
Di rumah keluarga Franziska sedang terjadi kericuhan karena ulah rania.bagaimana tidak kali ini Lana dan rendy yang dibuat kelabakan oleh acara ngidamnya.
"aku ingin mangga muda yang dipetik oleh Lana,dan mas rendy yang harus membuat rujaknya di bawah pohonnya langsung titik"ucap Rania.
"oh kakak ipar ku yang baik,bisa tidak ngidamnya jangan yang aneh aneh.aku tidak mau memanjat pohon titik"ucap Lana frustasi.
mata Rania langsung berair mendengar ucapan Lana.rendy langsung menatap tajam ke arah lana,yang ditatap pun ciut.
"iya sayang,nanti dulu ya"bujuk Rendy.
"sekarang sayang"sahut Rania dengan nada manja.
Rendy yang tidak tahan dengan sikap imut Rania pun langsung memeluknya dan menciumi seluruh wajahnya.
"baiklah...cup"Rania langsung melotot ke arahnya.bagaimana bisa Rendy mencium bibirnya di depan anak anaknya.untung saja Lana dan Sasa dengan sigap menutup mata mereka.
"woy kak,ada anak kecil di sini"protes Lana melihat kelakuan mesum kakaknya itu.
"ayo cepat sebelum dia marah"Rendy langsung menarik kerah baju bagian belakang Lana untuk ikut dengannya mencari mangga muda untuk istrinya.
"hadeh,kenapa selalu aku yang susah"gerutu Lana.
"Sasa ayo ikut"Lana pun menarik tangan kembarannya itu untuk ikut dengannya.
"kenapa malah aku ditarik juga"teriak Sasa tidak terima dengan kelakuan Lana.
mama Tia dan papa dian hanya tertawa melihat ketiga anaknya itu.
"ma... bantuin buat rujuk"teriak Rendy saat ini berada di luar.
"pa.. tolongin Sasa... huwaaaaa"teriak Sasa yang masih ditarik oleh Lana.
akhirnya semua orang pun pergi ke taman belakang kediaman Franziska untuk kemauan ngidam Rania.
sedangkan di dalam ruangan hanya ada Rania, Demian,dan Elsa.
"kita berangkat sekarang?"tanya Demian dengan nada serius kepada Rania yang baru saja turun dari kamar Rendy untuk menganti pakaiannya.
"ayo,Elsa tugasmu sekarang adalah mengalihkan perhatian mereka.satu lagi jangan lupa sisakan rujak mangga mudahnya untukku"pinta Rania.
"siap kak,jaga keselamatan kakak"ujar Elsa
memang dia sedang ingin rujuk mangga muda,tetapi ini juga sebagai alasan agar Rendy tidak melarangnya pergi.alias dia kabur diam diam agar bisa leluasa untuk rencananya bersama Demian.
"siap untuk bermain"tawa Demian sudah pasti mengetahui kebiasaan Rania sebelum misi.
"Let's go,aku tidak sabar melihat penderitaannya"Rania memakai kaca mata berwarna hitam dengan senyum smirk menghiasi wajahnya.
...*****...
__ADS_1
Brumm
Brumm
suara kuda besi Rania dan Demian memenuhi jalanan yang amat sepi.memang mereka mengambil jalan pintas untuk bisa sampai ke gedung tua itu.
rania sudah tau bahwa Lola dibunuh oleh ayahnya sendiri pada kemarin malam.karena awalnya Rania ingin mereka bermain dulu,tetapi sepertinya satu pemain telah tumbang dan pastinya perkiraan Rania Ferry pasti mencari pion baru untuk keuntungannya.
Dari pada itu terjadi Rania lebih baik mengakhiri acara kabur Ferry dari penjara.
"lima kilometer lagi kita akan sampai, pengawal bayangan sudah ada di dekat target.demian kecoh tua Bangka itu"ucap Rania mengunakan alat komunikasi jarak jauh.
Demian yang berada di sebelah Rania pun hanya menyetujui melewati tatapan mata.
Brumm
sesuai dengan perintah Rania Demian langsung mempercepat laju motor sport miliknya dan menerobos masuk pintu gedung tua itu dengan kencang mengunakan kuda besinya.
***Braakkkkk
ciiittttt***
Ferry dan Nala yang berada di dalam kaget dengan kedatangan Demian secara tiba-tiba.
"siapa kau?"ucap Ferry dengan wajah marah.dia tidak mengetahui bahwa itu Demian karena masih mengunakan helem.
"kau tidak perlu tau,tapi bangkai sudah tercium apakah kau akan terus menutupinya"ucapan Demian sudah mengandung pancingan yang besar.
"ho'h benarkah?lalu dimana anak kesayangan mu itu tuan Ferry chandresh..ups maaf kau bukan lagi keluarga chandresh.kau hanya seorang buronan"tawa Demian pecah dan semakin memprovokasi Ferry.
tentu saja dengan persiapan yang matang, karena Rania sudah memerintahkan anak buahnya untuk memasang kamera dan penyadaran suara tersembunyi yang terhubung langsung dengan polisi.
"Diam kau, kalau kau sudah tau maka aku akan menutup mulutmu"ucap Ferry sambil mengeluarkan pistol dari saku bajunya.
dorr
"woh.. santai dong"Demian menghindari peluru itu dengan santai.ferry tidak tau saja yang dihadapinya saat ini adalah king mafia.senjata api,senjata tajam, bahkan luka di mana mana pun dia sudah terbiasa.
*dorr
dorr*
dua kali tembakan pun tetap melesat, Demian bahkan tidak terluka sedikitpun.
"sekarang giliran ku pak tua"ucap Demian mengeluarkan pistolnya.dan....
dorr
peluang dari senjata api yang dikeluarkan Demian tepat mengenai pergelangan tangan Ferry hingga pistol yang dipegangnya jatuh.
__ADS_1
"akhh...sialan"umpat Ferry, sedangkan Nala hanya diam di belakangnya.
Brumm
citttt
Rania pun menyusul Demian untuk masuk dan ikut mengakhiri permainannya.
"tua Bangka..lebih baik kau menyerah"ucap Rania dengan nada datarnya.
"itu tidak akan, siapa kau?"teriak Ferry dengan kesakitan.
"jika kau mengakui kesalahan mu maka hukumannya akan dikurangi"tawar Rania sambil membuka helmnya bersamaan dengan Demian.
"kau..kau...akhhh sial"teriak Ferry frustasi karena sudah ketauan sebelum dirinya balas dendam.
Ferry bangkit berniat untuk mencelakai Rania,tapi sebelum itu terdengar suara tembakan dari arah belakangnya.
dorr
dorr
"kau..kenapa kau..akh.."tanpa diketahui oleh siapapun Nala nekat menembak Ferry dari belakang tepat di jantung dan perutnya.
"kau sudah membunuh anak ku, meskipun aku mencintaimu tapi dirimu tidak pantas untuk hidup lagi bagiku hahaha"teriak dan tawa Nala pecah karena kehilangan putri semata wayangnya,dia sudah menjadi gila.
"aku belum mengakhiri,tapi ini rencananya sudah berubah"gerutu Rania.
suara sirine polisi mulai terdengar mendekati gedung kosong itu tapi yang membuat Demian dan Rania heran karena mereka belum memerintah anak buahnya untuk bergerak.dan benar saja polisi datang bersamaan dengan Rendy dan Lana.
"pelaku sudah tewas"ujar polisi yang memeriksa keadaan Ferry.
"cari jasad lola yang disembunyikan"ucap Demian.
"baik tuan"pengawal bayangan pun turut mencari keberadaan Lola saat ini.
posisi Rendy saat ini sedang berada tepat di belakang Rania.sedangkan Rania yang terlalu fokus tidak menyadari hal itu.
"oh..bagus ya,siapa tadi yang katanya ngidam sampai mau nangis"Rania langsung menoleh ke arah belakang dengan tersenyum agak takut.
"maaf ya sayang!!.tapi bener kok,aku pingin rujak mangga muda"Rania berusaha membujuk suaminya.
"sekarang pulang"Rendy langsung menggendong Rania ala bridal style.
"tapi mas ini belum selesai"ucap Rania sambil meronta dalam gendongan Rendy.
"tuan Demian maaf aku merepotkan mu"setelah mengatakan itu Rendy langsung membawa Rania ke dalam mobil untuk pulang.
"sayang sebagai hukuman kamu tidak boleh keluar rumah selama satu bulan"ucap Rendy dengan nada tegas.
__ADS_1
"apa!!! tidak...."teriak Rania, bisa kering dia berada di rumah selama satu bulan.