Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
bertambahnya anggota keluarga


__ADS_3

pagi ini semua yang berada di rumah milik Veronica tidak bisa tenang karena ulah dua bocah kecil Rania.mereka bangun di pagi hari membuat kekacauan dan membuat seisi rumah menjadi heboh.


"onti aun ade au alan alan(aunty bangun adik mau jalan jalan)"celoteh baby Ald yang menggoncang tubuh Veronica berniat ingin mengajak untuk jalan jalan.


"aun onti aka uga au alan alan(bangun aunty kakak juga mau jalan jalan)"baby Ale ikut ikutan menggoncang badan Veronica.


"aduh baby aunty tidur dulu yah,bangunin uncle Luis aja ya"ucap Veronica masih setengah sadar dari tidurnya.


"ni uda agi onti(ini sudah pagi aunty)"jawab baby Ale sambil menaiki sofa ruang tamu yang ditempati oleh veronica.sedangkan baby Ald menaiki sofa yang sedang ditiduri oleh Luis.


"aduh....duh...jangan digigit telinganya"jerit Luis yang tidurnya terganggu karena baby Ald mengigit telinganya.


"aun ontel ao alan alan(bangun uncle ayo jalan jalan)"sahut baby Ald dengan muka polosnya.


"sama uncle Demian aja ya baby, uncle mau tidur"ucap Luis kemudian kembali tidur.


"aduh..jangan ditarik kalungnya,nanti putus"Veronica melepaskan tangan baby Ale dari kalungnya lalu beranjak tidur lagi.tidak sampai disitu kedua bayi itu terus saja menganggu tidur nyenyak mereka.


"kakak tolongin dong"teriak Veronica dan juga Luis secara bersamaan memangil Demian yang saat ini berada di ruang kerja lantai bawah.


"kenapa kalian berteriak?,ini masih pagi"ucap Demian memperingatkan adik adiknya.


"aku ngantuk,jagain mereka lah"ucap Veronica yang masih setia dengan mata terpejam.


"iya, lagian kemana sih mommy mereka"ucap Luis yang juga dalam keadaan mata tertutup.


"kalian ini, Rania sedang menjemput seseorang ke bandara.baby sini main sama uncle dami"Demian langsung mengendong keduanya ditangan kanan dan kirinya.


"Ade au e aman(adek mau ke taman)"


"ke taman ngapain?disini aja ya nanti dibawain mommy teman baru"ujar Demian membujuk kedua bocah itu.


"ga au,aka au alan alan ama eli alon(ngga mau,kakak mau jalan jalan sama beli balon)"jawab baby Ale sambil menunjukan wajah imut.


"Ade uga au alon(adik juga mau balon)"sahut baby Ale sambil menunjukkan wajah imutnya. Akhirnya Demian mengiyakan permintaan mereka.


...*****...


Di bandara Rania masih menunggu pesawat tiba.jadwal kedatangan pukul enam pagi, sedangkan Rania berangkat pukul empat pagi.karena memang rumah yang ditempati jauh dari area ibu kota dan sulit dijangkau.

__ADS_1


"mommy..."panggil seorang anak laki laki berusia tujuh tahun berlari mendekati Rania diikuti seorang laki laki yaitu Kenan tangan kanan Rania yang berada di los angeles.


Grep


"how are you, boy?"ucap Rania sambil membalas pelukan dari anak laki-laki itu.


"l am fine mom,aku sudah bisa bahasa Indonesia mom"ucap anak itu dengan senyum manisnya.


"kamu sudah tumbuh besar dan pintar boy"Rania mengusap kepala anak laki laki itu.namanya adalah Arsene tyrion Alexander,berada di los angeles menjadi anak angkat dari Baruna Alexander yang memiliki satu tingkat kekuasaan di bawah keluarga Alexander selain Demian.


"selamat pagi nona abay"sapa Kenan kepada bosnya.


"hemm,pagi.kita pulang sekarang kedua adikmu pasti sedang membuat keributan"Rania beranjak dari tempatnya mengandeng tangan Arsene dengan diikuti Kenan membawa koper.


setelah perjalanan panjang akhirnya mereka sampai di rumah yang ditempati Rania selama tiga tahun.


ceklek


"yeh, mommy....."kedua bocah itu berlari ke arahnya lalu memeluk kakinya.


"mom ndong,ade adi eli alon(mom gendong,adek tadi beli balon)"adu baby Ald kepada Rania.


"aka?ana?aka ape adi aka.ade akal telus(kakak?mana?kakak capek jadi kakak.adek nakal terus)"ucap baby Ale dengan wajah yang lucu.membuat Rania dan Demian yang menjaga kedua bocah itu sejak tadi tertawa.


"ade ga akal,aka engeng(adek ngga nakal,kakak cengeng)"balas baby Ald dengan wajah juteknya.


"kakak Arsene masuk kak"ucap Rania memanggil anak pertamanya untuk masuk.


anak laki laki itu masuk diikuti oleh Kenan dengan senyum manis yang terpampang jelas di wajahnya.arsene memiliki ciri khas mata berwarna hijau emerald dan rambut agak kering.


"halo baby Ale dan baby Ald"sapa Arsene pada kedua bocah yang berada di gendongan Rania dibalas lambaian tangan oleh keduanya.


"selamat datang Arsene, tinggallah di sini dengan nyaman"ucap Demian memberi sapaan kepada Arsene.


"terima kasih uncle"


...*****...


"settt...sakit sekali kepalaku"gumam Rendy saat dirinya bangun tidur sudah merasakan sakit kepala.memang semenjak tiga tahun terakhir Rendy sering mabuk kalau memang sedang banyak pikiran.

__ADS_1


sekarang dirinya berada di kamar lama rania.setiap hari selalu ranjang itu yang membuatnya tenang dan selalu tercium bau khas parfum Rania.


"sudah bangun,enak ya minum minum terus"ucap seorang perempuan yang sudah berada di depan pintu kamar rania.siapa lagi kalau bukan sasa yang membopong kakaknya dari klub menuju apartemen tersebut.


setiap Rendy mabuk pasti Lana dan sasa akan bergantian untuk menjemput dan menjaganya semalaman di apartemen Rania.


"apa sih dek,kamu pulang aja ngga papa"sahut Rendy dengan nada datarnya.


"nih obatnya,aku udah capek ngomel"ujar Sasa lalu berjalan mendekati lemari milik sahabatnya yang memang tidak bisa dibuka sembarang orang karena memiliki sistem keamanan canggih.termasuk dirinya sendiri,Sasa satu satunya yang diberi Rania kunci tersebut dengan syarat setelah tiga tahun baru bisa membukanya.


awalnya memang dirinya tidak mengerti apa maksud Rania.tapi sekarang mungkin dia hanya bisa menuruti permintaan terakhir sahabatnya.


"apa yang sedang kau cari? bukannya lemari itu tidak bisa dibuka sejak lama"tanya Rendy.


tit


tit


ceklek


lemari itu terbuka dengan sendirinya, memperlihatkan isi di dalamnya.ternyata di dalam lemari tersebut terdapat beberapa lembar surat dan juga beberapa dokumen penting.


"apa is..."belum selesai Rendy bertanya Sasa sudah menyodorkan sepucuk surat untuknya dan memegang tiga surat miliknya dan kedua sahabatnya.


"bacalah kak,aku akan pulang sekarang"ujar Sasa setelah membaca tulisan dekat surat yang ditujukan untuk Rendy bertuliskan tinggalkan kakakmu,biar dia tenang saat membacanya lalu itu menurut lemari itu kembali.


untuk mas rendy,


pasti sudah tiga tahun aku meninggalkan mu, sebenarnya aku kurang nyaman dengan hubungan kita saat itu.karena aku merasa tidak pantas untukmu mas rendy.di dalam surat ini aku ingin berkata jujur semua tentang hidupku yang tidak kau ketahui.bahwa aku adalah seorang mafia yang memiliki banyak musuh.aku merasa tidak bisa lama berada di dekat mu karena nyawamu bisa terancam.dosaku sudah terlalu banyak karena masuk ke dalam dunia gelap ini.


dan lagi selama ini sebenarnya traumaku belum sembuh, hanya saja di depan mu aku mencoba untuk menahannya.tetapi aku sudah berusaha untuk pergi ke psikolog demi dirimu dan masa depan kita.akan tetapi sepertinya takdir berkata lain, bahwa kita tidak bisa bersama lagi.mas Rendy tidak perlu mencari keberadaan kedua anak kita dia sudah berada di tangan orang yang tepat.


yang perlu kamu ketahui bahwa aku benar benar mencintaimu tetapi aku merasa tidak pantas bersanding dengan dirimu.


dari Rania abaya


orang spesial yang singgah di hatimu tiga tahun yang lalu.


tak terasa air matanya lolos dari pelupuk mata.selama ini dia meras menjadi orang egois yang tidak tahu apa apa tentang Rania.

__ADS_1


__ADS_2