
...lupa yang telah berlalu, hidup terus berjalan.siapa pun bisa membuatmu bahagia.arti kata hidup itu hanya muncul dari pola pikiran mu sendiri....
......Veronica Alexandre......
malam hari disaat Rania sedang berada di alam bawah sadarnya merasakan seperti ada orang di sampingnya.mengusap kepalanya dengan lembut dan mencium tangannya.rasanya dia ingin bangun tetapi tidak bisa karena efek obat yang diberikan oleh dokter Gery.
sedangkan di kenyataan memang Rendy sedang berada di kamar Rania untuk melihat kondisi seseorang yang masih berstatus sebagai tunangannya itu.
"cepat sembuh ya sayang,aku pulang dulu"ucap Rendy lalu mengecup kening Rania.
Rendy pun turu ke lantai bawah untuk berpamitan kepada keluarga rania.tetapi malah ketiga anak anaknya ingin ikut bersamanya.veronica sudah mengatakan bahwa arsene juga anak angkat Rania, Rendy menerima dengan senang hati.
"kami mau ikut Daddy"ucap Arsene mewakili kedua adiknya yang memeluk kaki Rendy.
"besok aja,Daddy kalian kesini lagi"bujuk Bu Nina.
sedangkan Vian anak dari fikri hanya memeluk sang ayah dengan erat saat melihat ketiga sepupunya ingin bersama Daddy mereka.
"angis ni Ade(nangis nih adek)"ancam baby Ald yang menurut semua orang terlihat mengemaskan.
"udah Bu ngga papa,ayo ikut Daddy"setelah berpamitan Rendy dan ketiga jagoannya diantara sopir rumah Rania untuk pulang.
ceklek
"Rendy sudah pulang,kamu bawa anak anak siapa sayang?"tanya mama Tia yang memang sedang berada di ruang tamu bersama papa dian.
"ini anak anak Rendy pa,ma"jawab Rendy dengan singkat karena ketiga bocah itu terus bertanya kepada dirinya.
"WHAT!!!!Rendy kamu yang benar saja,anak siapa yang kamu culik"mama Tia menjadi heboh sendiri.
"ma tenaga ma"papa dian mencoba menenangkan sang istri.
"ma tenaga dulu"ucap Rendy.
"mereka baby Ale sama baby Ald mama inget kan"jelas Rendy yang membuat kedua orang tuanya terkejut.
"aaaaaa cucu Oma"mama Tia langsung mendekati kedua anak kembar itu lalu memeluknya dan menciuminya dengan gemas begitupun dengan papa dian.
"anak ganteng di belakang kamu itu siapa Rendy?"tanya papa dian.
"ini Arsene anak pertama Rendy sama Rania pa"jawab Rendy sambil mengelus kepala Arsene yang dari tadi bersembunyi di balik badannya.
"hah??maksud kamu,Rendy kamu harus mengikhlaskan kepergian ayya sayang"sahut mama Tia menatap sendu anak sulungnya.
Rendy hanya terkekeh mendengar ucapan mamanya.
"ini benar ma, Rania masih hidup aku baru saja bertemu dengannya.tanyakan saja kepada ketiga anakku ini"jelas Rendy.
"dimana mommy kalian?"tanya mama Tia kepada si kembar.
__ADS_1
"di Uma oma(di rumah oma)"jawab baby Ale.
"Rendy besok bawa mama menemui Rania sebagai bukti"mama Tia hanya ingin memastikan ucapan anaknya besok.
"jangan besok ma, Rendy mau meluruskan kesalahpahaman dengan ayya dulu"Rendy sudah memiliki rencana untuk besok.
"baiklah mama beri waktu tiga hari, Arsene sini sayang"ucap mama Tia.
Arsene mendekati opa dan Oma barunya dengan wajah ragu ragu.
"sini Arsene sama opa"papa dian pun ikut bicara membujuk Arsene agar mendekat.
"Rendy ke kamar dulu ya ma,pa titip anak anak sebentar"pamit Rendy.
"iya,sana mandi yang lama"sahut mama Tia yang masih sibuk dengan ketiga cucunya.
"dasar"gumam Rendy menggelengkan kepalanya.mungkin saja kalau kedua adiknya sudah pulang pasti heboh soal tidak dipedulikan oleh papa mamanya sudah seperti anak tiri.
saat asik bermain dengan cucu mereka, keributan kembali muncul karena anak perempuan mereka.
"Omo,mama culik anak siapa ini"Sasa yang baru pulang dari rumah sakit heboh karena kedatangan tiga bocah itu.
"sembarang ini anda kakak kamu"jawab mama Tia.
"mandi sana, jangan pegang cucu cucu mama kamu bau rumah sakit"sambungnya.
"yah mama kok gitu sih,kakak dapat anak dari mana ma?"tanya Sasa.
"yah papa"gerutu Sasa dengan raut wajah memelas.
"mandi cantik atau.."
"iya pa"Sasa langsung berlari menuju tangga untuk naik ke kamarnya.
belum sampai di sana anak laki laki mereka pun sudah pulang dari kantor dengan wajah lelah.baru ingin bertanya kepada sang mama malah sudah di jawab duluan.
"apa mau tanya mama culik anak siapa?udah sana mandi terus turun buat makan malam"ucap mama Tia.
"iya ndoro" jawab Lana lalu berlari menuju lift untuk menuju ke kamarnya.
"Lana Rahardian Franziska"teriak mama Tia.
"ampun ma"teriak Lana dari lantai atas.
"Oma bisik(Oma berisik)"sahut baby Ald.
"maaf ya sayang, aunty sama uncle kamu ngeselin"mama Tia hanya tersenyum melihat wajah cemberut baby Ald.
...*****...
__ADS_1
keesokan paginya kediaman Franziska dibikin heboh karena dua bocah kembar itu.
"Daddy,baby Ale sama baby Ald berantakin kamar Oma opa"Arsene menggoncang badan rendy yang sedang tidur.
"ngga papa nanti juga diberesin pelayan"jawab Rendy masih setengah sadar.
"aduh Daddy lihat sendiri aja"Arsene makin mengguncang tubuh Rendy. mau tidak mau Rendy harus membuka mata dan bangun.
"ayo dad"Arsene menarik tangan Rendy untuk berjalan cepat.
ceklek
"ya ampun,pft.....kok kalian jahil banget sih"hal pertama yang dilihat oleh Rendy adalah kedua anaknya yang mengobrak abrik meja rias mamanya dan mencoret coret wajah papanya yang sedang tidur.
"ayo mandi sekarang,sudah mau siang"bujuk Rendy agar mereka mau menghentikan aksinya itu.
"api opa antik an(tapi opa cantik kan)"tanya baby Ald dengan wajah berbinar.
"Iya cantik,yok mandi"kilah Rendy sambil merentangkan kedua tangannya agar mereka mau mendekat kearahnya.
.
.
.
"Lana,kau sudah melakukan yang aku suruh kan?"tanya rendy saat berangkat menuju perusahaan Franziska.
"sudah kak, siang ini CEO RA company akan datang"jawab Lana masih fokus menyetir.
"bagus,aku harus berjuang lebih keras"gumamanya.
"diluruskan kesalahannya doang, dihalalkan hubungannya dong"sewot Lana.
"diam kau, setelah ini juga aku akan menikahinya.karena kedua orang tuanya sudah merestui hubungan kita,kau kapan"ucap Rendy menyombongkan diri kepada Lana.
"kalah Mulu,aku diem aja deh"gumam Lana.
...*****...
"kemana anak anakku Bu"tanya Rania yang baru saja turun untuk sarapan.
"kamu mau kemana,masih sakit kok mau bekerja"omel sang ibu.
"ayya udah sehat kok Bu"bantah Rania.
"ngga papa Bu,Vero bakal ikut Nia ke kantor"selah Veronica yang baru saja turun untuk sarapan.
"ngapain ikut?"tanya Rania kepada temannya itu.
__ADS_1
"kau itu masih sakit,kalau tidak diawasi bisa kacau"omel Veronica
sebenarnya itu juga permintaan dari Rendy untuk ikut dan mengawasi Rania supaya tidak bekerja terlalu keras, apalagi hari ini jadwal pertemuannya dengan perusahaan Franziska.veronica harus siap siaga untuk membantu kelancaran rencana hari ini.