Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
16.tersayat


__ADS_3

beberapa saat sebelumnya


rumah Rania kedatangan seorang tamu dengan pakaian rapi dan mewah.tamu itu ada 3 orang yaitu Andy teman sekolah Rania di SMA dulu dan kedua orang tuanya.


"begini pak kedatangan kami ke sini mau melamar anak bapak yang bernama Rania untuk putra saya Andy,saya dengar putri pak malik sudah pulang dari kota"ucap ayah Andy.


"kalau saya setuju saja, tinggal yang dilamar masih keluar rumah sebentar"ucap pak Malik.


"tapi kami punya permintaan setelah menikah dia harus keluar dari pekerjaannya, pulang ke kampung dan jadi ibu rumah tangga saja.kalau bisa pernikahannya dipercepat"ucap ayah Andy.


"tidak,apa apaan ini anda tidak bisa seenaknya begitu anda tidak punya hak untuk mengatur jalan hidup saya.dan lagi belum tentu saya menerima pinangan tersebut"ucap Rania dengan wajah tegas dan datar.


semua yang di dalam rumah langsung berdiri dari duduknya.melihat Rania yang masuk ke dalam rumah.


"apa maksud kamu ayya,udah bagus ada yang melamar kalau tidak gimana kamu nanti"ucap pak Malik.

__ADS_1


"pak...bapak tahu nggak sih maksud ayya,baru saja berhasil mencapai impian ayya dan sekarang harus melepaskannya gitu aja hanya karena dia tentu saja saya menolak. dan satu lagi saya belum mau menikah"ucapnya penuh penekanan.


"berani sekali kamu menolak anak saya,kamu itu di kota hanya seorang karyawan saja belagu.kamu itu gadis desa,mimpimu itu terlalu tinggi"ucap ibu Andy.


"ya saya berani, hidup saya pilihan saya bukan diatur orang lain. ingat satu hal Bu memang saya gadis desa tapi itu tidak melunturkan semangat saya untuk mengejar mimpi saya. saya gadis desa tapi impian saya tidak kampungan mungkin fikiran ibu saja yang terlalu dangkal"ucap Rania penuh keyakinan.


"cih,sok tau.ayo pulang saja kita batal melamar anak bapak yang tidak punya sopan santun"ucap ibu Andy.


setelah keluarga Andy keluar peristiwa yang mungkin diingatan Rania Sangat pahit terjadi.


"apa yang kamu lakukan, kenapa kamu jadi anak tidak bisa nurut pada orang tua percuma kamu punya gelar S2 tapi kamu belum mau menikah. laki-laki mana yang mau punya istri yang lebih sukses dan lebih tinggi pendidikannya dari dirinya. sudah bagus dirimu ada yang melamar dan menikahimu,memenuhi syarat seperti itu saja kamu tidak mau. dari dulu bapak memang tidak setuju kamu kuliah"bentak pak Malik dengan nada tinggi.


"bapak mau aku bahagia kan?tapi kenapa bapak malah selalu tidak bisa menghargai apa pilihanku. apa itu yang disebut ingin aku bahagia.tidak.aku sama sekali tidak bahagia.dan ingin semua juga karena bapak"jawab Rania.


saat pak Malik ingin membalas perkataan Rania. tangan Rania diangkat keatas dan berkata"jangan bicara,aku belum selesai bicara"

__ADS_1


"apa selama ini bapak tau efek dari pertengkaran bapak?tidak kan.aku bahkan saat remaja pernah berfikir untuk tidak menikah.karena aku  selalu merasa sakit saat bapak melukai ibu dan mengeluarkan kata kata yang kasar padanya.apa bapak pernah berfikir bahwa dirumah itu tidak hanya ada kalian berdua tapi juga aku.aku yang masih kecil harus menutup telinga dan merangkul diriku sendiri saat kalian bertengkar.dan juga aku akan tambah menangis saat pertengkaran itu usai tapi ada bekas luka di wajah ibu.apa bapak tau ha!!"


"aku ini orang yang kasar,juga orang yang keras kepala dan aku orang yang penuh akan ego,tapi itulah cara ku melindungi diri sendiri dari kerasnya hantaman badai yang menerpa.sifat keras kepala,kasar,dan egoisku itu tak lain adalah dari bapak sendiri.maka lihat sendiri sifatmu dalam diriku"ucapnya histeris.


"aku tak habis fikir selapang apa hati ibuku yang selalu memaafkanmu.satu yang kutahu pencemburu, mengekang, pekerjaan,dan juga emosi yang tidak terkontrol itu yang selalu menyebabkan pertengkaran"Rania tak sadar bahwa air matanya keluar dengan sendirinya.


"sudah nak cukup,ayya masuk ke kamar"ucap ibu Nina menenangkan Rania.


"kamu keluar dari rumah ini,dan jangan sampai kembali sebelum kamu menikah"ucap pak Malik.


 "pak jangan begini,bapak makin membuat ayya semakin menjauh dari kita"ucap fikri.


"bapak jangan egois"ucap risti.


"pak.."belum selesai bu nina berbicara pak malik langsung meniangalkan ruang tamu.

__ADS_1


"baiklah,aku akan keluar dari rumah ini.tapi ingat satu hal pak, bahwa aku akan menikah saat sakit hati dan trauma ku hilang"ucap Rania menghentikan langkah pak malik,lalu meninggalkan ruang tamu dan bergegas ke kamarnya mengemasi barang-barangnya dan memesan tiket pesawat untuk kembali.


dan itulah kenangan buruk yang selalu Rania saat sampai sekarang. seakan luka lama kembali tersayat luka baru.selama setengah tahun itu juga Rania selalu bekerja keras tidak tau pagi tidak tau malam. selalu menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan selalu begadang di malam hari. hanya bekerja yang dapat melupakan masalah itu sejenak.bahkan kesehatanya tidk dijaga,dia memiliki insomia karena terlalu sering begadang dan hanya makan satu hari sekali di otaknya hanya ada kerja ,kerja dan kerja tetapi setelah bujukan dari sahabat sahabatnya rania bisa hidup normal kembali tetapi tidak dengan ingatan masa lalu itu yang tidak bisa membaik begitu saja.


__ADS_2