
keesokan paginya rania dan rendy berangkat ke rumah sakit setelah mengantarkan arsene ke sekolah dan si kembar ke rumah orang tua rania.sedangkan sasa sudah berada di rumah sakit sejak pukul empat pagi untuk melakukan operasi darurat.
ceklek
pintu ruangan sasa terbuka menapakkan sosok rendy dan rania yang berada di depan pintu ruangannya.mereka masuk ke ruangan sasa tetapi si penghuni ruangan sedang tertidur pulas dalam posisi duduk di kursi kerjanya.rendy menyuruh rania untuk duduk di sofa dan dirinya mendekat ke meja adiknya.rendy membangunkan adiknya dengan menepuk pundaknya,sedangkan sasa langsung kaget karena tepukan rendy.
"kyaaaa....kakak hanya mengagetkan saja"teriak sasa terlonjak kaget dari kursinya.
"aku hanya menepuk pelan,kau saja yang berlebihan"ucap rendy.
"sudahlah jangan bertengkar,mungkin sasa sedang lelah"selah rania saat melihat suami dan sahabat yang sekarang jadi adik iparnya itu bertengkar.
"sa jika kau lelah istirahatlah aku akan ke dokter obgyn sendiri"sambung Rania.
"aku tidak lelah,tadi aku sudah membuat janji pukul sembilan pagi dengan dokter Sifa"mereka pun bergegas untuk menuju ruangan dokter Sifa.
setelah sampai mereka sudah disambut langsung oleh dokter Sifa.karena memang rumah sakit ini milik tuan xavion yang tak lain adalah Rendy.
"selamat datang tuan dan nyonya xavion, perkenalkan saya dokter Sifa.nyonya xavion silahkan anda berbaring"Rania pun menurut dan dokter Sifa segera melakukan pemeriksaan terhadapnya.
"diperkirakan usia kandungan nyonya adalah satu bulan dan kondisi bayi sehat"setelah melakukan pemeriksaan mereka melanjutkan dengan berkonsultasi masalah selama kehamilan.
"sampai kapan Istri saya tidak mau di dekat dok?"pertanyaan pertama Rendy pun muncul setelah hanya mendengar Rania yang bertanya.
"itu tergantung tuan, bisa sampai empat bulan atau bahkan hingga melahirkan"jawab dokter Sifa.
"what!!"pekik Rendy.
Sasa dan dokter sifa terkekeh pelan sedangkan Rania hanya tersenyum melihat wajah syok suaminya.
"dirimu saja sehari tidak bertemu ayya seperti ayam kehilangan induknya, apalagi tidak bisa memeluknya pasti frustasi berkepanjangan"tawa Sasa mulai terdengar nyaring di ruangan itu.
"diam Sasa, dok apakah selama masa kehamilan boleh melakukan hubungan intim?"pertanyaan Rendy membuat Sasa dan Rania melebarkan matanya sedangkan dokter Sifa hanya tersenyum karena pertanyaan itu sering ditanyakan oleh pasiennya.
Rania yang merasa malu mencubit perut suaminya dengan keras.
"aww...shttt... kenapa sih yang"Rendy menoleh ke samping dan Rania menampilkan tatapan tajam padanya.
__ADS_1
"nyonya ini sudah biasa,sering ditanyakan oleh para suami yang menemani istrinya,boleh melakukan tetapi jangan sering dan dengan frekuensi yang pelan"jawab dokter Sifa.
setelah selesai melakukan periksa kandungan mereka langsung tancap gas untuk pulang memberi tahu kabar bahagia ini kepada semua keluarga.sasa ikut pulang karena ingin kumpul keluarga di rumah kakaknya.
...*****...
semua keluarga sekarang berada di rumah besar Rendy dan rania.mereka semua turut bahagia atas kehamilan Rania, Rendy memutuskan untuk mengerjakan pekerjaan kantornya di rumah.
ceklek
pintu ruang kerja terbuka lebar dan menapakkan Rania yang berada di depan pintu dengan muka memelas.
"ada apa sayang? apakah ada sesuatu yang kamu inginkan?"tanya rendy dan langsung menghentikan pekerjaannya.
"aku ingin ikan bakar tapi mas rendy yang harus tangkap ikannya sendiri"ucap Rania sambil tersenyum sedangkan Rendy hanya masih mencerna ucapan Rania.
"hah?maksud kamu aku harus mancing gitu?"tanya rendy lagi.
"bukan mancing tapi tangkap dengan tangan Daddy sayang"ucap Rania dengan nada lembut yang membuat hati Rendy tergugah.mau tidak mau dia harus memenuhi permintaan Istrinya.
Rendy langsung beranjak dari duduknya dan langsung keluar dari ruang kerjanya diikuti oleh Rania di belakangnya.rendy tentu harus menjaga jarak dengannya karena bisa berakhir di muntah muntah lagi karenanya.
"kenapa mas?mas ngga mau nurutin kemauan ku"tanya Rania dengan mata berair saat melihat Rendy menggelengkan kepalanya tadi.
Rendy gelagapan melihat Rania yang hampir menagis.
"ngga kok sayang,ini mas lagi mikir Lana sama kak Fikri mau nemenin atau ngga"kilah Rendy.
"pasti mau, bilang saja ini kemauanku.aku lihat anak anak dulu ya"setelah percaya dengan ucapan Rendy, Rania pun tersenyum senang.
setelah sampai di ruang keluarga Rendy mendapati lana dan Fikri berada di sana tentu langsung ditarik oleh Rendy untuk ikut bersamanya.
"eh...kak jangan main tarik tarik"pekik Lana saat kesenangannya saat bermain game online diganggu.
"ada apa rendy?"tanya fikri.
"calon keponakan baru kalian mau ikan"jawab Rendy.
__ADS_1
"terus apa masalahnya? tinggal masak ikan saja kan"ucap fikri.
"masalahnya yang dia mau itu harus tangkap ikan dengan tangan ku sendiri"sahut Rendy geram dengan pertanyaan mereka.
sedangkan para orang tua hanya tertawa melihat penderita anak anak mereka yang harus menuruti kemauan ngidam Rania.
"Carikan segera kalau tidak dia bisa nangis nanti"ucap Sasa yang saat itu sedang bermanja manja bersama Mama Tia.
"ayo"Rendy langsung menarik adik dan kakak iparnya untuk pergi menangkap ikan.
baru saja mereka akan keluar, Veronica, Luis dan Demian datang berkunjung.
"kalian mau kemana?"tanya Veronica.
"mau cari ikan buat bumil"jawab Rendy.
"wah sepertinya seru, kalian harus ikut juga sepertinya"ucap Veronica kepada kakak dan adiknya.
"tid..."sebelum mereka berdua menjawab Lana sudah menarik mereka lebih dulu.
"sudah ikut saja,kita bagi penderita sesama pria.itung itung nyenengin hati bumil"ujar Lana.
Veronica hanya terkekeh geli,baru kemudian dia menyapa para orang tua dan pamit untuk menemui Rania.
"Nia,aku ingin berbicara dengan sebentar"ucap Veronica saat sampai di kamar si kembar.
Rania hanya menurut mengikuti Veronica untuk menuju ruang kerjanya dan menitipkan si kembar pada Arsene.
"ada apa?"tanya Rania yang langsung duduk di meja kerjanya.
"Dayyan ingin bertemu baby Ale dan baby Ald"to the poin Veronica.
"bilang kepadanya aku tidak melarangnya bertemu dengan keponakannya,tapi jangan harap tuan Andrian dan keluarga chandresh yang lain bisa bertemu dengan anakku"jelas Rania dengan tatapan tajam ke depan.
"baiklah,dia bilang suatu hari nanti yang menjadi milik Daniel akan menjadi milik si kembar.dan apa kau tau bahwa dia menolak keras untuk menjadi seorang pewaris tunggal"ucap Veronica.
"aku tidak perduli seberapa besar dia berusaha,tapi jika kau ingin bersama dengannya silahkan aku tidak melarang"Rania tau Veronica dan Dayyan sudah bertemu beberapa kali dan keduanya sudah menyimpan perasaan.
__ADS_1
"ingat kebahagiaan mu juga penting,aku berterima kasih karena dirimu sudah membuatku menikah dengan mas rendy"Rania langsung memeluk Veronica.
"terima kasih Nia,kau dulu juga yang membuat diriku bisa memiliki teman"gaya kehidupan keluarga Alexander lah yang membuat Veronica tidak memiliki teman satu pun yang ada hanya mengenal dan saling membunuh.