
Hari ini adalah dimana hari pertama Rania berada di rumah di mana dirinya di besarkan setelah beberapa tahun rumah itu di tinggalkan.
sekarang rumah tersebut bagaikan sebuah vila yang besar setelah di renovasi dua tahun yang lalu. keluarganya setuju untuk tidak menjual rumah tersebut,tetapi akan di jadikan tempat liburan dan rumah di ubah menjadi sebuah vila.
"sayang kamu mau ke mana?"tanya Rendy yang melihat Rania sedang memakai Hoodie miliknya sambil mengendong putra mereka dan dilihatnya dompet yang ada di genggaman istrinya itu.
"mau beli makanan"jawab Rania singkat.sudah pasti karena memang mereka tidak ada persiapan untuk kesana, jadi tidak menyediakan kelengkapan selama tinggal di vila itu.
"aku ingin ikut"sahut Rendy menyambar sebuah jaket yang berada di atas koper miliknya.
"terserah kamu saja"Rania langsung berlalu keluar dari kamar dengan mengendong Reandra menggunakan gendongan Baby wrap.
mereka membeli makanan sambil menikmati suasana yang berada jauh beda dari kota yang mereka tinggali sekarang.
"eh... ayya lama ngga ketemu makin cantik aja"sapa salah satu tetangga dekat rumahnya sedangkan yang di sanjung hanya tersenyum tipis.
"kamu sudah menikah?"tanya orang itu.memang sih pertanyaannya agak sedikit konyol karena sudah jelas di sebelahnya ada seorang laki-laki yang menggandeng tangannya sambil menggendong anak masih saja bertanya.
"sudah memasuki tahun kedua"ucap Rania singkat entah kenapa karena sudah lama hidup di kota dia jadi sedikit merasa aneh dengan sikap keramah tamahan yang pernah dia pelajari dulu.
setelah berbincang bincang santai dan membeli makanan mereka kembali ke vila . ternyata di vila sudah ada Sheila dan Rio yang menunggu.
tadi malam Rania langsung mengabari Sheila salah satu sahabatnya yang tinggal di kota ini bahwa dirinya berada di rumah lamanya. mereka memutuskan untuk sarapan bersama karena Sheila pun membawa beberapa makanan untuk sahabatnya itu.
"ayya kita akan kemana hari ini?"tanya Sheila yang saat ini berada di teras vila itu bersiap siap akan pergi keluar.
"mengunjungi seseorang"jawab Rania singkat.
"lalu bagaimana dengan mereka?"Sheila bertanya sambil menunjuk ke arah rio, Rendy dan anak mereka berdua.
"biarkan mereka meluangkan waktu berdua untuk anak anak"jawab Rania langsung masuk ke dalam mobil bagian depan kemudi. dan Sheila langsung menyusul masuk. kalau di tanya itu mobil milik siapa tentu saja milik Sheila.
memang kemarin mereka berdua sudah sepakat bahwa Rania menemani nyonya Vera vernando atas permintaan dari tuan Wisnu vernando.
selama beberapa menit berkendara menuju kota karena note back nya rumah Rania yang dulu masih masuk katagori pedesaan. akhirnya mereka sampai ke kediaman vernando.
__ADS_1
"ini rumah siapa ay?"tanya Sheila.
"sudah ikut saja"Rania langsung keluar dari mobil dan dihampiri oleh Vera yang sudah di depan kediaman miliknya menunggu kedatangannya karena sebelumnya menang sudah memberitahu lewat pesan.
"selamat datang Rania"sambut Vera yang berjalan pelan ke arahnya di ikuti satu pelayan di belakangnya.
"terima kasih atas sambungnya Vera"jawab Rania sambil berjabat tangan dengan Vera.
"siapa yang berada di sebelah mu itu?"tanya Vera.
"Dia sahabatku"jawab Rania singkat.
"ayo silahkan masuk"Vera pun mengajak mereka berdua untuk masuk ke dalam kediaman miliknya.
"jadi?..kamu meminta bantuan ku untuk menemani nyonya Vera vernando mengantikan dirimu yang harus pulang lusa"Rania pun mengangguk menyetujui perkataan sahabatnya itu.
"Panggil Vera saja tidak usah pakai nyonya ataupun vernando itu terlalu panjang" sahut Vera karena tidak nyaman dengan panggilan yang di berikan oleh Sheila.
"apartemen tempatmu tinggal kan ada di dekat sini, jadi aku meminta bantuan mu karena ini permintaan dari tuan vernando sendiri."jelas Rania.
"ay!! aku memang tidak bekerja tapi bagaimana dengan suamiku? kalau aku berad di sini"tanya Sheila sedikit memelas.
"kau tidak harus setiap hari di sini, Vera hanya butuh teman agar dia tidak kesepian"jawab Rania tau kalau sahabatnya salah faham karena salah tangkap ucapannya.
"oh begitu hehe..."ucap Sheila sedikit cengengesan karena salah mengerti ucapan sahabatnya itu.
mereka pun kembali mengakrabkan diri hingga waktu makan siang pun hampir tiba Rania dan Sheila harus kembali ke vila karena suami mereka sudah menunggu.
Vera yang tidak ingin ditinggal pun mengikuti mereka ke depan.
"bolehkah aku ikut?"tanya Vera dengan mimik wajah sedikit sedih.
"kita tidak bisa mengajakmu karena suami mu sudah melarang sejak awal"jawab Rania.
"baiklah aku tidak ikut,tapi terimalah ini"Vera menyuruh pelayan untuk memberikan box besar itu.
__ADS_1
"apa ini?"tanya Sheila.
"itu bahan bahan untuk BBQ grill jadi kalian bisa bersantai di vila sambil pesta BBQ"ucap Vera.
"Terima kasih"setelah mengucapkan itu pun mereka berdua langsung pamit untuk pulang.
Di sisi lain kedua suami yang sedang di tinggal oleh istrinya sekarang sedang mengawasi anak anaknya yang sedang bermain.
Untuk membuka pembicaraan saja susah sekali. apalagi Rendy tau bahwa pria di sampingnya itu pernah mengungkapkan perasaan pada istrinya meskipun akhirnya jadi suami dari teman istrinya itu.
Begitupun dengan Rio sedikit tidak enak dengan Rendy karena note back nya dia pernah mengungkapkan perasaan pada milik pria itu.
Fokus mereka buyar karena suara mesin mobil yang memasuki halaman vila itu. kedua anak kecil yang berbeda umur itu pun berjalan keluar karena mereka menduga bahwa ibu mereka yang datang. kedua bapak itu pun mengikuti anak mereka yang berjalan ke luar.
setelah beberapa waktu akhirnya mereka mengadakan pesta BBQ dan anak anak mereka sedang tidur siang.
Hari ini memang khusus untuk istirahat dan keesokan harinya Rania mengecek perusahaan cabang yang berada di kota itu juga.kalau di tanya mengapa tidak mengutus salah satu orang kepercayaan di perusahaan cabang saja. jawabannya karena tuan Wisnu vernando itu langsung mengirimkan email ke kantor pusat jadi otomatis di terima oleh sekertaris Rania.
di hari berikutnya pun Rania harus bersiap untuk pulang dimana anak anaknya yang lain sudah mengguna kepulangan kedua orang tuanya dan juga si bungsu.
Tapi sebelum pulang Rania membelikan oleh olah khas daerahnya. itupun kalau dia tidak menghentikan suaminya mungkin satu toko sudah terbeli karena kelakuan Rendy.
"kita hanya butuh beberapa saja, tidak perlu kamu beli semuanya"omel Rania.
"kan sekalian sayang di sana ayah sama ibu pasti kangen makanan khas sini"ucap Rendy mengingat mertuanya asli orang kota ini jadi sekarang pindah mengikuti Rania beberapa tahun lalu pasti merendahkan ciri khas kampung halamannya.
"iya aku tau,tapi ini sudah cukup. apa kamu ingin membeli tokonya juga?"tanya Rania sambil menatap suaminya malas.
"boleh juga ide mu"jawaban Rendy mendapatkan hadiah cubitan dari Rania.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading.