
setelah menangkap Joseph dan Abela mereka mengambil penerbangan malam untuk ke negara los angeles.perjalanan dari Italia ke los angeles kurang lebih empat belas jam.mereka tiba di los angeles malam harinya.
keesokan paginya mereka sudah mulai menyerang markas utama dengan bantuan dari Mafioso dari italia.dan ya mereka berhasil mengalahkan dua orang penghianatan dan beberapa tetua bodoh.
mereka yang memihak Joseph akan habis hari ini di tangan Demian dan Baruna.
saat ini mereka sudah diikat mengunakan rantai di sebuah kursi penyiksaan.
"pak tua kau pikir bisa menyingkirkan kami, mimpi saja kau!!!"ucap Demian sambil mencekik leher ayah dari Joseph yang merupakan saudara sepupu dari ayahnya.
Baruna hanya menonton sambil meminum teh yang dibuat oleh kenan.sambil menyaksikan Demian yang menyiksa para penghianat itu.
"kau sudah membunuh kedua orang tuaku,dan sekarang kau harus mati ditangan ku"Demian berucap dengan nada datar dan dingin mengeluarkan aura kejam yang membuat orang di sekitarnya merinding.tentu tidak dengan Baruna, karena dia sudah terbiasa akan hal tersebut.
"dan kau Vendry saros,ku pastikan kau dan juga seluruh keluarga saros hancur dalam genggamanku"Demian mencengkram dagu Vendry dengan kuat.dia sudah muak dengan keluarga saros yang selalu ingin menyingkirkan mafia yang dipimpin keluarga Alexander dan menjadi kuat dengan cara kotor.
"biar dia jadi urusanku Demian"batuan mulai membuka suara.
"terserah kamu saja"Demian melepaskan cengkraman dagu Vendry.
tap
tap
tap
hanya dengan tiga langkah kaki saja Baruna sudah berada tepat di depan Vendry. kaki Baruna mengangkat dagu Vendry agar mendongak keatas.
"apa kabar teman lama"satu kalimat yang keluar dari mulut Baruna membuat Vendry berfikir keras.
"aku tidak pernah bertemu denganmu tuan Baruna"Vendry berkata dengan nada datar.
__ADS_1
"apakah kau yakin ven"ucap Baruna sambil tersenyum smrik.lalu melepas rambut palsunya dan melepaskan penyamarannya.hal itu membuat semua yang ada di ruangan penyiksaan itu tercengang.
"ni..Nia"ucap Vendry terbatas.bahkan Mafioso yang berjaga disana tercengang, ternyata selama ini tuan Baruna adalah seorang perempuan yang dikabarkan adalah kekasihnya dalam nama Rania abaya. prince yang memiliki dua identitas dalam satu tubuh dan bahkan saling berhubungan.
"awal diriku menginjakkan kaki di LA dan masuk universitas kau adalah teman pertamaku.tapi dirimu juga yang membuat diriku hampir kehilangan nyawa"ucap Rania dengan nada datar dan dingin mengeluarkan aura yang sangat kuat.
awalnya Rania hanya mengikuti kata Veronica untuk ikut ke los angeles.hingga suatu hari satu satunya teman dekat yang dikenalnya membuat dirinya dalam masalah besar.Dia hampir saja di jual oleh Vendry tetapi dengan kemampuan Rania dia bisa melarikan diri dan saat melarikan diri dirinya juga hampir terbunuh tetapi berhasil ditolong oleh Demian hingga akhirnya Demian yang terluka parah.
sejak saat itu Rania ikut bergabung di keluarga Alexander menggunakan identitas lali laki dan identitas aslinya disamarkan menjadi kekasih identitas samarannya.
Dorrr
satu tembakan melesat mengenai lengan kanan vendry.timah panas itu sudah dilapisi dengan racun mematikan yang pernah mengenai Demian hingga koma dua tahun.
"kau harus merasakan apa yang Demian rasakan saat itu"Rania berucap dengan smrik di wajahnya.memang yang membuat Demian tertembak waktu di Indonesia adalah anak buah dari keluarga saros atas perintah Vendry.
akhir dari Joseph dan para pengikutnya hancur, dengan satu kata yang kematian.begitu juga nasib keluarga saros yang diruntuhkan oleh keluarga Demian dengan sekali Serang.
selama satu bulan itu Demian dan Rania mencoba menstabilkan segala kekacauan yang terjadi dengan Luis dan Veronica yang membantu bergantian terbang ke los angeles dan menjaga anak anak Rania.
sekarang tiba saatnya mereka untuk kembali ke Indonesia tempat Rania dibesarkan.rania pulang ke Indonesia bersama ketiga anaknya dengan ditemani oleh Veronica dan Luis sedangkan Demian akan menyusul nanti karena keadaan masih sibuk baginya.
mereka berangkat dari los angeles siang hari,waktu yang ditempuh kurang lebih dua puluh satu jam perjalanan.mereka tiba di Indonesia malam hari dan beristirahat di salah satu hotel perusahaan Al cops.saat ini mereka berada di dekat kampung halaman rania.besok pagi baru akan mendatangi kedua orang tuanya.
"Luis tidurlah sendiri,biar kakak tidur sekamar dengan Nia dan keponakan unyu ku"mereka disediakan tempat tidur king size jadi muat untuk dua orang dewasa dan tiga anak anak.
"itu tidak adil, berikan salah satu dari mereka untuk menemaniku aku juga ingin ditemani"gerutu Luis protes karena usulan kakaknya.
"mereka ingin tidur dengan mommynya kau jangan menganggu"sahut Veronica mengibarkan bendera perang kepada adiknya.
"tapi kau juga tidak perlu ikut,tidur di kamar sendiri sana"sewot Luis seperti ada listrik di mata mereka yang saling bertemu.
__ADS_1
"sudah jangan bertengkar, anak anakku sedang tidur.bawa saja Arsene ke kamarmu dan Vero bawa bawa baby Ald,kembali ke kamar kalian masing-masing"usul Rania.
Rania tidak keberatan jika anaknya jadi rebutan, malah menurutnya mereka menyayanginya.dia membiarkan mereka tidur terpisah darinya karena sudah terbiasa dengan kedua orang itu yang menjaganya selama satu bulan ini saat Rania sedang sibuk.
pagi hari yang cerah dan sejuk untuk memulai aktivitas pagi.begitu juga dengan Rania yang sudah bersiap untuk pulang ke rumah tempat dirinya dibesarkan.
saat sampai di tempat tujuannya, ternyata sedang ramai orang.ternyata hari ini syukuran keponakan Rania dari fikri yang ke dua yang sudah lahir.rania keluar dari mobil dengan perasaan berdebar kencang.sudah tiga tahun lamanya dia tidak pernah pulang, membuatnya merasakan rasa bersalah yang luar biasa.
Deg
"Bu..ayya pulang"hanya itu kalimat yang bisa di ucapan Rania yang masih dipandangi oleh orang dan terlihat ibunya serta keluarga yang lain syok melihat dirinya ada di depan rumah.
"ayya..."teriak sang ibu berjalan ke arah Rania.rania langsung berlari ke arah ibunya dan bersujud di kakinya sambil menitihkan air matanya.
"bangun ayya"Bu Nina membantu Rania berdiri di detik kemudian memeluk tubuh putrinya dengan erat.
"ini beneran kamu ayya,kamu masih hidup"ucap Bu Nina sambil terisak tangis menciumi seluruh wajah putrinya.
"iya Bu,ini ayya pulang"Rania semakin memeluk erat sang ibu.pelukan mereka dibuyarkan oleh kedua bocah kembar yang ikut menangis melihat ibunya menangis.
"mom ngis napa huwaaaaaa(mom nangis kenapa)"tanya baby Ale sambil menangis.
"angan ngis mom huwaaaaa(jangan nangis mom)"ucap baby Ald juga sambil menangis keras.
"cucu cucu nenek"panggil Bu Nina kepada kedua bocah kembar itu.
si kembar berlari mendekat Rania lalu meminta gendong olehnya.
"mommy ngga nangis baby diem ya"bujuknya kepada anak kembarnya.
"sini ikut nenek"Rania memberikan baby Ale kepada sang ibu.
__ADS_1
setelah itu Rania menceritakan semuanya, tentang dirinya yang berobat ke Singapura dan menjalani pemulihan dan memperkenalkan Arsene sebagai anak pertamanya itu disambut baik oleh keluarganya.mungkin untuk beberapa hari ke depan Rania akan tinggal di rumah orang tuanya.