Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
23.menyelamatkan baby ale


__ADS_3

saat ini Rania sedang berada di sisi belakang taman yang sepi,sedang sibuk berbicara di telpon dengan seseorang di sebrang sana .sedangkan baby ald yang berada di gendonganya anteng sambil memainkan jarinya di dalam mulut.


"tolong selidiki seseorang,datanya akan ku kirim lewat email"rania menarik tangan baby ald dari mulut bayi kecil itu dan menggantinya dengan dos susu.


"..."


"kalau bisa secepatnya"


Tut Tut Tut


setelah selesai menelfon Rania menuju tempat teman temannya berada.tetapi saat akan sampai disana Rania melihat baby Ale yang dibawa lari oleh seseorang tak dikenal menuju sebuah mobil.dan teman temannya sedang mengejar serta berteriak histeris.


"bangsat"lalu Rania pun ikut mengejar.karena memang tempat yang agak sepi susah untuk meminta tolong.akhirnya Rania menyerahkan baby Ald yang sedang menagis kepada Sasa yang baru datang dan meminta yang lain agar kembali terlebih dahulu.rania lalu mengejar mobil yang membawa baby Ale menggunakan taksi.


di tengah perjalanan dia melihat GPS yang terpasang di gelang baby Ale. tujuan Rania memasang itu adalah untuk berjaga-jaga saja. dan sekarang ternyata memang berguna. melihat GPS yang terpasang tersebut berhenti di suatu tempat Rania menyuruh supir taksi untuk menuju jalan tersebut.


sesampainya di sana ternyata itu adalah Jalan Sepi dan ada dua mobil yang dikenalinya mobil pertama adalah mobil yang menculik baby Ale sedangkan mobil satunya adalah mobil Rendy.


Rania berhenti agak jauh dari mereka dan memilih keluar sendiri untuk memeriksa keadaan. dan benar saja ternyata di sana ada 2 orang yang yang sedang merebut baby Ale dari gendongan Rendy.sedangkan Rendy yang mencoba mempertahankan baby Ale dirinya dipukuli kedua orang tersebut.


segera Rania mendekat dan menendang kepala salah satu dari mereka.


"beraninya kau menendang ku"ucap orang itu.


"kenapa marah? beraninya kalian menculik anak ku.maju kalau berani"ucap Rania datar.


"dasar j*l*ng"


mereka menyerang Rania,tetapi tidak mengenai dan melukainya sedikit pun. justru setelahnya Rania menyerang mereka dengan membabi buta. dari mulai tendangan, pukulan terus berlanjut hingga mereka terjatuh.


Bugh


Krekk


Bugh

__ADS_1


Bugh


Krekk


 Rania lalu mendekati mereka dan menarik kerah baju mereka.


"katakan siapa yang menyuruh kalian, katakan!!!"ucap Rania sedikit berteriak.


"ka..mi tidak disuruh,kami melakukannya atas kemauan kami sendiri"ucap salah satu dari mereka. Rania tahu mereka berbohong,dari mulai memegang kerah baju kini berubah menjadi cekikan leher.


"kau tidak bisa berbohong padaku, katakan!!!"ucap Rania.


"ti..dak ad..a ya..ng  meny..uru.h ka..mi"kedua orang tersebut sulit berbicara karena lehernya masih dicekik oleh rania.


"brengsek"selalu Rania menotok  mereka agar tidak dapat bergerak.lebih tepatnya menotok jalan darah mereka di bagian leher.


Rania bisa ilmu totok karena diajari oleh guru beladirinya.karena itu untuk melindungi dirinya dan tidak semua orang bisa menguasai ilmu itu.lalu Rania meninggalkan mereka berdua dan menghampiri Rendy dan baby Ale.


"mas gak papa kan"ucap Rania cemas dan hanya dibalas rendy dengan gelengan kepala lalu menyerahkan baby Ale kepada Rania.


"ini kamu bilang ngga papa,ayo kita ke rumah sakit"ucap Rania sambil memapah Rendy.


"tidak usah hanya pusing saja"tolak rendy.


"tidak ada penolakan, ayo.tinggalkan mobilmu disini nanti ada orang ku yang akan mengambilnya.kita naik taksi saja"ucap Rania.kondisi mobil bagian belakang mengalami kerusakan karena memotong jalan saat menghentikan mobil orang yang membawa baby ale.Rendy hanya mengiyakan saja karena kalau perkataan Rania sudah tegas itu sudah tidak bisa ditolak.


"pak kerumah sakit sekarang"pinta Rania.


"baik nona"


rania menyuruh Rendy untuk meletakan kepalanya pangkuannya.lalu mengambil tissue untuk menutup luka belakang kepala Rendy.


"kirim beberapa orang untuk ke jalan xxx sekarang bereskan semua,bawa orang yang ada disana dan interogasi kedua orang itu siksa jika perlu"ucap Rania di telpon dan langsung dimatikan.


disisi lain

__ADS_1


seorang pria sedang duduk di ruang kerjanya menatap laptop.dia sedang memeriksa email yang dikirim Rania setelah berbicara ditelpon tadi.


tak lama ponselnya berdering.


"..."


"ba..."dia tidak melanjutkan ucapannya karena telponnya langsung dimatikan oleh Rania.


"aiss ini anak ngga beruba,orang belum selesai bicara main tutup aja telponnya.untung temen sekaligus bos, kalau kagak udah gue buat jadi perkedel"ucap pria tersebut.


kembali ke Rania


bisa dipungkiri sakit kepala Rendy semakin menjadi dan dia semakin kesakitan. Rania yang hal tersebut merasa cemas.


"lebih cepat sedikit"


akhirnya mereka sampai di rumah sakit tetapi Rendy sudah pingsan di tengah perjalanan mereka.akhirnya dan dia meminta tolong supir taksi tersebut untuk membawa Rendy sedangkan dirinya mengikuti dari belakang dan menggendong baby Ale.


sopir taksi membaringkan rendy di brankas lalu didorong oleh beberapa petugas ke UGD. Rania ingat kalau Mama Tia juga bekerja di rumah sakit itu. lebih tepatnya rumah sakit tersebut milik Rendy yang dihadiahkan untuk sang mama. dan dia pun meminta salah satu perawat untuk memanggil dokter tia dan mengatakan bahwa rendy terluka.


Rania duduk di bangku tunggu depan ruang UGD dengan perasaan cemas.lalu Mama Tia datang menghampirinya.


"ayya ada apa sayang, sebenarnya apa yang terjadi?. kenapa baby Ale bersamamu, dimana baby Ald dan yang lain?"tanya mama Tia.


"ceritanya panjang ma, yang lain sedang diapartemem menjaga baby Ald"ucap Rania.


"mama ke dalam sebentar ya,kamu hutang penjelasan"ucap mama Tia dan hanya dijawab anggukan oleh Rania.


Setelah Mama Tia masuk ke ruang UGD Rania mengambil ponselnya dan mengirim pesan yang berada di apartemen.


Rania.


"sa cepat datang ke rumah sakit milik kakakmu,bawa susu dan perlengkapan untuk baby Ale sekarang.mas rendy sedang terluka saat menyelamatkan baby Ale dan sekarang berada di ruang UGD"


Sedangnakan sasa yang mendapatkan pesan tersebut langsung panik dan berteriak.

__ADS_1


"apa!! ...


__ADS_2