Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
25.menemani


__ADS_3

Di sebuah rumah sakit sore itu seorang pria terbaring lemah di brankas dan dipenuhi dengan alat alat medis.pria tersebut telah melewati masa kritisnya dan sekarang dipindahkan ke ruang rawat inap.piria itu adalah Rendy yang terbaring lemah dengan luka di kepalanya.


semua orang menunggu di dalam ruangan,baby Ale dan baby Ald sedang mengajak para auntynya bermain.


rendy mulai sadarkan diri tetapi hal pertama yang dilakukan adalah berteriak.sebuah memori lama memenuhi kepala Rendy,dia hampir tak sanggup untuk mengatasinya.saat Rendy berteriak semua orang di ruangan tersebut kaget dan panik.disana kedua bayi itu yang semula tenang kini menagis karena kaget.


akhirnya kedua babysitter membawa mereka keluar untuk ditenagkan.sedangkan di dalam ruangan mama Tia mencoba untuk menenangkan anaknya.


"ada apa sayang,apa ada yang sakit.beri tahu mama"ucap mama Tia sambil menitikkan air mata.dia tak sanggup melihat anaknya kesakitan,kalau dilihat ini adalah kedua kalinya dia seperti ini setelah kejadian penculikannya saat masih kecil.


"mama aku takut kenapa sebuah ingatan yang mengerikan berputar dikepalaku aaaa"teriak Rendy. saya mendengar apa yang diucapkan putranya menjadi kaget. dia harus apa saat putranya nya mengingat hal yang tidak menyenangkan waktu dulu. mungkin dia akan melawan papanya.sedangkan Sasa memilih langsung mengabari  Rania.mama Tia menenangkan Rendy terlebih dahulu.sekitar sepuluh menit baru Rendy bisa tenang.akhirnya mama Tia mencoba untuk bertanya memastikan.


"apa yang kamu ingat sayang?"tanya mama Tia masih dengan Isak tangis.


"gara gara orang itu aku,mama dan juga adik menderita seperti ini"ucap rendy.


"tidak itu tidak benar, papamu mencoba melindungi mu dulu.tapi karena sebuah ancaman membuat mama membawa mu dan juga sasa pergi agar tidak terancam bahaya"jelas mama Tia.


"tidak semua itu bohong, mengapa dia tidak mencari mama kenapa?"tanya Rendy histeris sambil memegang kepalanya.


ceklek


suara pintu terbuka semua orang mengalihkan pandangannya ke arah pintu kecuali Rendy yang masih memegangi kepalanya karena memori itu terus berputar dikepalanya bagaikan cerita mengerikan.


"ayya"setelah mendengar nama Rania dipanggil Rendy langsung menoleh ke arah pintu.


"sayang"ucap rendy lirih.


Rania yang di depan pintu langsung masuk menghampiri Rendy dan dibelakangnya diikuti oleh Dandi.


"apa masih ada yang sakit"tanya Rania kepada Rendy.


Rendy tak menjawab dia langsung memeluk Rania dengan erat.rania yang dipeluk olehnya merasa kaget karena selama Rania berpacaran dengan Rendy ini baru kedua kalinya dipeluk olehnya setelah kejadian dikantor rendy waktu itu.saat pacaran juga hanya bergandengan tangan tidak lebih.


Lalu dengan sedikit keberanian Rania mengelus kepala Rendy.sudah beberapa menit berlalu Rendy masih tenang dalam pelukannya.


"kalian bertiga pulang saja dulu tidak apa-apa, aku tahu kalian lagi sibuk"ucap Rania.


"baiklah ay kita pulang dulu ya titip kak Rendy"ucap Sasa dan dianggku oleh Lisa dan Sheila.

__ADS_1


"mama kalau mau pulang juga ngga papa,biar ayya yang jagain mas Rendy"ucap Rania.


"ngga mama disini aja"ucap mama Tia.


"mama pulang aja jangan khawatir sama Rendy,mama harus istirahat sekarang"ucap Rendy yang masih memeluk Rania.


"baiklah,tapi si kembar iku mama ya ayya"ucap  mama Tia.


"kalau tidak merepotkan tidak apa-apa.memang biasanya ayya yang selau tidur sama mereka saat malam hari.mama mau begadang?,entar mama capek"tawar Rania.


"nggak papa ayya sayang kan udah pernah brojolin mereka juga.jadi udah terbiasa"ucap Mama Tia sambil menunjuk ke arah rendy dan Sasa.


"ya udah ngga papa,maaf ya ma merepotkan"ucap Rania.


"iya mama seneng malahan"ujar mama Tia.


"Dandi Panggilin babysitter yang ada di depan"pinta Rania.


"baik nona"


tak lama kemudian kedua babysitter itu masuk mengendong si kembar bersama dengan Dandi.


"kalian ikut mama Tia ke rumahnya,bawa kesini si kembar sebentar"perintah Rania.


"cup” jangan nakal ya anak mommy,jangan rewel di rumah omah"ucap Rania sambil mengecup kedua pipi dan keningnya.


lalu Rania mendekatkan baby Ale kepada rendy.rendy juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Rania.


"cup“ tidur yang nyenyak anak Daddy,mimpi yang indah ya"ucap Rendy sambil mengelus kepalanya.lalu bergantian juga dengan baby Ald.


mama Tia yang melihat hal itu merasa mereka seperti keluarga yang harmonis.dia tersenyum tipis dan berharap anaknya tidak terlalu marah kepada papanya.


"udah ayo pulang keburu magrib ngga baik untuk si kembar"ucap mama Tia.


"pulang dulu ya, assalamualaikum"pamit mereka.


"waalaikumsalam"jawab Rendy dan Rania.


"Dandi kawal mereka sampai tujuan"pinta Rania.

__ADS_1


"baik nona"Rania menyuruh Dandi mengawal mereka karena memang mereka perempuan semua dan si kembar tidak aman kalua tanpa kawalan laki-laki.


•••


setelah mereka semua pulang, sekarang hanya ada Rania dan rendy diruang itu.


"yang"panggil Rendy.


"hem"lalu Rania menoleh ke arah rendy.


"ada apa?,ada yang kamu inginkan?"sambung Rania.


"ngga ada,temenin aku tidur ya kepala aku masih sakit"ucap rendy.


"iya aku temenin,kan aku jagain kamu"ucap Rania sambil duduk di kursi sebelah brankas Rendy sambil menggenggam tangan rendy. alat alat medis yang terpasang di tubuh rendy sudah dilepas oleh mama Tia karena kondisinya sudah agak membaik.


"ngga disitu,sini baring sampai aku"ucap Rendy manja sambil menepuk tempat kosong sebelahnya.


*info penting holang kaya\,pasti brankas tempat Rendy besar muat untuk dua orang*


"ngga ah,nanti kena infus ditangan kamu lagi"tolak Rania dengan alasan halus.


"ngga papa sini, ayolah ayya sayangku cintaku"ucap rendy manja.rania yang mendengar itu jantungnya berdebar kencang.


"aduh kayak lari maraton,ini mas Rendy abis dipukul kepalanya kok malah manja gini"batin Rania.


"ya, ya plis"ucap Rendy dengan mata berkaca-kaca.


“belum halal mas”


“yuk ke kua sekarang”


“mas tidur atau aku tinggal”ancam rania.


"baiklah"akhirnya rendy pasrah dari pada di tinggal pergi oleh rania.


kesempatan dalam kesempitan,keep halal brother


"yang boleh nanya ngga?"tanya Rendy.

__ADS_1


"boleh"


"aku harus gimana sekarang?..


__ADS_2