Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
adik baru


__ADS_3

tiga bulan kemudian


setelah acara resepsi pernikahan Rania dan rendy.selanjutnya adalah pernikahan Lana dan Elsa,disiapkan seusai bulan madu Rania dan rendy.


sekarang Rendy dan Rania sudah tinggal di rumah pribadi milik rendy.sedangkan rumah Rania sudah menjadi milik kedua orang tuanya dan kakaknya.rumah mereka tidak pernah sepi karena selalu dipenuhi dengan kericuhan ketiga anak rania.seperti Arsene yang mempunyai sikap dewasa,dan kedua anak kembarnya yang suka membuat kekacauan.


Arsene juga sudah mulai sekolah, karena dia tergolong siswa yang cerdas Arsene langsung naik ke kelas tiga SD.hal tersebut membuat Rania harus membagi waktu kerja dan meluangkan waktu untuk anak anaknya.untung saja Rendy mau membantu meringankan beban pekerjaan yang Rania.


hari ini adalah hari libur bagi semua orang yang bekerja.begitu pula dengan keluarga kecil Rendy yang sedang bersantai di rumah menikmati waktu weekend untuk berenang.


kedua orang tua muda itu sedang mengajari anak kembarnya untuk berenang.kalau Arsene memang sudah bisa berenang sejak usia lima tahun,jadi dia tidak perlu diajari lagi.


"mom Ade enag aya atu aja ya(mom adek renang gaya batu aja ya)"celoteh baby Ald membuat kedua pasangan suami istri itu tertawa.


"kenapa gaya batu?"tanya rendy kepada anak bontot nya.


"ata aka sen tu nga usa(kata kakak sen itu ngga susah)"jawab baby Ald.


sedangkan Arsene yang mendengar namanya disebut langsung menoleh dan terkekeh karena adik bungsunya itu.


"mom aka au aik(mom kakak mau naik)"ujar baby Ale.


"mas tiba tiba aku pingin makan martabak"ucap Rania sambil mengendong baby Ale berniat untuk memandikannya.


"ini masih pagi, martabak adanya malam.nanti malam aja ya"Rendy mencoba bernegosiasi,sambil membantu baby Ald untuk naik ke atas.


"maunya sekarang, kalau ngga ya ngga usah"ketus Rania.


Rendy heran dengan sikap istrinya selama dua hari ini.entah itu ngambek atau mendiamkannya, sampai menagis saat dirinya pulang terlalu larut malam.


Rania masuk ke dalam rumah diikuti oleh anak anaknya dan juga Rendy di belakangnya.setelah memandikan anak anaknya Rania langsung membawa mereka untuk bermain di taman belakang dan masih mendiamkan Rendy.


"yang.. sayang,kamu kenapa sih kok akhir akhir ini suka ngambek"tanya Rendy duduk di sebelah Rania yang sedang memperhatikan anak anaknya bermain.


"ngga tau,pikir sendiri"ketus Rania berbicara tanpa menoleh ke arahnya.


"kamu ketus banget sih, martabak itu jualnya malam semua.nanti aja ya sekalian jalan jalan sama anak anak"bujuk Rendy.


"ngga usah,besok Arsene sekolah dan nanti malam dia harus belajar"balas Rania menatap tajam ke arahnya, lalu meninggalkan Rendy yang masih duduk di kursi taman.


"aduh...susah ya punya istri mantan mafia, tatapannya kalau marah bukan main"gumam Rendy beranjak dari kursi itu dan terus mengikuti Rania kemana pun dia berjalan.rania sudah memutuskan untuk keluar dari organisasi mafia yang dipimpin oleh Damian,tetapi organisasi Avega masih di bawah kepemimpinannya.


malam harinya seperti biasa Rania menyelesaikan pekerjaannya sekaligus menemani anak sulungnya belajar.kalau si kembar tentu saja sibuk bermain, sedangkan Rendy masih bingung harus membujuk Rania seperti apa lagi rasanya sudah kehabisan akal.


saat Rendy ingin mendekati Rania, Rania langsung memintanya untuk berhenti dan tidak mendekat kepadanya.


"berhenti disitu,kamu jangan dekat-dekat dengan ku"ucap rania sambil menutup hidungnya.


"kenapa? sayang memang ada apa denganku?"tanya Rendy bingung semakin aneh saja sikap istrinya itu.

__ADS_1


"kamu bau,aku pingin muntah"balas Rania menutup mulut dan hidungnya dengan berkas yang berada di tangannya.


Rendy langsung mengecek bau tubuhnya,dirasa dirinya sudah mandi dua kali tadi.


"aku baru saja mandi yang"ujar Rendy mendekati Rania.


"jangan mendekat mas"ucap Rania tidak dihiraukan oleh Rendy.dan...


Rania langsung berlari menjauhi Rendy, tujuan utamanya sekarang adalah kamar mandi.


Hoek


Hoek


Hoek


Rania memuntahkan seluruh isi perutnya, entah kenapa perutnya selalu merasa bergejolak saat malam tiba tetapi saat pagi sudah baik baik saja.


*tok


tok


tok*


"sayang kamu kenap"Rendy yang melihat Rania berlari pun langsung mengikutinya.tidak disangka dia benar benar muntah saat di dekati olehnya.


ceklek


ucapan Rania barusan sukses membuat rendy syok mendengarnya.


bagaimana bisa dia jauh dari Rania, setiap kali anak anaknya ingin tidur bersama mereka saja Rendy pasti tidur paling akhir untuk pindah posisi memeluk Rania.


"kok gitu, sayang jangan dong"ucap Rendy memohon kepada Rania dengan wajah memelas.


"aku mual mas,kamu mau aku semalaman muntah terus"jawab Rania sedikit heran dengan kondisi tubuhnya.


"oke aku tidur sama Arsene,tapi sekarang aku panggil Sasa ya"usul Rendy.


"baiklah"Rania hanya bisa pasrah saja dia juga ingin segera sembuh.


Rendy kembali ke ruang keluarga untuk mengambil ponselnya dan menghubungi nomor adiknya itu.


"assalamualaikum ada apa kak?"tanya Sasa dari sebrang telpon.


"waalaikumsalam,bisa ke rumah kakak sekarang tidak?"jawab Rendy.


"kenapa?apa keponakanku sakit?"tanya Sasa lagi.


"bukan,tapi mommy mereka yang sedang sakit"ucap Rendy.

__ADS_1


"baiklah aku ke sana sekarang,aku tutup dulu ya. assalamualaikum"Sasa.


"waalaikumsalam"Rendy.


Tut Tut Tut


setengah jam kemudian Sasa sampai di rumah kakaknya.


tok


tok


tok


ceklek


seorang pelayan membukakan pintu untuknya dan menyambutnya.


"selamat datang non Sasa,tuan dan nyonya sudah menunggu anda di kamar"ucap pelayan itu.


"baik terima kasih,aku akan ke sana"Sasa bergegas menuju kamar sang kakak.


ceklek


"yeah aunty Sasa datang"sorak gembira Arsene karena kedatangan Sasa.


"halo boy,kamu tidak tidur? lihatlah adikmu sudah tidur"ucap Sasa sambil mengusap rambut Arsene.


"belum aunty,aku ingin lihat kondisi mommy,dari tadi mommy muntah saat di dekati oleh Daddy"jelas Arsene.


seketika senyum Sasa terbit dengan lebar.beranjak mendekati Rania lalu memeriksa keadaannya.senyum Sasa kembali terbit setelah memastikan kondisi Rania saat ini benar adanya sesuai prediksinya.


"kenapa kau tersenyum?"tanya rendy yang heran melihat adiknya tersenyum setelah memeriksa rania.begitupun Rania juga heran melihat sahabatnya yang saat ini berstatus menjadi adik iparnya itu.


"sepertinya ini akan lama sembuhnya dan juga kakak akan lama tidur berjauhan dengan ayya"goda Sasa.


"what!!! jangan bercanda"pekik Rendy mendengar ucapan sang adik .


"turunkan nada bicaramu,anak mu sedang tidur.begini saat ini ayya sedang mengandung jadi itu sudah bawaan bayi.kakak juga harus memaklumi sifat anehnya dan lagi harus lebih sabar.besok pagi datanglah ke rumah sakit untuk periksa ke dokter Obgyn"jelas Sasa membuat kedua suami istri bahagia dengan penjelasan Sasa.


"Daddy apakah aku akan punya adik baru?"tanya Arsene yang dari tadi mendengar penjelasan Sasa.


"iya sayang kamu akan punya adik baru"jawab Rendy beranjak ingin memeluk Rania tetapi langsung dihentikan oleh Sasa.


"etsh..mau apa?ayya pasti mut'ah lagi jika kamu dekati"ucap Sasa.


"yeah aku punya adik baru...harus perempuan ya mom"sorak bahagia Arsene.


"semoga saja sen"jawab Rania.

__ADS_1


malam itu diisi dengan kebahagiaan atas kehamilan Rania dan disana yang tersiksa adalah Rendy yang tidak bisa memeluk atau mencium Rania.jadilah Sasa pun menginap di rumah kakaknya untuk berjaga jaga.


__ADS_2