Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
obsesi gila


__ADS_3

...Rasa cinta bisa hilang itu nyata ada,tapi jika tidak hilang meski sudah lama tersakiti itu berarti sudah memasuki tahap obsesi....


...Ay-280722...


.........


........


.......


"kakak ini bagaimana,apa kakak lupa kalau Rendy xavion Rahardian Franziska itu adalah kakak dari Sasa yang artinya suami Rania"terang Veronica dengan pelan sedangkan Rania sudah memijat keningnya yang sedikit pusing.


"my freedom is over(kebebasanku sudah berakhir)"batin Rania.


"maaf,aku panik saat itu.jadi tidak memikirkan hal yang membuatmu dalam masalah. sekarang saja Risa sedang marah kepadaku bagaimana aku bisa berbicara kepadanya"ungkap Demian tanpa sadar.


"Risa?siapa itu?kenapa dia marah kepada mu?"pertanyaan beruntun datang dari Rania sambil menaikkan salah satu alisnya.


"Risa itu panggilan sayang untuk Sasa,dia marah kepadaku karena ku paksa untuk pulang"jelas Demian sambil mengingat wajah Marah Sasa kepadanya saat di paksa untuk menaiki pesawat dan kembali ke negaranya.


"bagaimana dengan Arsene?"tanya Veronica.


"Arsene hanya diam saja,dia langsung menuruti kata kataku untuk pulang....ah sudahlah kalian banyak tanya aku butuh istirahat"protes Demian dengan wajah sebal.


"jangan berpura pura!!,tadi saja sok jagoan sekarang mengeluh"cibir Veronica yang note back nya adalah adik yang sudah mengenal kakaknya dari kecil.


"istirahatlah,aku keluar sebentar"ucap Rania lalu pergi dari ruangan tersebut dengan terburu buru.


"sepertinya dia marah padaku"ungkap Demian sambil melihat Rania yang menghilang dari balik pintu.


"mungkin tidak,dia sedang menyelesaikan masalah.istirahatlah aku keluar sebentar"jawab Veronica sekalian pamit untuk keluar.


...***...


"kapan kau kemari?"tanya Rania pada gio yang berada di depan ruang rawat Demian.


"aku ingin meminta maaf kepada mu dan meluruskan masalah kemarin aku menculik mu"jelas gio sambil menunduk malu.


"baiklah ikut dengan ku"ucap Rania sambil berlalu ke luar dari area ruang rawat demian.di sana Veronica yang keluar dari ruang rawat juga ikut mengikuti dari belakang.


"katakan!!"ucap Rania dengan nada dingin dan tatapan datar.


"apa kepala mu sudah membaik?"tanya gio dengan hati hati.


"langsung saja ke intinya, jangan bertele-tele"jawabnya sambil memberikan tatapan tajam.


"aku bertele-tele,tolong dengar penjelasan ku sebentar. awalnya aku tidak memerintahkan mereka memukul kepala mu hanya saja karena mereka melakukan perintah dari mama yang ingin membunuh mu"ucapnya sambil memberikan sebuah rekaman yang menunjukan video tentang ibunya yang melakukan percakapan bersama salah satu anak buahnya.

__ADS_1


"aku sungguh sungguh meminta maaf dan tolong jangan terus tahan ibuku biarkan aku saja yang mengawasinya"sambungnya dengan nada memohon dan hampir berlutut di depan Rania.


memang tadi saat Demian sudah di bawa untu di tangani oleh dokter, Rania langsung mengerahkan beberapa anak buahnya di bawah pengawasan Dandi untuk mengawasi mama dari gio agar tidak membahayakan keselamatan keluarganya lagi.


"bangunlah,aku tidak bisa mengambil resiko atas keluarga ku"jawabnya singkat lalu meninggalkan gio sendirian di tempat tersebut.


Brakk


suara membanting pintu yang sangat besar membuat hampir seluruh penjuru ruangan tersebut menjadi tegang.


"apa begini cara kerja kalian!!! ha!!!"teriak seseorang yang baru datang dari arah pintu tersebut.


"kami sudah berusaha dan menghubungi beberapa anggota di luar negeri tapi hasil masih nihil"ucap salah satu anak buah yang memang memegang posisi sebagai tim yang paling lama bertahan pada organisasi tersebut.


"tidak becus!! ketua kalian hilang hanya segini usaha kalian"sambungnya sambil menggebrak meja ruang tersebut.


Brak


"maaf tuan Rendy,tapi kami bukan anggota utama dari organisasi Avega hanya mereka yang bisa mengoperasikan seluruh anggota luar"ya dia adalah Rendy yang sedang mengeluarkan emosinya karena istrinya menghilang entah kemana.


beberapa saat yang lalu Sasa dan Arsene pulang dari Italia secara mendadak padahal jadwal pulang masih satu Minggu lagi.


yang membuatnya semakin khawatir karena Sasa yang pulang dalam keadaan menangis dan dengan raut ekspresi wajah yang panik.


awalnya Sasa tidak mengaku bahwa Rania hilang tapi setelah beberapa saat di tanya akhirnya akhirnya Arsene yang berkata jujur juga.


"ngga kok pa"jawab Sasa sambil mengusap semua air mata yang jatuh di wajahnya.


"apa dia membuatmu menangis, katakan pada papa!!"pekik papa Dian sambil melihat putrinya dengan sangat intens.


"katakan sejujurnya Sasa"pinta Rendy yang dari tadi melihat adik dan ayahnya itu.


"ayya..."ucapan Sasa terpotong karena pekikan Rendy yang kaget karena tiba-tiba nama panggilan istrinya di sebut.


"ada apa dengan istri ku?"tanya Rendy.


"mommy hilang dad, aunty menangis karena tidak di izinkan uncle untuk ikut mencari mommy"ucap Arsene dengan santai karena dia yakin bahwa mommynya tidak apa apa.


"what!!!!"Rendy terkejut dengan nada bicara anak pertamanya yang terlalu santai tapi pembicaraannya bisa di bilang serius.


"bagaimana bisa dia menghilang?!!!"tanya Rendy dengan nada meninggi.


Drrrt drrt


ponsel Rendy bergetar menandakan telpon masuk.


"ada apa?"tanyanya pada orang yang berada di sebrang telpon.

__ADS_1


"dari pengawasan, kami kehilangan jejak nyonya Rania saat ini"ucap orang di sebrang telpon.


"apa!!!dasar tidak becus"ucapnya lalu mematikan ponselnya.lalu Rendy langsung keluar dari rumah dengan keadaan terburu-buru.


...***...


Ceklek


"capat lepaskan aku,aku tidak bersalah sama sekali!!!"


"aku hanya ingin mendapatkan hak ku dan balas dendam"teriak seorang wanita itu sambil memberontak agar kedua tangannya di lepaskan.


"lepaskan dia!!"ucap Rania yang baru saja memasuki ruangan tersebut.


"tapi nona??!?!?"jawab bawahannya ragu ragu.


"kau!!!...."tunjuk wanita itu dengan nada yang keras.


"kubilang lepaskan "titah Rania sudah tidak bisa di bantah karena penuh penekanan.akhirnya mereka melepaskan wanita itu.


"cepat lepaskan aku"mereka pun langsung melepaskan wanita itu yang berstatus tahanan Rania dengan kata lain itu adalah mama dari gio yang berada di bawah pengawasan Rania.


dengan tidak tau dirinya wanita itu berjalan mendekati Rania dan menodongkan senjata api yang dia simpan di balik bajunya ke dekat pelipis Rania.


sedangkan Rania yang di jadikan target tembakan malah diam dan menatap datar ke arah sang pelaku.


cttak


suara senjata api yang siap tembak terdengar secara bersamaan. tentu saja itu para anggota inti organisasi Avega yang dari tadi diam mengamati.


Dandi,Kenan,Rayan, Veronica menodongkan senjata mereka masing masing ke arah kepala mama gio dengan posisi melingkar.


"see? obsesi buta milikmu lah yang menggerogoti hidupmu.padahal inangnya sudah mati"ucap Rania sambil tersenyum smrik.


"tidak dia belum mati....akhh tidak....tidak ,oh ya kalau aku bisa membunuhmu dia akan kembali kepada ku... hahahaha"rancunya sambil tertawa seperti orang gila.


"bawa dia ke rumah sakit jiwa dan segera beritahu kepada gio"pinta Veronica yang saat itu tau bawa Rania sedang dalam keadaan yang tidak baik baik saja.


grepp


Veronica langsung mencoba menenangkan Rania dengan cara memeluknya.


"aku capek..."bisik Rania sambil mengeluarkan sebutir air mata dari pelupuk matanya.


di ruangan tersebut semua sudah keluar kecuali anggota inti saja.


"oke...kamu boleh capek tapi jangan menyerah , karena kamu sudah mencoba untuk sembuh beberapa tahun yang lalu"ucap Veronica yang sebenarnya perantara sebagai kata penenang hati untuk luka lama Rania.

__ADS_1


sambil menepuk-nepuk pundak Rania, Veronica membawanya untuk keluar dari ruangan tersebut menuju ke suatu tempat.


__ADS_2