Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
keputusan akhir


__ADS_3

setelah dua jam inilah hasil yang ditunggu tunggu oleh semua orang terutama keluarga chandresh.


"keputusan sidang sudah diambil,bahwa keluarga chandresh tidak berhak sepenuhnya atas Alexis Xavier dan Alden Xavier.dikarenakan memang dari awal hak penuh sudah diberikan kepada nyonya Rania abaya xavion sepenuhnya selaku saudara dari ibu Risti dan permintaan sebelum ibu Resti meninggal"


dok


dok


dok


tiga ketukan palu sudah terdengar, menandakan bahwa keputusan sudah mutlak dan didengar oleh semua para saksi yang hadir.


"maaf pak hakim apakah saya boleh bertanya?"selah pengacara dari keluarga chandresh.


"silakan"


"apakah masih bisa memberikan hak waris dan nama belakang keluarga untuk Alexis Xavier dan Alden Xavier dari keluarga chandresh?"tanya pengacara dari keluarga chandresh.


"itu adalah keputusan yang diambil ketika mereka beranjak dewasa"jawab hakim dan mengakhiri sidang tersebut.


semua pun keluarga dari ruang persidangan dengan beberapa suasana hati yang berbeda.


dimulai dari keluarga Rania yang merasa lega dengan keputusan akhir yang diambil.hingga keluarga chandresh terutama tuan Andrian yang merasa gagal memperjuangkan harga diri dari keluarga chandresh.


tap


tap


tap


suara langkah high heels terdengar mendekat ke arah keluarga chandresh.


"see!! sekarang anda lihat sendiri kalau ucapan ku sebelumnya terbukti adanya,anda melawan seorang Rania abaya saja tidak mampu.apalagi melawan dia yang menjadi Baruna Alexander"ucap Veronica dengan nada tenang sambil berjalan melewati keluarga chandresh yang terdiri tuan Andrian, nyonya chandresh dan Dayyan.


"dayyan aku akui keputusan yang diajukan oleh pengacara mu adalah baik"ucap Rania sambil menepuk bahunya lalu pergi dengan langka cepat menuju mobilnya untuk pulang.


...*****...


setelah pulang dari pengadilan Rania dan Rendy langsung menjemput keempat jagoannya di kediaman keluarga Franziska.


"mommy....."teriakan heboh terdengar dari di ruangan tersebut kala kedua orang tua muda itu memasuki rumah orang tuanya.


serempak ketiga anaknya langsung menghampiri sang mommy dan sang Daddy dibiarkan tanpa adanya teriakan panggilan dari mereka.


"kok mommy aja, Daddy ngga dipeluk nih"ucap Rendy sambil menampilkan wajah sedih.


"ngga mau,dari kemarin Daddy ngga mau lepas dari mommy adek ngga suka"ucapan Ald membuat semua orang di sana menatap Rendy dengan tatapan penasaran.


"apa? kenapa kalian semua menatapku seperti itu"Lana yang berada di sampingnya memicingkan mata dengan isyarat tidak percaya.


"badan doang gede, urusan perhatian ngga mau kalah sama anak"sindir Lana dengan nada mengejek.

__ADS_1


"memang kamu ngga?"tanya Elsa istri dari Lana dengan nada mengejek.


"selagi masih belum dikasih masih bisa menikmati waktu berdua"ucapnya sombong.


"cih,semoga saja nanti langsung ganda penderitaan mu lebih dariku"balas Rendy sambil memukul bahu adiknya.


"sudah sudah berhenti bertengkar,kakak mu pasti capek.kalian istirahat disini saja dulu nanti makan Siang bersama,baby rhea sedang diajak papa dan Sasa jalan jalan ke taman"lerai mama Tia.


"iya ma"


alasan yang lain tidak ingin ikut adalah dari tadi kedua bocah kembar itu menangis takut tidak bisa bertemu dengan Daddy dan mommynya lagi setelah mendengar pembicaraan orang dewasa yang tidak harus mereka dengar.


terpaksa Arsene ikut adil dalam menenangkan kedua adik kembarnya dan membawa baby rhea menjauh agar tidak ikut menangis karena kakak kakaknya.


tak beberapa lama setelah semua berkumpul di ruang keluarga ternyata ada tamu tak diundang yang datang.


dia adalah via anak dari sahabat mama Tia yang sangat ingin memiliki rendy.tetapi apa daya takdir sudah berkata lain bahwa Rendy milik Rania.


via datang bersama ibunya tentunya sahabat dari mama Tia yang berkunjung.


"apa kabar jeng?"ucap bu Mira mama dari via.


"baik jeng,mau kesini kok tidak beri kabar dulu kan bisa siap siap"gurau mama Tia.


"tidak apa,lagi ada waktu senggang aja ini"jawab Bu Mira.


"ini juga mau kasih oleh oleh dari Singapura, kebetulan via baru saja pulang jadi sekali.via sapa Tante Tia"


"baik,udah lama ya kamu di Singapura makin cantik aja"puji mama Tia kepada via.


"makasih Tante,iya hampir satu tahun lebih"jawabnya.


"bentar ya aku panggil anak anakku, mereka sedang berkumpul hari ini"ucap mama Tia lalu memanggil salah satu pelayan agar memanggil mereka untuk menyapa Bu Mira.


tak beberapa lama Lana dan Elsa turun terlebih dahulu karena memang posisinya ingin keluar.


"halo Tante mira"sapa Lana dengan nada ramah.


"eh lama udah lama ngga ketemu sekarang udah besar aja,ini siapa yang ada di samping kamu?"tanya Bu Mira.


"kenalin ini istri saya Tante baru beberapa bulan lalu kami melangsungkan pernikahan"ungkap Lana dengan senyum lebar.


"halo Tante saya Elsa"sambung Elsa.


"wah udah nikah aja,kok kamu ngga ngundang Tante sih"guraunya.


"ngga sempet jeng,kan kamu waktu itu lagi ada di Singapura kata ibu ibu yang lain"bukan Lana yang menjawab tetapi mama Tia.


Tak beberapa lama Rendy turun dari lantai atas sambil menggenggam tangan Rania dengan senyum yang mengembang sangat cerah. sedangkan Rania tampak muram mungkin kalau saja pelayanan tadi tidak memberitahu untuk turun sudah habis Rania tidak bisa berjalan normal.


"eh gantengnya Tante udah turun"seru Bu Mira, memang soal pernikahan Rendy sampai pernikahan Lana pun Bu Mira tidak tau.

__ADS_1


"yang ada di sebelah kamu ini siapa, pacar baru kamu ya?tapi Tante ngga percaya kalau gantengnya Tante punya pacar"cetus Bu Mira tanpa pikir panjang.


"maaf Tante Rania memang bukan pacar saya..."ucapan Rendy yang terpotong itu membuat Bu Mira keburu senang.


"tapi kok gandengan tangan,atau sepupu kamu?"tangannya lagi


"bukan Tante,tapi Rania abaya xavion adalah istri saya"


bak petir di siang bolong ucapan Rendy terucap dengan begitu lancar dan cukup mengejutkan mereka terutama via yang beberapa kali di masa lalu yang menaruh hati pada Rendy.


bukan malah iku menangapi Rania malah mencari topik lain.agaknya dia bisa menebak apa yang terjadi di sini.


"halo tante.ma,si kembar sama sen ada di mana?"ucapnya dilanjutkan tanyakan kepada mama Tia.


"oh tadi mama suruh ngga ganggu kamu sama Rendy dulu, sekarang kayaknya masih di kamar Sasa deh kayaknya"jawab mama Langsung saja Rania menuju kamar sahabatnya yang sekarang menjadi adik iparnya.


"jeng kok menantu kamu ngga sopan gitu,kamu juga mau aja sama dia"ucap bu Mira dengan nada tidak suka.


semuanya hanya bisa bergemuruh di dalam hati.


"emang gitu sikapnya mungkin masih asing"mama Tia hanya bisa menjawab seadanya karena tau Rania dari dulu pun kalau tidak suka dengan orang pasti sudah mencari tau terlebih dahulu. belum lagi via menaruh hati pada Rendy mama Tia sudah tidak bisa berkata kata


"kalau tadi dia bilang Arsene sama kembar itu siapa?"sekarang malah via yang bertanya.


"oh itu anak anak Rendy"kenyataan dua kali menampar kesadaran akal via.


"oma....oma....huwaaa"tak lama setelah itu terdengar suara tangisan dari ale yang mendekati arah ruang tamu.


"ada apa sayang kok nangis?"tanya mama Tia sambil menaruh Ale dalam gendongannya.


"ada apa ayya?"tanya pada menantunya itu.


"biasa ma,Ald ngga mau main sama dia dan Ale diajak main sama kak sen juga ngga mau"jawab Rania sambil mendekati mereka sedang menggendong Ald dalam gendongannya diikuti oleh Arsene.


"loh jeng katanya Rendy baru nikah kok anaknya udah besar aja?"tentu Bu Mira kaget padahal kabar pernikahan Rendy kurang lebih setahun.


"oh ini anak angkatnya mereka"ucap mama Tia singkat.


"kok mau aja sih ada anak angkat,emang dia ngga bisa punya anak ya?"cetusnya tanpa rasa malu.


"kalau gitu sayang Banget,mending dulu Rendy jadi nikah sama via bisa aja sekarang sudah punya anak seumpama ngga terlalu terobsesi sama mantannya itu"sambungnya semakin tidak karuan.


"cukup!!!saya sudah cukup menghormati Tante sebagai sahabat lama mama saya.seharusnya tidak ikut campur atas kehidupan saya"kecam Rendy dengan tegas.


"mau saya punya anak angkat atau tidak itu bukan urusan anda"jawab Rania dengan datar lalu menatap via yang sedari tadi memperhatikan Rendy yang jelas jelas sedang marah dengan tatapan memuja.


"bilang saja kamu hanya memanfaatkan harta Rendy kan,dan kamu ngga bisa punya anak"sekarang bukan Bu mira yang berbicara melainkan via yang sudah terbakar api cemburu dan dalam hatinya masih menyimpan harapan besar untuk mendapatkan Rendy.


"kata siapa ngga bisa?......


happy reading 😊

__ADS_1


__ADS_2