Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
14.tentang rania


__ADS_3

Lana yang mendengar cerita yang memilukan rania dari sang papa merasa sangat iba dan dan terkesan dengan keberanian Rania.


"ternyata seperti itu entah bagaimana saat pertama bertemu dengannya dia terlihat dingin dan datar, tetapi lama kelamaan aku mengenalnya dia mulai sedikit terbuka"


"itulah dia,dulu papa memberikan beasiswa sampai s2,dan dia mampu menyelesaikannya dengan cepat. saat itu setelah lulus S1 dia mencoba melamar pekerjaan tetapi masih tetap melanjutkan kuliahnya ke jenjang S2.lalu dia mengajukan lamaran di perusahaan cabang. dan kau tahu apa yang apa yang terjadi di sana?ternyata selama ini di perusahaan ada seorang atasan yang menindas anak baru, tetapi Rania dengan pintarnya dia menolak ditindas dan semua masalah itu akhirnya papa ketahui dan di situlah papa membuat kebijakan baru. dan selama 1 tahun itulah dia ternyata memang yang sangat berbakat dan pintar,lalu papa pindahkan ke kantor pusat. setengah tahun yang lalu posisi direktur  di perusahaan pusat kosong. tanpa pikir panjang papa langsung menyerahkan jabatan itu kepada Rania,sebenarnya para petinggi dan yang lainnya protes. karena menurut mereka Rania terlalu muda untuk menduduki jabatan tersebut apalagi dia yang seorang perempuan kepemimpinannya diragukan, tetapi selama beberapa bulan dia menunjukkan bahwa dia pantas untuk menerima jabatan itu"jelas tuan Rahardian.


"kalau menurutku jabatan itu pantas untuknya,tapi kenapa aku menginginkan dia menjadi asisten ku terus"ucap Lana dengan wajah sendu.


"hey kalau asisten mu Rania mungkin kau akan malas bekerja, aku tahu dia rajin dan cekatan tapi kau harus mencari asisten sendiri. sudahlah jangan biarkan kan posisi direktur di departemen pemasaran kosong"ucap tuan Rahardian.


"haa baiklah"ucap Lana pasrah.


tak beberapa lama ponsel lana berdering. lalu dia melihat siapa penelpon tersebut. ternyata orang yang sedang mereka bicarakan yaitu Rania.


"panjang umur sekali,baru selesai dibicarakan dia sudah menelepon"ujar lana.


"angkatlah mungkin sesuatu yang penting"


lalu Lana mengangkat telepon tersebut dan benar saja perannya menyampaikan hal yang penting mungkin hampir genting. akhirnya mereka mengakhiri panggilan dan Lana harus segera kembali ke kantor.


"papa sepertinya aku harus kembali ke kantor, sepertinya ada permainan kotor dari seorang tikus dan menjadikan kak Rania sebagai kambing hitamnya"ucap Lana geram.


"hahaha"bukannya menjawab tuan Rahardian malah tertawa.


"kenapa tertawa ini sedang genting pa"ucap Lana tak mengerti dengan sikap papanya itu.


"kau tahu mereka itu seperti menyerahkan diri ke mulut singa, kau tidak tahu seberapa pintarnya Rania. mungkin kalau ini bukan Rania kasus sebelum terjadi ini mungkin tidak akan terbongkar. biar kuceritakan dia pernah menghadapi hal serupa seperti ini tapi itu lebih besar Karena dia waktu itu dia hanyalah seorang staf biasa dan dia akhirnya mengungkapkan semuanya kepada papa dari bukti secara tertulisa,dan juga saksi. kau tidak perlu khawatir kalau yang menangani semua itu adalah Rania, papa rasanya terasa tertolong jadi kau harus sedikit bersyukur karena ada dia"ucap arahnya menjelaskan dengan percaya diri karena dia tahu seperti apa kualitas lainnya karena sebelumnya dia pernah menghadapi kasus serupa tapi itu lebih besar dari kasus ini.


"benarkah itu? aku akan memastikan akan melihat sendiri dengan mata kepalaku"ucap lana.


"ya Ya silakan buktikan mungkin kau akan melongo"ucap tuan rahardian.

__ADS_1


beberapa jam yang lalu sebelum Rania menelpon Lana.


terlihat gadis tersebut sedang disibukkan dengan beberapa berkas yang harus dia periksa. tetapi dia menemukan sebuah kejanggalan di sana. akhirnya dia memutuskan untuk menyelidikinya.


"apa ini konspirasi seorang tikus dasar bodoh,mau menjadikan menjadikanku sebagai kambing hitam oh tidak semudah itu ferguso"lalu Rania memanggil sekretarisnya.


"tolong kamu cari nama dan siapa saja yang ikut dalam peninjauan kali ini"perintah rania.


"baik"jawab fera.


"dan ya jangan sampai ada yang tahu kalau aku menanyakan itu, usahakan secepatnya karena saya ingin segera semuanya selesai"ucap Rania dengan tegas.


"baik saya akan carikan secepatnya"


1 jam kemudian


tok tok tok


"maaf nona mengganggu, ini adalah semua data yang anda minta tidak kurang satu apapun semuanya lengkap"ucap fera.


"baiklah saya akan lihat, terima kasih silakan kembali bekerja"


"baik bu saya permisi"


"hmm"


ceklek


setelah memeriksa semua data-data akhirnya Rania tahu siapa dalang dibalik semua ini. Rania menerka-nerka bahwa rencana mereka adalah ingin menggulingkan Rania dari posisinya dan mendapatkan keuntungan besar dari perusahaan lain. ternyata tidak hanya satu orang tetapi beberapa orang.


"oh ternyata mereka ingin mendapatkan keuntungan, bagaimana jika aku bermain-main sedikit disini. aku pernah menghadapi hal seperti ini rasanya sudah tidak cukup ekstrem untuk mengulang kembali mungkin aku akan ketagihan melawan mereka dengan siasat baru. baiklah akan ku temani kalian bermain"ucap Rania berargumen. akhirnya Rania menghubungi Lana dan mengatakan semua itu dan menyuruh Lana agar kembali secepatnya.

__ADS_1


di depan perusahaan Franziska cops nampak mobil berwarna hitam kalau dilihat mobil harganya selangit. di dalam mobil tersebut seorang pria yang sedang menunggu seseorang keluar dari gedung tersebut. orang itu adalah Rendy yang sedang menunggu Rania untuk pulang.


memang selama 1 bulan ini Rendy selalu mengantar jemput Rania. sebenarnya Rania lebih suka naik sepeda motor dari pada harus diantar jemput tetapi Rendy selalu memaksanya.datanglah Rania ke arahnya dan masuk ke dalam mobil itu."yuk pulang mas"itulah panggilan Rania kepada Rendy karena dia susah sekali untuk memanggil dengan sebutan sayang.


"oke"lalu Rendi menjalankan mobilnya menuju Jalan raya.


"sayang enggak sekalian cari makan?"tanya Rendy.


"nggak usah masak sendiri aja hemat dan sehat"jawab Rania.


"hemat katamu dilihat dari jabatanmu sebagai direktur aja gajimu itu besar apalagi perusahaan tempatmu bekerja itu perusahaan yang besar"


"tapi kan aku kerja nggak untuk aku sendiri. aku kan juga kerja buat orang tua meskipun nggak harus selalu pulang tapi transferan uang mas tetap harus"ucap Rania.


"Ya tapi kan yang dibutuhin mereka itu kamu bukan uang mu"


"kamu tahu kan bapakku pernah bilang apa, aku nggak boleh pulang sampai aku mau untuk menikah"jelas dengan wajah sendu.


 "aku siap kok menikah sama kamu"


"aku nggak lagi bercanda ya mas, sakit hatiku mas mau kalau aku pulang langsung dijodohkan lagi"


"aku serius kok sayang, maka dari itu aku siap menikah dengan kamu supaya kamu nggak dijodohin"


"tapi aku belum siap semua kenanganku buruk di masa lalu selalu terngiang-ngiang di di pikiranku. bahkan hampir seperti hantu yang bergentayangan setiap saat"ucap Rania hampir menangis.


"kamu nggak tau rasanya jadi aku,tolong mengertilah sedikit lagi ya"ucapnya dan airmata Rania pun keluar.Rendy menepikan mobilnya dan memberhentikannya. lalu Rendy meraih tubuh Rania untuk memeluknya.


"maaf aku hanya ingin merubah kamu jadi yang lebih baik. aku ngelakuin itu karena aku nggak mau kehilangan kamu. aku nggak bakal mungkin kita lihat saja nanti ya"


setelah Rania tenang Rendy kembali melajukan mobilnya untuk mengantarkannya pulang.

__ADS_1


__ADS_2