
setelah masalah, sekarang saatnya meluruskan seluruh masalah yang lainnya.saat ini Rania sedang berada di ruang kediaman Franziska bersama ketiga bersaudara dan ketiga anaknya sedangkan kedua tangan kanannya membereskan perintah Rania.
"sekarang jelaskan sayang" ujar Rendy dengan penekanan di akhir katanya.
"selama tiga tahun aku dibawa oleh Vero ke Singapura untuk menjalani pengobatan bersama Demian.aku koma selam satu tahun dan setelah bangun aku menjalani pemulihan secara fisik maupun mental.setelah itu membangun semuanya selama satu setengah tahun dan sekarang aku sudah bisa berdiri di kakiku sendiri"jelas Rania dengan diakhiri dengan senyum tipis.
"kamu tidak apa kan sekarang?luka tembak kemarin apakah sudah sembuh?"tanya Rendy khawatir karena dengan kesimpulan yang menyelamatkan dirinya waktu di Italia adalah orang yang dicarinya.
"apa!!luka tembak!!!"pekik seluruh anggota keluarga Rendy.
"sudah hampir sembuh,ini tidak separah luka sebelum sebelumnya"jawab Rania enteng.
baginya sih ringan,tapi bagi orang lain tidak.
jawaban yang baru saja Rania berikan membuat Rendy sadar bahwa istrinya ini orang penantang bahaya.
"lalu bagaiman bisa luis,baby Ale dan baby Ald ada bersama kamu?"tanya Rendy lagi.
Rania menjelaskan bahwa kedua anak kembarnya dibawah oleh orang suruhan Veronica begitu juga dengan Luis yang mereka bawa.semua sudah direncanakan sejak awal karena beberapa hari sebelumnya Rania selalu merasa tidak enak hati setelah mengetahui masalah pengintaian keluarga Franziska dan penculikan anaknya.
setelah menyelesaikan semua pembicaraan, mama Tia meminta ketiga bersaudara itu untuk menginap.
Rania sudah pasti tetap berada disana, Karena sekarang dia adalah seorang istri dari Rendy xavion Rahadian Franziska.
"pengantin baru silahkan menuju kamar, urusan anak anak biar kami yang urus"goda Veronica yang langsung dihadiahi jitakan oleh Rania.
"nanti bagaimana kalau si kembar mencari ku"Rania mencoba mencari alasan, sebetulnya dirinya belum siap untuk malam ini.
"ngga papa mom,kan ada sen.buatin sen adik perempuan aja ya mom kan kalau mommy sama Daddy tidur berdua adiknya bisa muncul"sahut Arsene yang berada di tengah tengah opa dan Omanya yang mengendong si kembar yang saat ini sedang tidur.
Rania tentu langsung melongo mendengar jawaban Arsene.
"kata siapa kamu?"tanya Rania pada Arsene.
__ADS_1
"kata aunty Vero,sen kan juga pengen punya adek banyak tapi harus perempuan ya mom"jawab Arsene dengan mudahnya yang membuat Rania menepuk dahinya pelan.
Rania langsung menatap tajam ke arah si pelaku, siapa lagi kalau bukan Veronica.sedangkan yang ditatap hanya terlihat biasa saja sambil mengarahkan pandangannya ke arah lain.
"ngga harus sekarang kok buatnya, kalian istirahat saja"ucap mama Tia.
Rendy langsung menarik tangan Rania dengan lembut untuk menuju kamarnya.tentu Rania hanya bisa pasrah karena hari ini dia sangat lelah.
ceklek
"masuk sayang,aku ngga bakal apa apain kamu kok"ucap Rendy saat melihat Rania masih di depan pintu kamarnya.
Rania pun masuk dengan langkah pelan,Rendy yang tidak sabaran langsung menarik tangan Rania mendekat ke arahnya dan menutup pintu kamarnya.
"mas mau ngapain?"tanya Rania gugup saat berada di dekapan Rendy.
"kenapa sayang bukankah kita sudah sah,ngga ada salahnya juga kan kita melakukan yang lainnya"goda Rendy sambil mengedipkan salah satu matanya dan tangannya mengusap pinggang hingga kebawah.hal itu membuat tubuh Rania seketika merinding.
"aku mau mandi"sahut Rania mencoba melepaskan pelukan rendy.setelah terlepas dia langsung berlari menuju kamar mandi.sedangkan rendy hanya bisa tertawa geli karena berhasil menjahili istrinya itu.
setengah jam kemudian Rania akhirnya menyelesaikan ritual mandinya.tapi dia baru ingat tidak membawa baju ganti dan memutuskan untuk mengintip dan melihat situasi apakah Rendy berada di kamar.
setelah tau Rendy tidak ada di kamar, dia langsung bergegas keluar dan masuk ke dalam ruang ganti.awalnya ingin meminjam salah satu baju milik suaminya.tetapi disana ternyata ada baju miliknya yang sudah tertata rapi di lemari.
saat keluar dari ruang ganti bertepatan dengan Rendy yang memasuki kamar.suasana menjadi sangat canggung antara keduanya.rendy memutuskan untuk masuk ke kamar mandi dan Rania berbaring di tempat tidur.saking lelahnya dia langsung terlelap untuk menyusuri alam mimpi.
selesai melakukan ritual mandinya dan ganti baju Rendy langsung menyusul Rania untuk tidur.melihat Rania sudah tertidur di sampingnya membuat senyum Rendy terbit.
"mimpi indah sayang, sudah lama aku menantikan hari ini tiba.good night"ucap Rendy sambil mengecup kening dan kedua pipi Rania penuh sayang.lalu tertidur sambil memeluk Rania.
"good night too"batin Rania.
...*****...
__ADS_1
mentari kembali menyinari bumi dengan begitu cerah, semua orang sudah memulai kegiatan masing masing.begitu juga Rania yang membantu mama Tia untuk memasak sebagai seorang menantu.
"ayya, bangunkan suamimu untuk sarapan"pinta mama Tia kepadanya.
"iya ma"Rania bergegas menuju kamar Rendy untuk membangunkannya.
"bangun mas"ujar Rania sambil menepuk lengan rendy.bukan malah bangun Rendy malah menarik Rania untuk tidur di dekapannya.
"mas lepasin, cepat bangun"ucap Rania tetapi tidak dihiraukan oleh Rendy malah dirinya mengendus endus leher rania.lama berada disana ternyata Rendi memiliki niat jahil.
"aww..sttt sakit mas"pekik Rania saat Rendy membuat dua tanda kepemilikannya di leher Rania.
"ngga sakit kok sakitan juga kena luka tembak"sindir Rendy.
"apaan sih,udah sana mandi"sahut Rania sambil mendorong bahu Rendy pelan.
"mandi bareng yuk"ucap Rendy sedikit mengoda sambil menuntun tangan Rania menmegang dadanya yang membidang.
"aku sudah mandi,aku tunggu di bawah ya"ucap Rania melepaskan diri dari Rendy.
sarapan pagi hanya terdengar suara dentingan alat makan dan ocehan kedua balita itu.selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga karena hari ini semua libur untuk membahas pesta pernikahan.seluruh keluarga Rania pun sudah datang.
saat sedang serius seriusnya membahas acara yang akan diadakan dua Minggu lagi, Rendy malah sibuk memainkan kerah baju Rania dan menciumi pipinya.
"ehem,disini masih ada orang loh!!!!.kak bisa mesra mesranya ditunda dulu"komplain Sasa sudah jegah dengan kelakuan kakaknya itu.
Veronica yang berada di sebelah Rania langsung menoleh ke arahnya dan tidak sengaja melihat tanda merah di lehernya karena kerah baju Rania sudah tidak karuan gara gara Rendy.veronica langsung menahan tawanya, melihat hal itu membuat Arsena penasaran apa yang dilihat oleh aunty nya itu.
"mommy ini kenapa merah merah?"tanya Arsene saat melihat tanda kepemilikan Rendy di leher Rania dan ya semua orang menoleh ke arahnya Veronica langsung menyembuhkan tawanya.
seketika Rania langsung membenarkan kerah bajunya.
"emm....ngga papa kok sayang.cuma digigit nyamuk"kilah Rania.
__ADS_1
"nyamuknya besar ya kak"goda Luis sambil tertawa bersama yang lain.
Rania langsung menatap tajam ke arahnya lalu melirik ke arah rendy, tetapi Rendy hanya bisa mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.