Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
17.ditingalkan


__ADS_3

hari ini ini Rania sedang disibukkan dengan pekerjaannya, tak lama ponsel Rania berdering.terteran nama kak Risti.


"halo.kak ada apa menelpon ku?"Rania.


"ya masa nggak boleh sih telpon adik sendiri"kak Risti.


"boleh,ada apa?"Rania.


"cuma mau beri tau kalau kakak sebentar lagi mau lahiran.kamu kesini ya nanti saat ponakan mu lahir dan juga jaga dia"kak Risti.


"iya kak aku usahakan kesana,aku akan menjaganya.kakak mau kemana emang aku disuruh menjaganya?"Rania.


"nggak kemana mana kok,sudah ya kakak tutup dulu telfonnya. dadah"kak Risti.


"dah"Rania.


sebenarnya Rania merasa aneh dengan ucapan sang kakak tetapi Rania berpikir baik saja dan melanjutkan pekerjaannya.


•••••••••


malam hari Rania baru selesai mengerjakan pekerjaan kantornya.karena dia harus mengusut masalah kemarin karena jika tidak diusut maka akan berdampak buruk baginya dan perusahaan.


tok tok tok


terdengar suara ketukan pintu.


"siapa yang bertamu malam malam begini sih"batin Rania.


saat sudah dekat di pintu terdengar suara yang tidak asing baginya.


"halo, sayang"


"halo"ucap Rania sambil membuka pintu.


"mas rendy,Sasa masuk masuk"ucap Rania mempersiapkan masuk.


"ngapain malam malam kesini?"tanya Rania.


"emang ngga boleh aku kesini"ucap rendy dengan wajah sedih.


"udah deh kak,mukanya nggak usah kayak gitu lebay banget sih.ini Loh ay dia pingin ketemu sama kamu katanya mau ngajak makan malam.tapi ngga dibolehin mama malam hari berduaan, jadinya aku disuruh ikut"jelas Sasa.


"dek bisa diem ga"ucap Rendy sambil matanya menajam ke arah sang adik.


"udah jadi mau ajak kemana ini, kebetulan aku belum makan"ucap Rania.


"kamu tuh suka banget sih telat makan ay, pasti gara gara pekerjaan"ucap Sasa.


"hem,ada masalah di kantor,ya lebih tepatnya persekongkolan.ya gue ladeni lah"jawab rania enteng.


"tapi ngga telat makan juga dong yang"ucap rendy marah.


"iya iya maaf"


"maaf Mulu,ayo cari makan"ucap rendy sambil menarik tangan Rania.


"eh aku ambil jaket dulu,mas aja yang duluan"ucap Rania.


"ya sudah aku tunggu di mobil,ayo dek"ucap rendy sambil berjalan keluar.sedangkan Sasa hanya mengikuti sang kakak.


"berasa kaya obat nyamuk gue, kalau ga gara gara uang jajan ga bakal gue nurut sama kakak"batin Sasa.


akhirnya mereka memutuskan untuk ke restoran makanan laut.


"mas kok tau aku ga suka makan kerang?"tanya Rania.


"kan aku tau segalanya tentang kamu"ucap Rania sambil mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


*"aduh kak kok aku jadi bucin banget sih, padahal kakak tau semua tentang ayya juga dari aku"*batin Sasa.


"alah gombal aja bisanya,mana kamu dulu yang dinginnya kaya kutub selatan"ucap Rania.


"Yee nggak liat dirinya sendiri juga sama"sindir rendy.


*"aduh kalian itu pasangan yang serasi, kutub Utara ketemu kutub selatan cocok deh.nanti kalau punya anak jadi kutub tengah mungkin.berasa kaya kambing conge gue.berasa jadi setan"batin Sasa menangis dalam hati.


"eh sa kenapa kamu diem aja, ngomong kek.gimana udah selesai?"tanya Rania.


"udah beres kok, tinggal nunggu pengumuman aja ay"


"oh semoga lulus ya"


"amin"


saat mereka disibukkan dengan makanan masing-masing ponsel Rania berdering.


"waalaikumsaalam,ada apa kak Fik?"ternyata yang menelfon Rania adalah kakak laki-lakinya yaitu Fikri.


"....."


setelah mendengar apa yang diucapkan Fikri di telfon Rania diam seribu bahasa dengan tatapan kosong dan ponselnya terjatuh dari genggamannya.


Rendy dan yang yang melihat Rania seperti itu panik dan mendekat kepada Rania.


"yang ada apa?"


"kamu kenapa ay?"


"mas pesankan aku tiket pesawat untuk pulang"ucap Rania dengan tatapan kosongnya.


"memangnya ada apa sayang?"tanya Rendy cemas.


"kak Risti mas..."tanpa meneruskan ucapannya Rania langsung menarik tangan rendy untuk keluar.


***


mereka tiba di bandara dan mengambil penerbangan malam.tiket pesawat sudah dipesan saat perjalanan menuju bandara.rendy dan Sasa iku menemani Rania pulang.


saat di pesawat Rania hanya diam menatap ke depan dengan tatapan kosong.rendy yang terus saja mengajak Rania berbicara tetapi tidak dihiraukan olehnya.perasaan rania menjadi tidak karuan saat mendengar ucapan kakaknya tadi siang dan terus terngiang ngiang di otaknya.


"cuma mau beri tau kalau kakak sebentar lagi mau lahiran.kamu kesini ya nanti saat ponakan mu lahir dan juga jaga dia"kak Risti.


"iya kak aku usahakan ke sana,aku akan menjaganya.kakak mau kemana emang aku disuruh menjaganya?"Rania.


"nggak kemana mana kok,sudah ya kakak tutup dulu telfonnya. assalamualaikum"kak Risti.


"waalaikumsalam"Rania.


***


setelah sampai Rania langsung pergi ke rumah sakit yang disampaikan oleh Fikri tadi.di dalam perjalanan menuju rumah sakit pun Rania hanya diam.setelah sampai di depan rumah sakit Rania langsung berlari ke dalam dan menuju resepsionis.sedari tadi rendy dan Sasa hanya diam mengikuti Rania mereka tau kalau hatinya sedang kacau.ternyata kak Risti sedang menjalankan operasi saat ini.rania langsung bergegas menuju ruangan yang ditunjukan.


disana sudah ada keluarga yang sedang menunggu operasi selesai.ada ibu Nina,pak Malik,dan juga fikri.melihat kedatangan Rania,Fikri langsung berdiri menghampirinya.


"bagaimana keadaan kak Risti kak?"ucap Rania panik.


"risti baru saja masuk ke ruang operasi"ucap Fikri.


"sebenarnya apa yang terjadi?"tanya Rania.


"dia mengalami kontraksi sebelum waktunya dan juga itu dikarenakan sok saat tahu suaminya mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat. kamu tahu kan riwayat bibi dulu melahirkan Risti dia juga mengalami hal yang sama seperti apa yang dialami oleh Risti. Daniel suami kakakmu mengalami kecelakaan saat pulang kerja dan saat tahu kabar itu kakakmu sedang berada di rumah ibu bersama denganku. dia mendapatkan telepon setelah itu menangis histeris beberapa saat kemudian mengalami kontraksi hebat.daniel sudah berada di rumah sakit ini juga untuk diotopsi.mungkin besok baru dimakamkan"jelas Fikri.


bak tertimpa batu besar Rania langsung lemas mendengar penjelasan fikri.disaat dia akan jatuh rendy dengan sigap menangkap tubuhnya.rendy menuntunnya untuk duduk.


Bu Nina dan pak Malik hanya diam mendengarkan saat ini mereka sedang menghawatirkan keponakannya yang sudah dianggap anak oleh mereka.

__ADS_1


tak beberapa lama terdengar suara tangis seorang bayi dan beberapa saat kemudian terdengar lagi suara tangis bayi.lalu pintu ruangan operasi terbuka dan Napak dua perawat sedang mengendong bayi.risti melahirkan bayi kembar laki laki.


beberapa saat setelahnya dokter keluar.


"dengan keluarga Bu Risti"ucap dokter itu.


"benar dok, bagaimana keadaan kakak saya"tanya Rania.


"kondisi Bu risti semakin memburuk, sekarang beliau sedang minta dipanggil rania. siapa yang bernama Rania disini?"tanya dokter itu.


"saya dok, apakah saya boleh masuk"


"silakan berganti baju terlebih dahulu, sebelah sini"ucap dokter memberi arah kepada Rania.


saat masuk ke dalam ruangan tersebut hanya ada aroma obat yang kuat dan suara alat alat medis.rania melihat sang kakak terbaring lemah dengan alat medis terpasang.rania mendekat dan duduk didekatnya ternyata Risti sudah menunggu Rania sejak tadi.


"kakak"ucap Rania.


"sudah datang... jangan menagis ya,kamu harus hidup lebih baik.berjuanglah hilangkan kepahitan masa lalu mu dengan mencari kebahagiaan masa depanmu.menikahlah agar kamu punya tempat untuk bersandar.kakak tidak bisa lagi menjadi tempat bersandarmu.kamu tidak bisa lagi merengek padaku"ucap Risti dengan suara pelan.


"kakak apa yang kamu bicarakan, sekarang berhentilah bicara.tidurlah agar kamu bisa pulih dan melihat anak anakmu yang lucu dan tampan itu"ucap rania sambil memegang tangan risti.tak terasa air matanya keluar dengan deras.


"hei jangan menangis, jaga keponakanmu ya saat kakak tidak ada disini.bilang pada mereka bahwa aku sangat menyayangi mereka,aku tidak bisa hidup tampa daniel"ucap Risti mencoba untuk berbicara keras tapi tidak bisa suaranya semakin lama semakin hilang.


"kakak sudah,kakak pasti bisa bertahan.kakak istirahat ya supaya cepat sembuh"ucap Rania cemas.


"ti...tidak Ra..nia tolong jadilah figur ibu bagi ke...dua anak..ku ya.kakak titip me..rek, kakak ti..Dur dulu ya kak..ak lel..lah"


perlahan bola mata Risti menutup dengan sempurna dan tak lama terdengar suara dari alat pendeteksi detak jantung.alat itu menunjukkan garis lurus.


"tidak!! dokter tolong kakak saya"tak lama beberapa orang berbondong-bondong untuk masuk keruangan tersebut.


"maaf tolong tunggu diluar"ucap salah satu perawatan.


"tapi kakak saya"


"tolong kami akan menanganinya"akhirnya Rania dituntun keluar oleh perawat.


di luar ruangan Rania menjatuhkan dirinya ke lantai.dia mencoba untuk berfikir positif bahwa kakaknya akan selamat.semua keluarga mendekat padanya termasuk rendy dan sasa.rendy membantu nya berdiri.tetapi dia seperti tidak memiliki tenaga, akhirnya rendy menopang tubuhnya.


terdengar suara pintu terbuka dan keluarlah dokter dengan muka masam.


"bagaimana kondisi kakak saya dok"ucap Rania dengan suara pelan dan tubuhnya masih ditopang oleh Rendy.


"maaf kami tidak bisa menyelamatkan Bu risti.beliau telah meninggal dunia,kami turut berduka cita"ucap dokter tersebut.


"tidak tidak mungkin,tadi dia bilang hanya mau tidur dokter.dokter jangan berbohong"teriak Rania sambil menarik kerah baju dokter itu.


dokter itu hanya diam, rendy segera menarik Rania dan menenangkannya.


"yang sabar ini mungkin sudah takdir"sambil memeluk Rania.


"nggak mas tadi kakak cuma bilang tidur aja katanya dia lelah dia ngga bisa ninggalin aku begitu saja"ucap Rania air matanya mengalir deras dari pelupuk matanya.


"udah sabar ya"Rendy mendekap Rania dalam pelukannya.sedangkan pak Malik hanya diam,Bu Nina menagis dalam pelukan Fikri dan Sasa menagis sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Sasa sangat dekat juga dengan risti, dulu saat mereka masih duduk di bangku SMA semua sahabat rania selalu menganggap Risti seperti kakaknya sendiri. Risty sering mengajak mereka keluar, dan juga selalu menemani mereka saat belajar kelompok.


Rania yang terus saja menagis dalam dekapan rendy akhirnya pingsan seketika.rendy yang mengetahui bahwa Rania pingsan langsung panik.


"sayang,yang"sambil menepuk pipi Rania.


"dokter tolong periksa dia"perintah Rendy.


"dia pingsan karena syok,dia butuh istirahat,suster tolong siapkan ruang untuk pasien"ucap dokter itu.


"baik dok"

__ADS_1


__ADS_2