Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
memulai rencana


__ADS_3

Rania yang siang ini berada di ruang kerjanya menatap datar ke arah depan.


"semua sudah selesai,aku harus memulai rencananya"batin Rania dengan jari mengetuk meja kerjanya.


ceklek


pintu terbuka lebar, terlihat bahwa Demian lah yang membuka pintu lalu masuk diikuti oleh Veronica dan Luis.


"ada apa? kenapa menyuruh untuk berkumpul?"tanya Demian.


"semua sudah usai"gumam Rania tapi masih bisa di dengar oleh mereka.


"apa dia sudah membuka surat darimu?"tanya Veronica dengan hati-hati.


Rania hanya bisa mengangguk pelan sambil tersenyum kecut, merasakan keadaan masih sama saja seperti tiga tahun yang lalu.bahwa dia tidak bisa memiliki seorang Rendy dan pasti setelah membaca suratnya semua orang yang menyayangi dirinya pasti berbalik membencinya.rania tahu karena lemari itu terhubung dengan ponsel Rania.


"Nia kamu masih punya kami, bagaimana pun keadaan mu kami pasti bersama mu"ujar Demian dengan nada lembut sambil mengusap kepalanya.


"lagi pula kamu masih mempunyai tiga jagoan yang akan menjagamu dan membuat dirimu bahagia dan tidak kesepian"sambungnya mencoba menghibur Rania.


"kau benar mereka adalah harapan hidupku saat ini"sahut Rania dengan sedikit senyum di bibirnya.


"jadi apa yang akan kita bahas sekarang"Luis mencoba memecah suasana sedih itu.


"kita mulai rencana awal,aku dan Demian akan lebih dulu untuk terbang ke los angeles"to the poin Rania.


"kamu benar juga aku sudah sepenuhnya sembuh, saatnya kita membalas"Demian membenarkan ucapan Rania untuk memulai rencana yang tertunda karena masalah kesembuhan mereka berdua.


"jadi alasan kau memindahkan Arsene kemari karena rencana ini"tebak Veronica sudah mulai mengerti rencana Rania.


"benar,tapi itu tidak sepenuhnya.aku hanya ingin mereka dekat satu sama lain, karena setelah masalah ini terselesaikan aku akan pulang ke Indonesia dan membangun rumah untuk kami berempat menjadi keluarga"jelas Rania membuat ketiga orang di depannya tercengang.


"ha? tunggu tunggu apa kakak benar benar tidak ingin menikah kelak?apa kakak sudah tidak menginginkan kak Rendy?"tanya Luis masih tidak percaya dengan ucapan Rania barusan.


"tidak, lebih tepatnya aku merelakan segalanya.karena aku merasa tidak pantas bersanding dengannya.malam tidak akan bisa menyatu dengan siang karena terhalang pagi"ucap Rania dengan tangan di satukan di atas meja.


maksud dari ucapan Rania adalah malam adalah dirinya dan siang adalah Rendy.sedangkan pagi adalah sebuah penghalang besar yang tidak bisa menyatukan malam dan siang.dia yang penuh dosa tidak bisa disamakan dengan Rendy yang memiliki perilaku baik.


mereka melanjutkan pembicaraan tentang rencana di mengembalikan keluarga Alexander menjadi seperti semula.

__ADS_1


...*****...


"hai Rendy, apa kabar sayang.apakah dirimu tidak merindukan ku"sapa seorang perempuan cantik yang baru saja masuk ke dalam ruangan Rendy.


"kenapa kau selalu menganggu ku via, jangan mengejar ku hatiku telah mati"ucap Rendy dengan wajah datarnya.


"justru aku ingin hatimu,aku merasa ingin memilikimu selamanya"jawab via dengan wajah polosnya.


"jangan seperti ini via,aku menghormati dirimu karena ibumu adalah sahabat mamaku"ketus Rendy menepis tangan via yang ingin menyentuh dirinya.


"lalu apakah mereka tidak bisa menjadi besan?"tanya via dengan muka sendu.


"tidak akan bisa, mungkin selamanya.aku memilih melajang selama sisa umurku, karena dia perempuan berharga seperti mama dan adikku"jawab Rendy dengan penuh penekanan.


...*****...


"sen jaga dirimu dan adikmu dengan baik, mommy ada urusan sekitar satu bulan, setelah semua selesai kita akan menetap di Indonesia"tutur Rania kepada anak sulungnya sambil membelai rambutnya.


"oke mom, jangan terluka.sen akan menjaga kedua adikku dengan baik"seru Arsene dengan senyum manisnya.


"good boy, jaga kesehatanmu dan tidurlah sekarang Mommy berangkat dulu"sebelum berangkat Rania mengecup kening Arsene,lalu kedua anak kembarnya yang sedang tertidur lelap.rania dan Demian mengambil keberangkatan malam hari agar bisa tenang.


mereka terbang ke Italia terlebih dahulu, karena memang daerah kekuasaan Demian yang berada di sana masih stabil dari pada di los angeles.perjalanan dari Singapura ke Italia kurang lebih tiga belas jam perjalanan.


suara langkah kaki membela kerumunan bandara, terlihat tiga orang penting berjalan keluar dari bandara.


"selamat datang king"sambut bawahannya yang sedang menunggu mereka.


"hmm, antarkan kami ke apartemen Baruna"perintah king mereka.


"baik king"


setelah masuk sampai ke apartemen Baruna mereka langsung masuk ke dalam karena memang kuncinya ada di tangan mereka.


bruk


Demian langsung menghempaskan tubuhnya ke sofa.


"kenapa kamu tidak mengunakan identitas Baruna tadi?"tanya Demian.

__ADS_1


"aku mengunakan paspor asliku bukan samaran ku,lagi pula yang mereka tau Baruna berada di LA"jawab Rania lalu menuju ke dapur mengambil minum.sedangkan Kenan meletakkan barang bawaan mereka.


tiga orang penting itu adalah Demian yang seorang king, Rania kekasih Baruna yang seorang prince,dan Kenan sebagai kepercayaan Baruna.Baruna yang sebenarnya itu tidak ada,itu adalah identitas samaran Rania ketika menyamar menjadi laki-laki.


begitupun namun yang dikenal di kalangan bawah adalah Baruna Alexander saudara jauh dari pemimpin mafia keluarga Alexander.sedangkan nama Rania hanya sebatas kekasih dari seorang Baruna.


"king,mereka sudah bergerak.besok di pertemuan deretan pebisnis mereka muncul dengan nama keluarga Alexander"lapor Kenan kepada Demian.


"cepat sekali, mereka sudah mengetahui bahwa kekasih Baruna berada di Italia lalu mengambil tindakan ini"Demian memunculkan seringainya.


"benar king, mereka mengetahuinya karena informasi yang mengatakan kekasih Baruna datang mengambil ahli bisnis Baruna, yang mereka tahu Baruna masih berada di LA"sahut Kenan.


"aku sekarang mengerti mengapa kamu mengunakan identitas aslimu"seru Demian menatap Rania yang sedang menikmati minuman menghilangkan dahaga.


"Hem, begitulah mereka terlalu serakah"jawab Rania dengan nada bercanda.


"sebenarnya aku atau dirimu yang seorang king? kenapa aku selalu kalah cepat denganmu"tanya Demian heran.


"tenanglah ini rencana yang aku susun bersama Veronica"Rania berucap dengan nada yang sedikit lembut.


"owh jadi adik kedua adik nakal ku ini sudah dewasa ya"Demian mengacak acak rambut Rania.


"Demian"Rania membenarkan rambutnya yang berantakan.


"panggilan aku kakak,jangan jadi pembangkang"ucap Demian.


"ogah"


keesokan paginya Rania dan Demian sudah siap untuk menghadapi mereka dengan membawa sekitar dua puluh Mafioso termasuk Kenan.


"let's play the game, saatnya membalas"ucap Demian dengan smrik di wajahnya.


"aturan posisi kalian, tunggu perintah dariku"perintah Rania kepada para Mafioso mengunakan earphone.hari ini Rania datang sebagai Baruna Alexander dengan mengenakan stelan jas dia terlihat sangat tampan.


"gunakan topengnya"Rania memberikan topeng itu kepada Demian.


"kamu sangat tampan seperti biasanya,adikku"goda Demian melihat ketampanan Rania dalam penyamaran laki laki.


"Diam lah,ayo kita masuk"ujar Baruna.

__ADS_1


__ADS_2