Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
ingin pergi tetapi terikat takut


__ADS_3

..."Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu....


...Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada"...


...... Najwa Shihab......


sudah satu Minggu Rania berada di rumah barunya,dan dirinya semakin sibuk dengan semua pekerjaannya hingga jarang pulang.anak anak Rania hanya bertukar kabar lewat video call.


"Dandi apakah mereka sudah bergerak?"tanya Rania yang saat ini berada di markas Avega. beberapa hari yang lalu Rania mendatangi markas organisasi Avega bersama Veronica dan elsa.dandi yang melihat bahwa Rania dan Veronica masih hidup menjadi heboh sendiri.


"mereka sudah bergerak, karena umpan darimu"jawab Dandi.


"ikan sudah makan umpan, saatnya menarik pancingnya"ucap Rania sambil menyeringai.


Rania tau bahwa musuh itu bukan hanya mengincar kehancuran keluarga Franziska,tetapi kedua anak kembarnya juga memiliki hubungan dengan keluarga itu.


selama tiga tahun ini Rania sudah mencari asal usul dari Daniel ayah dari baby Ale dan baby Ald.ternyata Daniel adalah seorang tuan muda dari keluarga chandresh.dia adalah tuan muda yang melarikan diri karena tidak sanggup selalu dikekang dan hasutan pamannya.


Rania akhirnya mengetahui masalah sebenarnya, bahwa keluarga itu sedang terjadi perebutan posisi pemimpin untuk naik ke atas meski harus membunuh sekali pun.tetapi Daniel milih menyerah dan hidup sederhana bersama Risti kakak Rania.


paman Daniel mengetahui bahwa dirinya memiliki seorang anak, dengan kata lain penculikan si kembar waktu itu adalah ulah paman Daniel.


Dan alasan Rania memalsukan penculikan anak kembarnya adalah supaya mereka tidak terancam bahaya.


brak


pintu terbuka dengan kencang membuat Rania dan Dandi berdiri dari duduknya,di depan pintu menampakan seorang laki laki dengan raut wajah terkejut.


"sayang,ini beneran kamu"laki laki itu mengeluarkan air mata, berlari mendekat Rania lalu memeluk Rania.


Deg


"ternyata dugaan ku benar kamu masih hidup,kamu ngga mungkin ninggalin aku.aku sangat percaya kalau kamu masih hidup"Rendy memeluk Rania sangat erat.


Deg


jantung Rania terasa berhenti seketika, matanya melebar melihat siapa yang memeluk dirinya.laki laku itu adalah Rendy, orang yang dia temui bulan lalu saat berada di italia.rendy memeluknya dengan erat tetapi Rania tidak membalas pelukannya.


"siapa kamu? kenapa tiba tiba memeluk saya?"tanya Rania sambil menampilkan wajah datarnya.


detik kemudian Rendy melepaskan pelukannya.


"ini aku Rendy tunangan kamu"Rendy terkejut dengan respon yang Rania berikan.


Rania dengan berat hati mencoba untuk menjadi orang yang asing.dia tidak mau Rendy mengalami sesuatu yang menyakitkan karena adanya hadirnya.mencoba untuk menyerah dengan keadaan untuk tidak mengulangi masa lalu.


"saya tidak mengenal kamu,Dandi saya ada keperluan"ucap Rania menepuk pundak Dandi menatap dengan tatapan tajam lalu beralih keluar dari ruangan dengan langkah cepat.memasuki mobil yang dikendarainya untuk pergi ke suatu tempat.menulihkan pendengarannya saat Rendy berkali kali memanggil dan mengejarnya.


citttt


Rania turun dari mobilnya dengan langkah kaki pelan.menagap kosong ke arah depan, pikirannya dipenuhi dengan Rendy.

__ADS_1


ceklek


pintu terbuka lebar terlihat kepala pelayan yang berada di sana.


"selamat datang nona"sambutnya memberi hormat.


"tidak ada yang boleh menginjakkan kaki di lantai tiga,bilang ini perintah"setelah mengucapkan kata tersebut Rania langsung menaiki lift menuju lantai tiga.


"baik nona"


...*****...


bugh


bugh


bugh bugh


suara pukulan menggema di sebuah ruangan yang kurang penerangan cahaya.terlihat Rania sedang meredakan ingatannya dengan memukul samsak.


"kenapa disaat aku sudah rela untuk pergi,dia selalu mengikatku dengan sebuah rasa takut"teriak Rania melampiaskan semuanya.sudah dua jam lebih Rania tidak berhenti melakukan satu aktivitas itu.


hingga membuat seluruh rumah cemas, akhirnya Veronica menerobos masuk lantai tiga lewat jendela.karena lift sudah dinonaktifkan dan tangga menuju lantai tiga sudah ditutup rapat.


pyarrr


pintu kaca di salah satu kamar di lantai tiga pecah akibat ulah Veronica.hal itu tidak membuat Rania berhenti.sampai akhirnya Veronica menghentikan dirinya.


satu pukulan mengenai wajah Rania.


"kau gila ya, sadarlah semua orang cemas dengan keadaan mu"bentak Veronica.


Rania tetap diam meskipun dipukul dan dibentak oleh Veronica.


"aku tau masalah mu dari Dandi, mungkin sudah saatnya dirimu berdamai dengan perasaan bukan malah mundur secara perlahan"nasihat Veronica.


"aku harus apa?"ucap lirih Rania menurunkan tatapan matanya.


"biarkan mereka tau Nia,soal mereka membenci dirimu atau tidak itu tidak jadi masalah.lawan keluarga chandresh secara terang terangan.istirahatlah selama beberapa hari,kau itu manusia bukan robot.yang memberitahu Rendy bahwa kau masih hidup itu dandi karena permintaan dariku"ucap Veronica.


Veronica melakukan itu semua karena kedua orang tua Rania selama seminggu ini selalu kepikiran tentang perkataan Rania yang tidak mau menikah.dan mereka juga pernah mendengar perkataan Rendy saat mengunjungi rumah mereka dia juga tidak ingin menikah selain dengan putri mereka.


"ayo keluar"Veronica menarik tangan Rania untuk keluarga dari ruangan itu.


"mana ponselmu"Rania memberikan ponselnya pada veronica.setelah itu dia mengotak atik untuk mengaktifkan lift dan membuka pintu tangga lantai tiga dengan otomatis.


...*****...


Rendy masih berada di markas Avega hingga sore hari.ditemani oleh Dandi yang menjelaskan semua kejadian tiga tahun lalu atas permintaan veronica.saat ini hanya satu keinginannya yaitu mendatangi rumah baru Rania untuk mengatakan bahwa dia tidak pernah membenci Rania sekalipun dia mafia.


ceklek

__ADS_1


kedua laki laki itu menoleh ke arah pintu, terlihat Veronica sedang berjalan mendekati mereka.


"kamu yang bernama tuan Rendy?"tanya Veronica dengan nada datar.


"iya itu nama saya"jawab Rendy dengan wajah datar.


"ikut saya"ucap Veronica lalu berlalu keluar dari ruangan.


"ikuti Vero maka dirimu akan menemukan rania mu"Dandi menepuk bahu Rendy sambil memberikan maksud dari Veronica.rendy hanya bisa mengikuti perkataan Dandi untuk mengikuti Veronica.


"masuk"Veronica yang berada di dalam mobil membuka sedikit kaca mobil.rendy hanya menurut saja akhirnya masuk ke dalam mobil.saat mobil itu berjalan membela jalanan yang banyak pengendara pulang dari bekerja hanya ada keheningan di dalamnya.


"apakah kamu membencinya?"tanya Veronica membuka percakapan.


"aku tidak pernah membenci dirinya,bahkan aku rela sendiri seumur hidup"jawab Rendy dengan perasaan hampa.mengingat Rania yang salah paham tentang dirinya.


"aku paham,Rania hanya salah paham"sahut Veronica.


"berapa lama kamu mengena Rania?,nona"tanya rendy pada Veronica.


"sudah lama, mungkin Rania pernah mengenalkan ku lewat cerita tentang Demian Alexander"jawab Veronica.


"adik dari Demian, bukankah dia sudah..."belum sempat Rendy melanjutkan perkataannya sudah dipotong oleh Veronica.


"mati bukan,itu memang nasibku seperti rania.hanya memiliki kematian dalam identitas tetapi dirinya masih hidup"selah Veronica membenarkan ucapan Rendy.


cittt


"turun,kita sudah sampai"ucap Veronica membuyarkan lamunan rendy.rendy mengikuti langkah Veronica memasuki rumah besar Rania.


ceklek


"selamat datang nona Veronica"kelapa pelayan menyambut Veronica.


"dimana Rania?"tanya Veronica.


"nona sedang tidur setelah minum obat"jawab kepala pelayan itu.


"baiklah kamu boleh kembali bekerja"kepala pelayan pun pamit undur diri.


"duduklah,ada yang ingin ku tunjukkan padamu"setelah itu Veronica mengambil ponselnya untuk menghubungi Luis.


"bawa mereka kebawa"belum sempat Luis menjawab Veronica sudah mematikan sambungan teleponnya.mungkin saat ini Luis sudah mengeluarkan banyak sumpah serapah kepada kakaknya itu.


tidak beberapa lama kemudian pintu lift terbuka kedua bocah itu berlari mendekat veronica.berbeda dengan Arsene yang berjalan beriringan dengan Luis.


"yeyyy onti ulang(aunty pulang)"sorak bahagia kedua bocah berusia tiga tahun itu.veronica menikmati wajah terkejut Rendy melihat si kembar.


"apa kau tidak ingin memeluk kedua anak mu tuan Rendy"goda Veronica.


Rendy mendekati kedua anak kembarnya lalu memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"anak anak Daddy sudah besar"


__ADS_2