
"yeah..... mommy pulang"teriak anak kembar yang menuju ke arah sepasang suami istri yang baru saja tiba di bandara.
"hati hati...jangan lari Ald...Ale"teriak Sasa yang mengikuti mereka dari belakang bersama dengan Arsene.
Teriakan dari sang aunty tidak di dengar oleh kedua bocah kembar itu malah mereka ingin cepat sampai pada Daddy dan mommy mereka.
"hati hati sayang"peringat Rania yang melihat kedua anaknya berlari ke arahnya.
"mommy ale kangen"seru Ale yang langsung memeluknya.
"Daddy Ald juga kangen"seru Ald yang langsung memeluk Rendy yang sedang mengendong Reandra. dengan cepat Rania langsung mengendong kedua anak kembar karena suaminya sedang mengendong si bungsu.
Arsene mendekat ke arah mereka dan berkata"Daddy.. mommy selamat datang"sambutan Arsene dengan senyum manis di wajahnya.
"terima kasih boy atas sambutannya"balas rendy sambil mengusap pucuk kepala putra sulungnya.
"kamu tidak perlu bersikap dewasa boy,sini peluk Daddy"sambung Rendy sambil mengulurkan kedua tangannya.
Terlihat seperti hangat untuk di pandang oleh semua mata yang melintas ke arah mereka. Keluarga yang di dambakan oleh Rania di masa lalu kini telah dia dapatkan pada masa sekarang.
semua hal itu sebuah takdir yang tidak pernah terlintas di pikiran Rania. bahkan sekarang anak sulungnya Arsene yang mendambakan kehangatan sebuah keluarga akhirnya dirasakan sekarang.
"Terima kasih telah hadir dalam dambaan hidupku yang tak pernah ada melintas dalam pikiranku"
mereka pun langsung pulang untuk beristirahat dan meminta Sasa untuk membagikan oleh oleh kepada yang lainnya.
"mom, kakak boleh home schooling ngga?"tanya Arsene yang saat ini berada di kamar Rania dan Rendy.
"kenapa boy?berikan alasan yang jelas"sahut Rania yang sedikit kaget dengan pernyataan anak sulungnya.
"aku ingin menjaga adik adik supaya mommy bisa fokus dengan pekerjaan dan nanti bisa meluangkan waktu untuk kita"ucapan dari Arsene membuat hatinya tersentil dengan kenyataan yang ada.
"kamu main saja dengan adikmu di lantai dua,nanti mommy tanya dulu sama Daddy"Rania tentu tidak bisa menentukan dengan pasti dia pun bingung dengan keputusan yang akan di ambilnya. karena ini juga menyangkut kegiatan Rania dan masa pertumbuhan Arsene.
karena rendy sedang berada di ruang kerjanya setelah pulang dari bandara tadi Rania memutuskan untuk mendiskusikan masalah ini nanti malam.
"mas,aku ingin berdiskusi denganmu"ucap Rania saat melihat Rendy baru keluar dari kamar mandi.
"tentang apa?"tanya Rendy sambil mengusap rambutnya menggunakan handuk kecil.
Dengan menggunakan tangan Rania mengisyaratkan Rendy untuk mendekat ke arahnya. setelah Rendy mendekat dia langsung mengambil handuk kecil itu dan memerintahkan Rendy untuk duduk di lantai. setelah itu Rania bergerak mengeringkan rambut suaminya.
__ADS_1
"Arsene minta home schooling"ucap Rania hal itu membuat rendy spontan berbalik ke arahnya.
"kenapa?"tanya Rendy sambil menautkan kedua alisnya.
"katanya ingin menjaga adiknya supaya aku bisa fokus dengan pekerjaan dan nanti bisa meluangkan waktu untuk mereka"ucapan Rania terdengar sedikit redup.
"apakah aku terlihat seperti orang tua yang buruk? bagaimana kalau aku serahkan urusan kantor kepada kamu saja?"tanya Rania kepada suaminya.
"tidak sayang"jawab Rendy lalu berdiri dan menempatkan diri duduk di samping istrinya.
"kamu tidak salah juga kamu tidak perlu berhenti dari usaha dan cita citamu"ucap Rendy.
Rendy tahu ketertarikan istrinya soal bisnis sangat tinggi dan juga perusahaan yang dimilikinya sekarang adalah hasil kerja keras selama bertahun tahun. tentu sangat disayanginya kalau di limpahkan kepadanya begitu saja.
Biarlah mereka melakukan urusan bisnis masing masing tetapi tetap bisa membantu satu sama lain.
"tapi aku harus bagaimana?"tanyanya dengan mimik wajah sedih hal itu membuat rendy bukanya Prihatin malah dibuat gemas oleh ekspresi istrinya.
"aku tanya Arsene saja dulu,kamu ke temani kembar sama si bungsu dulu"Rendy tidak bisa langsung memberi solusi sebelum mendengar kejelasan dari keputusan anak sulungnya secara mendadak itu.
...***...
"jadi?...."Arsene menundukkan kepalanya karena tatapan mengintimidasi dari Daddynya.
"terbaik menurutmu belum tentu tidak membebani pikiran mommy mu, sekarang Daddy tanya beri tiga alasan kenapa kamu ingin home schooling"pertanyaan dari Rendy langsung di jawab dengan spontan oleh anak sulungnya.
"aku ingin mommy ngga capek-capek "
"terus..."
"jadi nanti mommy bisa fokus bekerja dan akhirnya punya waktu untuk kami"
Deg
pernyataan kedua membuat hati Rendy sedikit sakit,mungkin ini efek di tinggal lebih dari dua Minggu oleh mommynya saat itu dan dirinya sendiri merasa bersalah karena terlalu memaksakan diri untuk ikut ke Italia waktu itu.
"lali alasan yang terakhir?..."
"Arsene ngga mau adik nangis terus karena ngga ketemu mommy dan juga ngga mau mommy sakit"alasan ketiga malah membuat Rendy semakin sakit dan bahkan sampai memejamkan kedua mata tajamnya.
"oke Daddy mengerti, kamu adalah laki laki sejati dan kakak yang terbaik. tapi ingat bahwa keputusan ini bisa menambah beban pikiran mommy mu" Rendy salut dengan pemikiran dewasa anaknya yang ingin memberikan yang terbaik untuk mommynya dan adik adiknya.
__ADS_1
Tapi tidak bisa di pungkiri bahwa kalau keputusan itu memang harus dilakukan otomatis pikiran istrinya akan semakin kacau. baru kemarin dirinya bisa fokus dan melakukan kegiatan sehari hari dengan normal tetapi malahan putra sulungnya memberi tahukan keputusannya.
"begini saja boy,kamu belajar saja seperti biasanya. nanti mommy sama Daddy akan berusaha untuk memenuhi keinginan kamu bagaimana?"tawar Rendy.
"tidak masalah dad, asalkan tidak terlalu memaksakan"ucapnya sambil mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Rendy dengan penuh keyakinan.
"good boy"Rendy mengusap rambut milik anaknya.
"ayo dad kita susul mommy di ruang tamu"Arsene langsung beranjak dari duduknya dan menarik tangan Rendy untuk ikut dengannya keluar dari kamarnya.
mereka pun berjalan untuk turun ke lantai bawah untuk berkumpul seperti rutinitas sebelumnya yang pernah di Jeda karena adanya ketidak hadiran dari kedua orang tuanya.
"loh... onty ada di sini"Arsene terkejut saat mendapati Sasa yang berada di ruang tamu bersama mommynya.
"iya dong, kan onty kangen sama semua keponakan onty"balas sambil memeluk Arsene yang mendekat ke arahnya
"sama siapa kamu ke sini?"tanya Rendy kepada adiknya.
"sendiri lah... katanya kalau udah bagiin oleh oleh boleh kesini lagi"ucapnya sedikit menggerutu.
"oh udah....kalau gitu makasih"ucap dari Rendy membuat Sasa ingin menendang kaki kakaknya karena sangat menjengkelkan.
"kok cuma makasih sih...."gerutunya.
"lah terus...."sahut Rendy.
"ya dikasih sesuatu gitu apa kek"lanjutnya.
"kamu ngga kekurangan apapun dari Daddynya dan juga kamu sekarang punya penghasilan sendiri masa masih mau sesuatu dari aku"jelas rendy.
"jelas lah karena rasanya beda kalau di kasih sama Kaka sendiri"sewotnya.
"onty sama Daddy kalau bicara kayak Al sama El kalau lagi bertengkar "ucap Ale dengan polosnya.
"sama dong kan saudara"ucap mereka bersamaan.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading