Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
12.awal percobaan


__ADS_3

pagi hari itu Rendy dan Nanda melakukan meeting di salah satu cafe yang terkenal dengan makanan daerah pedesaannya.rendy tau cafe tersebut adalah milik sasa dan sahabat sahabatnya,termasuk rania yang memang berjasa besar dalam mengelola cafe tersebut.


mereka melakukan diskusi hampir 2 jam Setelah selesai mereka menikmati makanan masing-masing. sang klien izin untuk pulang terlebih dahulu karena ada kepentingan keluarga. Rendy dan nanda memakluminya mereka melanjutkan kan pembicaraan sebentar di cafe tersebut.


saat Rendy melihat ke arah lain dia melihat seseorang yang dikenakannya.ada gejolak rasa cemburu yang muncul di dadanya.orang tersebut tak lain adalah Rania yang sedang duduk berdekatan dengan Lana.


dan di situasi itu juga saat Lana memulai dramanya bersama rania.tetapi setelah gadis itu pergi perbincangan mereka tidak terlalu terdengar.akhirnya rendy yang saat itu ada rasa asing dihatinya memilih untuk menghampirinya.


"mau kemana?"tanya Nanda.


"mau  kesana"jawab Rendy menuju ke arah Raina dengan muka kesalnya.


Nanda tahu apa yang saat ini dirasakan oleh Rendy dan dia hanya diam mengikuti.


"ayyaku sayang,kenapa kau ada disini!"ucap rendy.


Rania menoleh karena panggilan tersebut, begitu juga Lana yang mengenali suara itu. Rendy menghampiri mereka dan duduk di sebelah Rania sedangkan Nanda duduk di sebelah Lana.


"ada apa dengan perasaanku rasanya jantungku ingin loncat saat dia memanggilku seperti itu"batin Rania.


nah yang penasaran dengan hubungan mereka akhirnya angkat bicara."apakah kalian berdua punya hubungan? wah kak Rania Jawab jujur kau membohongiku ya!"goda Lana.


"ti...tidak kok"jawab Raina dengan malu-malu, mukanya sudah memerah semerah tomat Karena panggilan Rendy dan juga godaan dari Lana.


"iya,kami memiliki hubungan,dengan kamu berdekatan dengan ayya seperti sekarang ini aku bisa cemburu loh. karena kami baru saja menjadi pasangan kekasih"jelas Rendy.


"ka..kapan aku bicara seperti itu aku kan kan cuma bilang mencoba untuk dekat dengan kak Rendi, bukan menjadi sepasang kekasih"ucap Rania dengan nada yang gugup.


"dengan kau mengatakan ingin mencoba itu berarti kau dan aku sepasang kekasih.siapa tahu dengan ini kita bisa hidup bersama sampai tua"ucap Rendy sambil mengedipkan salah satu matanya kepada Rania.


Nanda hanya diam dan memainkan ponselnya sedangkan lana melihat adegan tersebut ada sedikit rasa bahagia didalam hatinya.

__ADS_1


"kalau memang kau kakakku, mungkin dengan adanya kak Rania sebagai kakak iparku bisa mengembalikan kehangatan keluarga kita seperti semula"batin Lana


"ay ini adalah awal percobaan panggilan itu sudah biasa dengan sepasang kekasih"ucap Rendy


"tapi dan tidak harus seperti itu juga"bantah Rania.


"ayolah ay aku akan membuktikan bahwa diriku pantas untuk bersanding denganmu, aku hanya ingin mengobati segala lukamu. agar kelak ayyaku ini mendapat kebahagiaan"ucap Rendy.


Lana yang memperhatikan mereka dan ucapannya dahinya menyerit bingung karena tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Rendy terhadap Rania dan tentang panggilan ayya.


"Lana kamu pulang saja dulu!kamu sudah selesai kan minta bantuan ku dan juga terima kasih atas traktirannya"ucap Rania.


"sama sama,tidak masalah tapi jangan lupa kasih aku pajak jadian Kakak sudah tidak memberitahuku, aku akan menagih nya besok"ucap Lana.


"terserah kau saja besok akan ku jelaskan"pasrah Rania.


"oke kalau gitu pergi dulu ya assalamualaikum mari tuan Rendy"


"Nanda kau kembali saja menggunakan taksi mobilnya akan kupakai kau tidak apa-apa kan?"tanya rendy.


"bisa diatur oke selamat bersenang-senang"ucap Nanda.


•••


Rendy memutuskan untuk mengajak Rania berjalan-jalan di mall tersebut. tak jaran Rendy menawarkan kepada Rania untuk singgah dan membeli sesuatu di salah satu toko yang mereka lewati. tetapi Rania menolaknya karena dia hanya ingin berjalan-jalan.


"ay pengen jalan-jalan doang nggak beli sesuatu?"tanya rendy.


"nggak usah kak atau kalau nggak kembali aja ke cafe tadi aku ada urusan di sana"


"baiklah"

__ADS_1


akhirnya mereka kembali ke cafe tersebut, Rania mempunyai keperluan di situ,karena dia harus mengurus cafe tersebut dikarenakan teman-temannya yang harus sibuk untuk menghadapi skripsi kuliah mereka masing masing. Rania masuk ke sebuah ruangan di dalam cafe tersebut.


itu adalah ruangan khusus pemilik cafe dan manager yang mengurus segala keperluan di sana. yang mengurus cafe tersebut adalah Dandi.


"dan untuk sementara cafenya aku yang ngurus jadi laporan pengeluaran dan pemasukan kirimkan saja kepadaku karena mereka sedang sibuk"ucap rania.


"baiklah,ini akan segera aku kirim melalui email"ucap Dandi.


"heem"rania keluar dari ruangan tersebut dan menghampiri Rendy yang duduk di kursi yang mereka tempati tadi.


"kak aku udah selesai anterin aku pulang dong"ucap Rania.


"duduklah di sini sebentar aku ingin bertanya sesuatu padamu"lalu Rania duduk bersebelahan dengan Rendy.


"ada apa?"tanya rania.


"apa tanganmu sudah sembuh, maafkan aku ya seharusnya aku tidak terlalu gegabah untuk menyatakan perasaanku padamu"ucap Rendy menyesal sambil memegang tangan Rania yang sakit.


"nggak papa kok mungkin memang yang kualami tidak bisa dibendung dengan perasaanku, mungkin pasti sulitnya tuh saat aku harus mengerjakan laporan untuk mengetik itu saja kok"ucap Rania.


"jika kamu kesulitan mintalah tolong pada aku aku tidak keberatan kok"tawar Rendy.


"tidak lukanya juga hampir sembuh tinggal pemulihan saja"ucap Rania.


mereka diam sejenak hanyut dalam pikiran masing-masing. sesaat kemudian Rendy membuka suara"ay bisakah kau memanggilku dengan sebutan sayang? ayolah aku mohon please!"pinta Rendy.


"sa....sa...yang"ucap Rania dan seketika wajahnya memerah semerah tomat. sedangkan Rendy yang mendengar hal tersebut merasa sangat senang ingin berteriak saking senangnya.


"Ya udah pulang yuk"ajak Rendy.


Baru dipaggil sayang saja rendy sudah ingin berlompat kegirangan apalagi dengan pangilan yang lain honey bisa kejang kejang.

__ADS_1


__ADS_2