
saat perjalanan pulang Rendy hanya menggerutu tidak jelas karena Sasa. dia juga berpikir bagaimana bisa Nanda dan Sasa menghubungi satu sama lain. sedangkan mereka jarang bertemu dan tidak pernah bertukar nomor telepon.
"sialan kau Nanda, bagaimana bisa kau mengadu pada adiku.awas saja kau nanti"batin rendy.
Haaachi
"ada apa ini,kok gue jadi merinding sendiri.apa Karena akhir pekan gak ada yang nemenin?nasib jomblo mah gini"ucap Nanda yang saat itu sedang pusing karena mengambil sebagian pekerjaan Rendy.
dasar dirinya sendiri jomblo aja ngingetin temennya untuk nikah. ingat umur sendiri udah sama tuanya juga.
***
saat tengah malam seperti biasa seluruh penghuni apartemen tersebut harus begadang menemani kedua bayi kecil untuk bermain. dan juga seperti biasa Rania selalu mengerjakan tugas kantornya sambil menemani mereka.baby Ale dan baby Ald di tempat tidur Rania ditemani Sasa,Lisa, Sheila dan kedua babysitter.sedangka Rania di sofa mengerjakan pekerjaannya.
"ay gue heran deh sama kamu, ini kan akhir pekan kenapa masih ngerjain tugas kantor aja"tanya Sheila.
Rania tidak menjawab hanya menunjukan tumpukn email yang tertera di layar laptopnya dan beberapa dokumen yang dibawah pulang olehnya.
"emang kenapa?"tanya Lisa.
"biasa urusan perusahaan,ada orang cari masalah"ucap Rania santai matanya masih tertuju pada layar itu.
"siapa tuh orang berani-beraninya cari masalah sama singa betina"ucap Sheila. karena ucapan Sheila semua orang menatapnya. kecuali Rania yang namanya cuek dengan semua itu, Karena dia sudah terbiasa dengan omongan para sahabatnya yang mengatainya singa betina.
Sheila yang sadar akan diucapkannya langsung menutup mulutnya."I am sorry"ucap Sheila sambil menyengir kuda.
Rania tidak menjawab hanya dibalas dengan anggukan dan dirinya masih sibuk dengan laptopnya.sedari tadi Sasa hanya mendengarkan dan mengajak bermain si kembar bersama kedua babysitternya.
"hey ay aku lihat wajah baby Ale sama baby Ald kayak bibit bibit unggulan,kayak bule"ucap Sasa.
"iya aku juga heran dari mana kak Risti dulu kok bisa dapat bule kampung hehehe"tambah Sheila.
"aku juga ngga tau tapi emang kak daniel ketemu sama kak risti itu waktu aku diantar kak risti masuk kuliah pertama kali"jelas Rania.
"cari tau lah ay sekarang kau kan punya pasukan pribadi ya kan"ucap Sheila sambil menaikkan alisnya bergantian kanan dan kiri.
__ADS_1
"ih apa sih mereka kan juga punya pekerjaan sendiri hanya kalau gue minta saja baru bertugas"ucap Rania.
"ya kan sama aja"ucap Sheila.
"terserah"
tak beberapa lama kemudian ponsel Rania berdering.
"pasti kak Rendy"tebak sasa.lalu dibalas Rania dengan anggukan kepala.
"sudah pasti kan kalau malam aku sering begadang,terus pas waktu ke dapur lewat kamar kak rendy yang lupa kunci pintu gue lihat dia video call sama Lo"sambungnya.
saat video call tersambung rania langsung mengarahkan kamera ke arah si kembar.dia tau biasanya rendy akan meminta melihat wajahnya terlebih dahulu dan berbincang sebentar baru ke si kembar.tetapi sekarang dia malu karena ada teman temannya.
"assalamualaikum anak anak Daddy"rendy.
"waalaikumsalam,cie Daddy"Sasa, Sheila,dan Lisa.
"waduh panggilannya mommy and Daddy,kakak nikahin dulu mommynya"Sasa.sambil merebut ponsel Rania.
"tega banget sama adik sendiri"sasa. sambil mengarahkan layar ponselnya ke arah si kembar.
hampir setengah jam berlalu Rendy masih sibuk untuk mengajak bicara si kembar lewat panggilan video call. sedangkan Rania berusaha menyelesaikan semuanya lalu bergabung bersama mereka.
"kalian besok berencana mau kemana"rendy.
"ke taman kak, kenapa kakak mau ikut?"sasa.
"nggak tau lihat saja besok"rendy.
"terserah, gengsi amat tinggal bilang iya.dasar"Sasa.
saat mereka sedang asik berbicara di telepon tiba-tiba baby Ale menangis. dan disusul dengan tangisan baby Ald yang membuat semua orang menjadi panik untuk menenangkan dan memutus sambungan video call dengan rendy.sedangkan Rania yang sedang fokus konsentrasinya buyar dan akhirnya menutup semua berkasnya dan laptopnya. lalu menuju ke arah baby ale dan baby Ald.seperti biasa Rania yang paling bisa menenangkan kedua bayi itu.sedangkan para sahabatnya dan kedua babysitternya saja kesusahan untuk menenangkannya.tetapi sekarang mereka sudah tidur dengan nyenyak.
"aduh susah juga yang ngurus bayi, ay kamu dalam beberapa menit aja udah bikin mereka tenang bahkan mereka sekarang tertidur bener bener udah pantes jadi ibu"keluh Sheila.
__ADS_1
"hmm"hanya itu jawaban Rania.
"kau tau kan ayya selalu jadi babysitter kalau ponakannya ada di rumah. yang harus jagain dan bikin tenang anak kecil dia itu udah biasa,sayang mukanya doang yang kayak tembok"ucap Lisa.
"udah yuk tidur udah malam"ucap Sasa.
"kalian kembali ke kamar saja biar mereka berdua disini"ucap Rania kepada kedua babysitter si kembar.seperti biasa mereka akan tidur beralaskan karpet sedangkan kedua bayi itu tidur di tempat tidur.mereka sudah terbiasa akan hal itu karena dulu sering tidur bersama beralaskan karpet saat masa SMA di kampung.
***
pagi hari yang cerah para perempuan di apartemen Rania sedang bersiap siap untuk pergi jalan-jalan ke taman.
"aduh lama banget si mereka,woy cepet dong keburu siang"ucap Lisa memangil Sasa dan Sheila.
mereka adalah orang yang paling rempong kalau diajak keluar.berebeda dengan Lisa dan Rania yang biasa biasa saja.sedari tadi si kembar tenang dalam gendongan Rania dan Lily.sedangkan Lidia membawakan perlengkapan kedua bayi tersebut.
"iya,iya sabar Napa"teriak Sheila.
"adu mau ketaman aja lama amat"ucap Lisa.
"kau kan tau Lisa sayang kalau di sini kamar mandi cuma dua kita kan harus gantian mandi, sholat,sama jagain si kembar"jelas Sasa.
sedangkan kedua babysitter Rania merangkap tugas saat kedua bayi itu bersama Rania maka mereka akan membersihkan rumah dan memasak.
"sudah ayo berangkat"ucap Rania.
setelah 15 menit berjalan akhirnya mereka sampai di taman.mereka sengaja berjalan kaki sambil menikmati perjalanan.di gendongan Rania dan lili kedua bayi itu anteng tidak menangis malahan menikmati perjalanan.
"kita duduk di taman sebelah kiri saja karena mungkin lebih sedikit orangnya"ucap Sasa.usulan sasa karena memang di sisi taman sebelah kanan banyak sekali orang berlalu lalang dan ada senam untuk umum.
"ya sudah kalian duluan aku mau menelepon seseorang"ucap Rania.
saat mereka sedang bersantai duduk di kursi taman yang agak sepi,lisa mengambil baby ale dari gendongan lida sedangka sasa dan sheila pergi untuk membeli cemilan.saat sedang bersantai tiba tiba ada seseorang yang mengambil baby Ale dari gendongan Lisa.
seketika membuat semua panik dan mencoba mengejar,sedangkan Rania,sheila dan sasa belum datang.baby Ale yang diambil secara paksa pun menangis dalam gendongan orang itu.
__ADS_1
“bangsat”rania spontan ikut mengejar orang yang membawa baby ale dan baby ald ikut menangis karena kaget mendengar umpatan rania atau mungkin ikut merasakan apa yang dirasakan saudara kembarnya.