Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
24.ingatan yang kembali


__ADS_3

di sebuah apartemen semua penghuni sedang cemas akan keberadaan baby Ale.lalu sebuah pesan masuk ke ponsel Sasa.


Ting


Rania.


"sa cepat datang ke rumah sakit milik kakakmu,bawa susu dan perlengkapan untuk baby Ale sekarang.mas rendy sedang terluka saat menyelamatkan baby Ale dan sekarang berada di ruang UGD"


“apaa!!”teriakan sasa membuat semua orang terkejut bahkan baby ald sampai menangis.


“sa bisa ngga sih jangan teriak baby ald nagis lagi nih aduh”tegur lisa.


Memang baby ald sedari tadi menagis terus menerus mereka yang menjaganya sampai pusing.sekarang malah saat dia sudah tenang malah sasa berteriak.sasa yang sadar dirinya salah langsung menutup mulutnya lalu membalas pesan rania.


Sasa.


"apa lukanya serius? baiklah kita akan secepatnya kesana"


"guys ayo kita ke rumah sakit milik kak rendy sekarang,mbak Lidia tolong siapkan susu dan perlengkapan lain untuk si kembar,mbak Lily tolong gendong baby Ald kita ke rumah sakit sekarang"ucap Sasa.


"sa tenag dulu,jelasin dulu dong jelasin dulu"ucap Lisa.


"kalian baca sendiri saja"ucap Sasa sambil memberikan ponselnya kepada mereka.


"apa!!"teriak mereka kaget malah membuat baby ald menagis kencang.


"sudah jangan teriak nanti baby Ald semakin menjadi nangisnya, cepat kita ke rumah sakit"ucap Sasa.terpaksa mereka menemangkan baby ald terlebih dahulu dari tangisnya karena mereka.


semua orang menyiapkan segala keperluan untuk dibawa kerumah sakit.tidak hanya barang si kembar saja tetapi juga rania.mereka menuju rumah sakit mengunakan mobil sasa.dan mereka sampai di rumah sakit sekitar 30 menit perjalanan.setelah sampai di rumah sakit mereka langsung bergegas ke ruang UGD.


Sasa tau letak seluk beluk rumah sakit karena memang milik sang kakak dan tempat bekerja mamanya.mungkin nanti setelah lulus dia akan bekerja disana.


setelah sampai di depan ruangan UGD mereka mendapati Rania sedang duduk di kursi tunggu sambil bersandar menutup kedua matanya dengan lengan tangannya.


"ay bagaimana keadaan kakak dan dimana baby Ale?"tanya Sasa panik sambil memegang bahu Rania.


"mas Rendy sedang ditangani kalau baby Ale sedang dibawa oleh mama Tia untuk diperiksa"ucap Rania dengan tatapan datar.


"apa kamu baik baik saja ay?"tanya Lisa.


"aku baik baik saja kalian tidak perlu menghawatirkanku"balas Rania.


"sebenarnya bagaimana kejadiannya ay?"tanya Sheila.


akhirnya Rania menceritakan semua kejadian itu kepada para sahabatnya.setelah menceritakan semuanya Rania berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"karena kalian sudah di sini tolong jaga mas Rendy dan sampaikan penjelasanku tadi kepada Mama tia.ada sesuatu yang harus aku urus,nanti hubungi aku tentang kondisi mas Rendy.dan kalian bawa baby Ald untuk diperiksa juga"ucap Rania.


"baiklah"


"sa mana barangnya"


"ini"sambil memberikan barang yang di minta Rania.


"oke aku pergi dulu assalamualaikum"pamit Rania.


"waalaikumsalam"jawab mereka.


"sa emang apa yang kamu bawa tadi?"tanya Sheila penasaran.


"aku juga ngga tahu,tadi aku menelponnya menanyakan apa perlu membawakan sesuatu untuknya.lalu dia meminta untuk mengambil barang berwarna hitam yang ada di lemari bajunya paling bawah sisi kiri itu saja.selebihnya aku juga tidak tahu"jelas Sasa.


"udah ngga usah kepo,dia juga punya privasi kali.ayo lihat baby Ale,sa tunggu disini entar gantian"ucap Lisa.


"oke"


Sedangkan di lorong rumah sakit Rania menelpon seseorang.


"jemput aku di rumah sakit xxx sekarang"


lalu dia mencari toilet untuk berganti pakaian.


"bawa mereka ke hadapan ku"ucap seorang perempuan berbaju hitam dan memakai penutup wajah.


"baik nona abay"


tak beberapa lama mereka menyeret paksa dua orang pria ke hadapan  perempuan itu.


"katakan siapa yang memerintahkan kalian"ucap wanita tersebut dengan nada tenang dan datar.


"kami ti..dak disuruh oleh siapa pun"ucap salah satu pria itu dengan nada terbata bata.


"kalian tau ini apa?"ucapannya sambil mengeluarkan sebua pisau dari dalam saku bajunya.lalu mengeluarkan pistol dari saku baju sebelahnya."dan juga ini,apa kalian ingin benda ini sampai ditubuh kalian?"ucap perempuan tersebut dengan mata tajamnya.


kedua pria tersebut mulai ketakutan dan gemetar.begitu juga dengan bawahannya mereka tahu betapa kejamnya bosnya tidak main main.mungkin dia adalah seorang perempuan tetapi dalam memimpin dia sangat berwibawa dan juga dingin tetapi jika dengan orang yang disayangi dia akan berubah sesuai keinginan mereka.tetapi kalau soal seperti ini dia tampak menyeramkan dan bisa dibilang cukup sadis.


"he sudahlah dirimu tampak menyeramkan bahkan anak buah mu saja ikut gemetar.biar aku saja yang menginterogasi mereka oke"ucap pria yang baru masuk ke ruangan itu bersama beberapa anak buahnya.lalu berdiri di sebelah perempuan itu.


"hem, terserah.yang penting harus secepatnya"ucap perempuan itu.


"me..gapa seorang wanita sepertimu bi..sa mempunyai pistol?. bukankah sudah di..angap ilegal"ucap salah satu pria itu.

__ADS_1


"hei man lebih baik kau tidak bertanya dari pada semakin membangunkan singa tidur"ucap pria yang  berada di samping perempuan itu.


"kau ingin tahu kenapa aku memilih semua itu meskipun ilegal?"ucapnya dengan nada datar."karena hukum di sini masih lemah,biarpun aku menyerahkan mu ke pihak berwajib sekalipun kau mungkin akan ditebus oleh orang yang membayarmu untuk menutupi kesalahannya kau pasti akan dapat pilihan pergi jauh atau mati"jelasnya penuh penekanan.


"bawa mereka pergi aku ingin berbicara dengan nona abay"ucap pria disampingnya.


"baik tuan"


pria itu mengambil pistol dari tangan perempuan tersebut.


"padahal cuma pistol replika bukan asli apakah disebut ilegal hahaha lucu sekali,tapi meskipun begitu kita juga memiliki yang asli karena sudah mendapat surat izinnya"ucap orang itu sambil memainkanya.


"bagaimana yang aku suruh tadi pagi apakah sudah selesai"


"beres tapi mungkin akan lama mengungkap semuanya dan penculikan anakmu hari ini mungkin karena menyangkut masalah Daniel juga.dan sekarang kau harus lebih waspada ay"ucap pria itu.


"baiklah,Dandi tolong kau kirim beberapa orang untuk menjaganya tapi dari jauh"ucap Rania kepada Dandi manajer cafe  milik Rania dan para sahabatnya.


semua orang tidak tahu jika Dandi adalah bawahan Rania yang mereka tahu Dandi adalah seorang menejer cafe.banyak sekali nama panggilannya,dari mulai ayya untuk orang terdekatnya,lalu Rania untuk umum,dan sekarang nona abay untuk para bawahannya.


kedua pria suruhan itu lepas dari totok karena dandi.ya,yang bisa menguasai ilmu itu hanyalah 4 orang saja.1 perempuan yaitu Rania dan 3 laki-laki salah satunya adalah Dandi sedangkan kedua orang lainnya menetap di desa.


beberapa saat kemudian ponsel Rania berdering.disana tertera nama sang penelpon adalah sasa.rania segera mengangkat telpon tersebut.


"halo, assalamualaikum ay kak Rendy sudah sadar"Sasa.


"waalaikumsalam syukurlah,aku akan segera kesana"Rania.


"tapi..."Sasa.


"tapi apa sa?"Rania.


"ingatan kak Rendy kembali sekarang sedang membuat keributan disini.tolong cepatlah kemari"Sasa.


"apa!!, baiklah aku kesana sekarang. assalamualaikum"Rania.


"baiklah, waalaikumussalam"Sasa.


Tut Tut tut


"tolong antarkan aku ke rumah sakit xxx sekarang Dandi"ucap Rania.


"baiklah ayo"


saat sampai di rumah sakit Rania bergegas untuk ke ruang UGD untuk menemui rendy.baru sampai di sana dan bertanya ternyata Rendy sudah di pindahkan ke ruang rawat.akhirnya perawat menunjukkan ruangan yang di tempati rendy.rania segera menuju kesana untuk melihat kondisi rendy.

__ADS_1


saat sampai di depan pintu ruang rawat tersebut dia mendengar suara teriakan Rendy.


"tidak semua itu bohong...


__ADS_2