Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
nona cuek


__ADS_3

...Tolong tetaplah berada di sisiku,aku lelah....


...Meskipun lukaku membuat mu sedikit sakit tolong jangan pergi....


...Awalnya luka ini tidak ada namun setiap kejadian banyak menyebabkan luka yang muncul....


.........


........


.......


...Ay_210822...


.


.


.


"lantas apakah kesalahan yang berulang bisa di sebuah hal wajar?...."Rendy langsung diam seribu bahasa karena pertanyaan dari Rania yang menatap ke arahnya dengan tatapan penuh tanya.


"aku memang tidak pernah menyesal menghadapi orang seperti mereka karena memang di situlah tempatku tumbuh,tapi nyatanya semua itu membuatku dibutakan rasa sakit waktu lalu"lanjutnya langsung melepaskan tangan suaminya yang masih menyentuh pipinya karena menurutnya memang pertanyaan sedikit konyol.


"meraung pun tak mampu memperbaiki masa laluku"Rania mencoba berdiri di sisi ranjang namun tiba tiba....


Grepp


Bukk


Rendy langsung memeluk Rania lagi dari belakang hingga jatuh di atas kasur dengan posisi Rania berada di atas pangkuannya.


"Tapi kalau masa depanmu masih bisa dirubah bersamaku"ucap Rendy sedikit terisak tangis tak ingin ditinggalkan oleh Rania.


Rania masih diam di dalam dekapan Rendy tanpa sepatah kata pun yang terucap dari bibirnya.


"kamu tau sayang sampai kapan pun aku tidak akan pernah melepaskan mu"ucapnya lagi pelukan itu perlahan semakin mengerat dan Rania merasa punggunggnya dibasahi oleh air yang jelas berasal dari mata suaminya itu.


tentu Rendy pernah merasakan peristiwa seperti ini sebelumnya dan dirinya merasa Dejavu karena sebelumnya Rania langsung menghilang.


rasanya dia tidak mau acara kehilangan kembali mengisi cerita hidupnya yang ke tiga kalinya dan membuatnya mengubur seluruh senyumnya lagi.


cukup dua kali saja dia menghilang, rasanya tidak sanggup lagi mencari karena terlalu lama untuk bertemu kembali.


Rania mencoba melepaskan pelukan Rendy tetapi si empunya malah mempererat dekapannya sambil menggelengkan kepalanya yang terasa di punggung Rania.

__ADS_1


akhirnya Rania menyerah jalan satu satunya adalah menenangkannya terlebih dahulu. dia pun menepuk sambil mengelus pelan tangan Rendy yang sedang memeluknya dengan erat.


"aku tidak ada rencana untuk meninggalkanmu,hanya saja aku ingin sedikit waktu untuk sendiri"ucap Rania dengan nada pelan dan lembut.


"ini bukan pemanis ucapan mu untuk menenangkan sesaat saja kan?..."tanya Rendy melonggarkan pelukannya dan membuat Rania menghadap ke arahnya.


Rania menggeleng lemah dengan sedikit senyum di wajahnya.


"terima kasih sayang"pekiknya lalu memeluknya kembali karena kelengahan hati yang tidak utarakan.


"apa yang membuatmu tidak ingin melepaskan ku?"tanya Rania melepaskan pelukannya.


"kamu tahu sayang..., kamu adalah nona cuek yang membuatku terpikat pandangan pertama"jawabnya sambil tersenyum sedikit menghapus air mata di pelupuk matanya.


# FLASHBACK ON #


beberapa tahun yang lalu dimana di saat Rania yang masih duduk di bangku SMA dan genap dua tahun bertemu dengan Sasa yaitu adik dari Rendy.


saat itu kejadian di mana liburan kenaikan kelas dan Rania menginap di rumah Sasa selama dua hari bersama Sheila dan juga Lisa.


tepat pada saat semua orang sedang asik berbincang ria di ruang keluarga, Rania malah duduk di teras rumah Sasa seorang diri dengan tatapan kosong.


tak


ternyata itu adalah kakak dari temannya yang sedang mengambil cuti kuliah untuk pulang ke Indonesia karena besok adalah ulang tahun sasa. di lihatnya apa yang ada di depannya, ternyata segelas jus buah.


Rendy yang di tatap oleh Rania dengan datar langsung bertanya tanya.


"kenapa?"tanyanya sambil mengangkat sebelah alisnya.


tidak ada jawaban dari mulut Rania,tetapi beberapa saat kemudian dia menunjuk ke arah gelas itu.


"oh...itu mama menyuruhku menaruhnya di sini"ucap Rendy dengan cepat lalu duduk di samping Rania.


Rania hanya diam saja mengingat pikirannya sedang kacau ke sana kemari tak kunjung reda. maka dari itu dia pamit untuk ke teras sendiri untuk menenangkan diri sedangkan teman temannya hanya mengiyakan melihat Rania yang diam seribu bahasa dan hanya menyahuti kata iya atau tidak saja.


tetapi pada sisi Rendy, dirinya selalu penasaran dengan sifat Rania yang baru ditemuinya kemarin. baru kali ini dia menemui gadis yang menurutnya tidak tertarik akan suatu hal pada dirinya yang dasarnya selalu digilai perempuan mana pun.


menurutnya pada sifatnya pun terlalu berbeda jauh dari adiknya bahkan kedua temannya yang lain menurutnya memiliki tingkat yang ramah dan sedikit cerewet. sedangkan Rania cenderung dengan sifat cueknya.


dengan nekat dia berusaha mendekati Rania,alih alih meletakkan minuman itu hanyalah alibi semata yang dibuatnya untuk mendekati Rania yang entah mengapa membuatnya tertarik pada pandangan pertama.


beberapa lama mereka hanya diam dengan pikiran masing-masing, hingga akhirnya Rendy pun membuka suara....


"apa kamu tertarik soal bisnis?" tanya Rendy.

__ADS_1


Rania langsung menoleh ke arahnya lalu menjawab "iya, bagaimana kamu tau?"


"ah..itu Sasa sering bercerita teman temannya lewat telpon dan aku hanya menebak saja kamu yang tertarik soal bisnis"jawabnya dengan penjelasan.


pembicaraan tersebut yang dilontarkannya membuat hati Rania menjadi membaik dan sementara mengalihkan pikirannya untuk tenang.


pembicaraan mereka seputar bisnis berjalan mulus dan cukup lama hal itu membuat satu sama lain nyaman.


hingga akhirnya saat makan malam tiba dan mereka kembali ke dalam untuk makan.


"menarik,kamu harus menjadi milikku"batin Rendy sambil tersenyum smrik.


entah mengapa dia adalah gadis yang paling menarik menurutnya dan tentang pembicaraan mereka yang berjalan lama itu adalah rekor dirinya bisa berbicara lama dengan seorang perempuan kecuali keluarganya sendiri.


selam berada di Indonesia Rendy terus memikirkan Rania dan bahkan bertanya pada adiknya kapan temanya yang satu itu ke rumahnya lagi. bahkan sesekali ikut Sasa pergi bermain dengan tujuan bisa bertemu lagi.


# FLASHBACK OFF #


"begitulah pesona nona cuek yang memikat hatiku"ucapnya mengakhiri cerita tentang masa lalu yang menurutnya sekarang harus ekstra dijaga dan diperjuangkan.


grep


"terima kasih sudah sabar sampai titik ini, aku harap ku tetap bertahan di sampingku selamanya"ucap Rania dengan suara parunya sambil memeluk suaminya dan membunyikan wajahnya di dada bidang miliknya.


"aku pun juga berterima kasih padamu, karena mu warna hidupku semakin berwarna. kamu tau tujuan ku membangun perusahaan tersebut karena apa..."ucap Rendy sambil tersenyum tipis.


Rania membalas dengan gelengan kepala dan raut wajah yang penasaran.


"itu semua demi kamu, awalnya aku di tawarkan untuk bekerja di luar negeri.tapi setelah aku pikir pikir mungkin dirimu akan lebih tertarik padaku jika masuk ke dunia pebisnis"jelasnya.


"tapi berkat itu semua aku sekarang bisa membantu papa dan lana untuk mengelola perusahaan milik keluarga"sambungnya sambil merapikan anak rambut Rania yang menutupi wajah cantiknya.


"kamu siap untuk pulang dan melakukan pengobatan?"tanya Rendy dengan hati hati takut melukai hati istrinya lagi.


pengobatan yang dimaksud adalah membuat janji kembali dengan dokter Maya.


Rania pun berpikir sejenak, kemudian mengangguk kepalanya tanda setuju.


.


.


.


happy reading

__ADS_1


__ADS_2