Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
kau ingin aku sehancur apa? cepat katakan saja!!


__ADS_3

..."sepanjang hidupnya memang baik,tapi lantunan melodi harapannya selalu hilang di terpa masa"...


...Ay....09...


.........


........


.......


Di sebuah ruangan yang gelap dan hanya diterangi sinar matahari yang masuk dari cela ruangan itu, terdapat dua orang yang sedang duduk di sebuah bangku dengan diikat oleh sebuah tali yang kuat.


salah satu di darinya kepalanya di balut mengunakan perban karena pukulan yang terlalu keras.


"Nia...bangun Nia...hei bangun"panggil seseorang yang di sebelahnya yang telah sadar.ya itu adalah Veronica dan Rania yang telah tertangkap.


Veronica mencoba membangunkan Rania dengan menyenggol kaki dan memanggil dengan suara yang lumayan pelan.


"stttt....aww..ada apa vero?"tanya Rania yang baru saja sadar dari pingsannya.


"apakah kau tidak apa?"tanya vero melihat perban yang melingkar di kepala temannya itu.


"tidak,tapi kepala ku sangat sakit.sekarang kita berada di mana?"ucap Rania sambil menahan sebuah rasa sakit karena kepalanya berdenyut.


"aku juga tidak tau, perasaan kemarin kita baru tiba di hotel dan akan menuju ke kamar ho..."belum menyelesaikan ucapannya Veronica langsung melirik Rania begitupun juga Rania yang merasakan kejanggalan yang sama dengan Veronica.


tap


tap


tap


tap


tap


suara langkah kaki yang terbilang cukup nyaring dan banyak langkah yang diambilnya.


"siapa kalian?..."teriak Veronica dengan nada tinggi.


"ouh...oh nona Veronica Alexander kau tidak perlu berteriak Hem..."ucap seseorang yang berada di balik beberapa pria yang ada di depannya.


"gio?"satu nama yang paling lama tidak pernah terdengar lagi di telinga Rania kini terdengar kembali tentu dia langsung melihat ke arahnya.


"apakah kalian sudah mengenaliku?"tanya gio sambil mengambil sebuah remote di sebuah laci tempat tersebut.

__ADS_1


"kenapa kau menangkap kami?"tanya Rania dengan nada dingin sambil memberi tatapan tajam padanya.


"wow...santai Nia apakah kau masih ingat apa yang kau ucapkan di masa lalu?"tanya gio dengan nada serius.


#FLASHBACK ON#


beberapa tahun yang lalu


Duk


suara benda yang jatuh yang sengaja di jatuhkan di kepala seseorang.


"hei...cupu mana kertas yang di berikan dosen?"seorang anak perempuan dengan gaya sombong yang sengaja menjatuhkan buku tadi di atas kepala seseorang yang di juluki kutu buku dan menjadi asisten dosen di kampusnya.anak perempuan itu membawa empat teman sekaligus.


"kertas itu hanya boleh di lihat saat ujian nanti"ucap orang itu dengan nada tinggi.


"heh..jangan sok deh,kau itu cuma seorang asisten apa susahnya sih kasih kertasnya"ucap seorang laki laki yang membela perempuan itu sambil mencekam kera bajunya.


"peraturan tetap peraturan,hormati saya sebagai kakak tingkat kalian"bantah orang itu sambil mencoba melepaskan cengkraman di kera bajunya.


"berani kau...kau ngga tau aku ini siapa?hah?"laki laki itu yang naik pitam ingin melayangkan pukulan kepadanya tetapi dihentikan oleh Rania.


Krak


aakkk


brruk


"etika mu di mana?"tanya Rania setelah menghempaskan laki laki itu hingga jatuh tersungkur.


"ini bukan urusanmu Rania"teriak Vendry saros yang lengannya dipatahkan oleh Rania sekaligus merupakan sepupu jauh dari Demian.


"aku sebenarnya tidak ingin ikut campur tapi karena itu kau tubuhku yang bergerak sendiri"ucap Rania santai sambil berjalan ke arah Vendry.


Vendry yang didekati langsung merasakan ancaman bahaya mencoba menjauhkan dirinya.


"diam di situ,jangan mendekat!!!! apa kau akan menyakiti anggota keluarga dari Alexander"teriak Vendry sambil ketakutan.


"ada apa Vendry saros bukakan tadi mengunakan nama keluarga Alexander kenapa kau takut"Rania semaikan lama semakin mendekat ke arahnya dan....


aakkk


Rania menginjak tangan Vendry yang tidak dipatahkan olehnya tadi.


segera semua teman Vendry membawanya untuk di obati dan Rania tidak memperdulikan hal itu malah berjalan mendekati seseorang yang terbulyi tadi.

__ADS_1


"Dengarkanlah ini kakak tingkat yang terhormat,dimana tanah kau pijak disitu langit di junjung.kalau dirimu tidak menjadi kuat sekarang mungkin nanti kau yang menjadi korban kematian selanjutnya"ucap Rania dengan nada pelan dan masih bisa di dengar oleh orang itu.


sebelum pergi Rania berbalik arah lagi dan berkata"tanah yang kau pijak adalah tanah kematian bagi sifat mu,bisa jadi kepintaran mu menjadi sebuah bumerang dua arah suatu hari nanti"setelah Rania langsung berlalu pergi.


*setelah saat itu Rania tidak bisa berkuliah dengan tenang di negara itu karena kakak tingkatnya yang selalu mengejar dirinya untuk melihat keunggulan baru dan namanya bisa melambung tinggi.


tetapi Rania selalu menolak dengan alasan mempercepat kelulusannya dan kembali ke tanah kelahirannya untuk berkumpul bersama keluarganya.karena menurutnya sudah cukup sampai sejauh ini*


# FLASHBACK OFF#


ternyata nama yang selama ini telah membuatnya pusing kini malah menculiknya.


"sekarang katakan alasannya?"tanya Rania kembali setelah mengingat peristiwa tersebut.


"aku hanya ingin kau berada di sisiku selamanya"ucapnya sambil tersenyum smrik.


"kau sudah gila ya......ucapan mu sama sekali tidak menunjukan perubahan ke atas melainkan ke bawah"pekik Veronica karena kesal dengan perkataan gio.


"Argio putra saros saudara tiri dari Vendry saros. dirimu dulunya hanya anak haram yang dibuang oleh keluarga ayahmu sebelum Vendry lahir"tebak Rania sambil melihat dengan tatapan elangnya.


"seperti biasa kau sangat mengagumkan dalam segala hal,tapi sekarang dirimu sendiri yang akan meninggalkan suami mu itu....."


setelah ucapannya barusan gio langsung menekan remote yang dipegangnya dan menyalakan sesuatu yang ada di depan mereka.


pyarrrr


"kapan kamu akan berubah,sudah bertahun tahun kamu semakin menjadi jadi....


Plakkk


sebuah video di pulau di segala penjuru arah mengunakan layar tancap dan menunjukan sejuta awal menyakitkan masa lalu Rania.


Rania yang melihat , mendengar dan merasakan hal tersebut merasa hampir kacau dan hanya memejamkan matanya. segalanya dia merasa sudah sembuh akan trauma tetapi dalam diam luka itu kembali mereka seperti bunga kematian.


semakin lama video itu diputar semakin yakin gio akan menang kali ini.


"lihatlah masa lalu mu yang begitu kelam, apakah kau bisa menjamin anak mu tidak merasakan perjalanan sama seperti mu!!"teriak gio untuk memancing emosi Rania.


"dirimu saja orang yang egois bagaimana anakmu tidak tersakiti,apa ini memang mau mu melihat kehancuran Rania versi dua hahah"gio main menjadi dengan ucapannya.


"cukup gio!!!! kau benar benar gila....kau brengsek"teriak Veronica yang ingin menghentikan gio.


"itu kenyataan yang ada di masa depan, Rania kecil yang pernah tersakiti bisa saja menyakitkan hahah"


"cukup!!!! hentikan semua ini!!!"teriak Rania sambil memejamkan matanya rapat rapat.

__ADS_1


"kau ingin aku sehancur apa? cepat katakan saja!!!..."ucapnya sambil membuka kedua matanya yang sudah tergenang di pelupuk matanya.


"nyatanya dalam ucapan mu benar hah!!...aku orang yang buruk dan tidak pantas dimiliki atau memiliki siapapun"Rania mengembuskan nafa dengan berat dengan tatapan bisa di bilang sendu tetapi masih menyimpan aura kejamnya.


__ADS_2