Rania memasuki area jalan yang sepi dan tidak ada pengendara yang lewat.lebih tepatnya hampir mengarah ke arah hutan.rania menekan cincin yang berada di jari telunjuknya sebagai tanda akan bahaya yang langsung tersambung ke seluruh keamanan markas.dengan cincin itu juga bawahan Rania dapat melacak keberadaannya.bahkan bisa digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh melalui sambungan ponsel.
"nona apakah anda bisa mendengar saya"
terdengar suara dari ponsel Rania yang sudah dihubungkan dengan cincin yang dalam mode bahaya.
"iya aku mendengar mu"jawab Rania dengan nada agak keras.
"Tim pengawal sudah dikerahkan dipimpin oleh tuan Dandi sekarang menuju lokasi anda"
Rania kurang fokus karena menghindari serangan dari mobil yang mengikuti dibelakangnya.agaknya ada hampir tiga kali tembakan dalam tiga detik.mungkin Rania masih bisa menghindari tiga tembakan itu,tetapi saat tembakan ke lima langsung mengenai bagian belakang mobil dan juga ban mobilnya.sehingga membuat Rania mau tidak mau harus banting setir dan akhirnya menabrak sebuah pohon besar.
BRAAAKK
suara tabrakan yang cukup kencang Antara mobil dengan pohon besar itu.keadaan Rania saat ini masih sadar sepenuhnya tetapi luka yang didapat cukup parah pada bagian kepala dan juga kaki.
dengan mengerahkan sisa tenaganya Rania turun dari mobil itu dengan keadaan kepala yang sudah bercucuran darah.rania menuju ke arah dua mobil yang berhenti di belakang mobilnya.tentu Rania membawa senjata dan juga alat komunikasi jarak jauh.
"siapa kalian?"tanya Rania dengan tatapan mematikan sambil menodongkan senjata ke arah lawan bicaranya.
"kami adalah orang yang akan menghilangkan nyawamu"ucap ketua dari delapan orang yang mengikuti Rania tadi.
"kurang ajar,serang"
pertarungan satu lawan sembilan orang yang tidak seimbang terjadi.demi mempertahankan dirinya Rania bahkan memaksa kakinya agar bergerak dengan baik dan cepat.
dorr
dorr
dorr
beberapa saat Rania tidak bisa menyerang dari jarak dekat.dia bahkan sampai tertembak dua kali di bagian lengan dan kaki.
***dorr
dorr
akhh***
rania berhasil menemukan celah dan akhirnya dirinya bisa menyerang dari jarak dekat.
__ADS_1
bughh
bughh
bughh
jarak dekat membuat bisa membuat Rania leluasa menyerang tetapi karena luka parah yang dideritanya dia tidak bisa menyerang lebih dari lima puluh persen kekuatannya.terpaksa Rania mengunakan ilmu totok untuk melumpuhkan mereka beberapa jam.
bughh
Rania terkena serangan di bagian perut yang membuat dirinya semakin lemas dan mulutnya sudah banyak mengeluarkan darah karena tendangan yang sangat keras di bagian perutnya.
jleb
Rania menusuk bagian jantung dengan pisau yang disimpannya di dalam jas bagian belakang pada satu musuh yang tersisa.
"haaa!!"Rania menghela nafas panjang rasanya saat bertarung oksigen berkurang dengan sendirinya.
brug
dia sudah tidak bisa menahan tubuhnya untuk tetap berdiri.dia jatuh terduduk dalam keadaan baju yang sudah bersimbah darah dimana mana.
citttt
terdengar suara beberapa mobil berhenti di belakang mobil musuh yang menyerangnya tadi.
"Rania"pemilik nama mencari sumber suara itu.
ternyata Dandi dan Tim pengawal yang baru datang ke tempat kejadian.tidak hanya itu ternyata ada Rendy dan Lana yang mengikuti mereka.
"bawa mereka semu ke markas"perintah Dandi kepada para tim pengawal.
"maaf kami terlambat, karena ini sudah masuk daerah hutan jauh dari pusat kota"Dandi mencoba membantu Rania berdiri.
"sengaja ku arahkan kesini memang"ucap Rania dengan menahan rasa sakit.
"sayang, kita ke rumah sakit sekarang"ucap Rendy mengambil ahli untuk membawa Rania.
belum menjawab Rendy, Rania sudah kehilangan kesadaran karena terlalu banyak mengeluarkan darah.rania hanya bisa mendengar sayup sayup suara Rendy berteriak menyebut namanya dengan Isak tangis.dia hanya bisa pasrah sangat berat untuk membuka matanya akibat banyaknya tenaga yang terkuras dan banyaknya luka yang di dapat Rania.
"kejadian yang tidak asing bagiku"
__ADS_1