
"Veronica Alexandre, apakah sekarang giliran ku"semua orang mengalihkan pandangan mereka ke arah sumber suara itu.mereka melihat seseorang dengan posisi menunduk, duduk di salah satu kursi paling belakang dengan santai memainkan gelas.
"Tentu saja tuan Baruna Alexander yang terhormat,aku tau kau pasti datang"jawab Veronica dengan senyum misterius.baruna segera mengarahkan pandangannya mengarah ke depan sambil tersenyum smrik.
Baruna beranjak dari tempat duduknya mendekati ke arah Veronica.
"Dasar tukang kabur"seloroh Veronica sambil menepuk pundak Baruna yang membuat semua orang yang berada di sana merasa bingung.
"aku tidak kabur,kau saja yang tidak bisa menemukan ku di rumah"ucap Baruna santai lalu mendekati Dayyan.
"Dayyan chandresh kakak kembar dari Daniel chandresh.diculik oleh Ferry saat berumur satu tahun.tumbuh dengan hasutan kebencian, hingga bisa membunuh adiknya sendiri.aku tidak akan membunuhmu tapi akan ku buat kau menyesalinya seumur hidup"ucapannya penuh penekanan dengan tatapan tajam.
TAK
Baruna menjentikkan jarinya,lampu kembali dimatikan dan layar kembali hidup menampilkan kejadian dan kebusukan paman yang dianggap perduli oleh Dayyan ternyata berhati busuk.
terlihat saat salah satu video menunjukkan bahwa dirinya akan disingkirkan setelah mendapatkan seluruh kekayaan keluarga chandresh.
"kau lihat paman yang kau kira baik ternyata orang yang seharusnya mati bukan saudara mu.dan lagi dirimu yang membuat adikmu tidak bisa membesarkan anaknya.aku tau bukan dirimu yang membunuh kak Daniel tapi pria tua ini"
Baruna menunjuk Ferry yang dibekuk oleh anak buahnya dan dibungkam mulutnya.sedangkan Dayyan hanya bisa diam menyesali semuanya, lidahnya sudah kalut untuk berbicara.layar kembali hidup dan memperlihatkan rencana pembunuhan Daniel yang direncanakan Ferry dan mengkambing hitamkan Dayyan sebagai tersangka.
lampu kembali hidup istri dari tuan Andrian sudah pingsan mendengar berita kematian anaknya.
"oh satu lagi yang akan membuat dirimu tambah menderita dalam penyesalan... keluarlah Rayan"ucap Baruna menghubungi seseorang si telpon.
lima menit kemudian pintu terbuka dan tampaklah tiga pria tampan dengan mengendong satu anak laki-laki.mereka adalah Demian,Kenan,Rayan, Arsene,dan si kembar.
"lihat anak kembar itu, Sama seperti mereka sangat mirip dengan dirimu dan adikmu.mereka tidak bisa bertemu dengan orang tuanya lagi, sedangkan dirimu masih bisa"Dayyan hanya bisa meneteskan air mata melihat anak kembar adiknya.
"aku tidak akan berbuat apa pun karena dirimu hanya pion,tapi kau termasuk dari salah satunya maka nikmati penyesalan seumur hidup mu"sambungnya sambil menepuk pundak Dayyan tetapi masih dengan tatapan tajamnya.sekarang dia beralih ke tuan Andrian,dan berdiri tepat di hadapannya.
__ADS_1
"dan kau tuan Andrian chandresh yang terhormat, mengapa dirimu tidak pernah mencari keberadaan anakmu? tanpa kau tau anakmu selalu berada dalam bahaya karena adik tirimu"sedangkan di sisi lain keluarga Franziska bingung dengan adanya keberadaan Baruna.
"tidak ku sangka tuan baru bisa ada di sini"ujar Lana.
"benar Lana,papa saja ingin bertemu dengannya"sahut papa dian.
"aku sudah pernah bertemu dengannya di Italia bulan lalu"ucap Rendy membuat semua keluarganya menoleh ke arahnya.tetapi dia malah berjalan ke arah anak anaknya.
"Daddy.."panggil mereka secara bersamaan dibalas dengan senyum oleh Rendy karena dirinya tidak mungkin bisa mengendong ketiga anak laki-lakinya.
"Daddy,tidak mau peluk mommy?"tanya Arsene karena memang saat Rania kabur dia sering mengeluh merindukannya kepada anak sulungnya itu.
"ha? memangnya dimana mommy kalian?"Rendy tidak menjawab malah bertanya balik kepada Arsene.
"itu di depan"Arsene langsung menunjuk ke arah Baruna yang memang adalah Rania.
kembali kepada Baruna yang saat ini sudah hampir kehilangan kendali karena jawaban dari Andrian chandresh yang mengatakan bahwa anaknya sudah tercoret dari hak waris karena dia memilih menyerah.
"aku tidak perduli soal itu, sepertinya rasa sayang mu hanya sebatas melahirkan seorang pewaris.sepertinya hatimu sudah mati"ucap Baruna yang sudah emosi.
Baruna melepaskan softlens berwarna biru,mengambil pembersih makeup dari Veronica lalu menghapus makeup ala pria dan rambut palsunya membiarkan rambut aslinya tergerai panjang sepunggung.semua orang di sana tentu kaget karena Baruna adalah Bahkan keluarga Franziska dan Rendy sendiri sampai melongo.
"kau pasti mengenalku, empat tahun yang lalu kau pernah bertemu direktur dari perusahaan Franziska cops yaitu aku Rania abaya.hanya satu yang kuinginkan jangan pernah mengambil kedua anakku suatu saat nanti jika sudah sadar akan kesalahan mu"ucap Rania dengan penuh penekanan pada kata jangan.lalu pergi dari hadapan tuan Andrian menuju ke arah anak anaknya.
"oh my God,ini beneran kamu, oh ayya ku tersayang"pekik Sasa mendekati Rania dan memeriksa seluruh tubuh Rania dengan heboh lalu memeluknya.
"ayya...mama kangen banget sama kamu sayang, kemana saja kamu selama ini"sekarang giliran mana Tia yang heboh memeluk Sedangkan kedua laki laki di belakang mereka masih melongo melihat kenyataan tersebut.
"maaf ma,ayya akan jelaskan nanti.sekarang aku harus pergi sebentar"Rania membalas pelukan mama Tia lalu melepasnya.
"ah iya, menantuku sayang.jangan lupa pulang ke rumah mama ya"goda mama Tia sedangkan Rania hanya tersenyum tipis.
__ADS_1
"Rayan"setelah memanggil nama Rayan,Rania hanya memberi perintah dengan gerakan mata.tentu Rayan langsung mengerti dan memberikan baby Ale yang digendongnya kepada Daddynya.
tak beberapa lama terdengar suara teriakan minta dilepaskan dari salah satu dari ketiga perempuan yang dibawa Rayan beserta anak buahnya.
"lepaskan, berani sekali kau memperlakukan diriku seperti ini.apa kau tidak tau siapa aku"teriak perempuan itu yang mengenakan penutup mata sedangkan dua perempuan lainnya hanya ditutup mulutnya dengan kain.
"oh ya siapa dirimu?"tanya Rania.
"aku adalah anak dari tuan Ferry chandresh"jawabnya.
"apa? benarkah aku takut"sahut Rania dengan nada bicara berpura pura.
"tapi bukankah namamu Lola Amaria Monroe,dirimu bukan keluarga chandresh dan bukankah keluarga Monroe sudah bangkrut"tukas Rania dengan cepat.
"tidak karena harta keluarga chandresh akan menjadi milik ayah ku"ucap Lola sombong tanpa tau dia sudah membongkar kedok ayahnya.
plok
plok
plok
"perfect ,buka"Rayan membuka penutup mata Lola atas perintah Rania.
"ap..a ini semua...ay..yah"ucap Lola terbata.
Veronica mendekati ke arah Rania ,mata mereka saling pandang seakan berbicara lewat mata lalu tersenyum smrik.rania mendekati ketiga perempuan itu,membuka kedua kain yang menutupi kedua mulut mereka.
"Lily, Lidia dan Lola ketiganya adalah anak dari tuan Ferry dari ibu yang berbeda"ujar Rania yang membuat semua orang terkejut.
lily dan Lidia adalah kakak beradik yang dipaksa menjadi mata mata yang ditempatkan di sisi rania dengan jaminan ibu mereka atau istri siri tuan Ferry masih bisa menjalani pengobatan penyakitnya.sedangkan Lola adalah anak dari selingkuhan tuan Ferry yang diasuhnya bersama Dayyan.
__ADS_1
"bawa dia ke kantor polisi dengan seluruh bukti bukti yang sudah ada dan kalau bisa penjarakan seumur hidupnya"perintah Rania kepada Rayan untuk membawa Ferry.
"semua sudah selesai,kita pulang dan anda tuan Andrian jangan pernah menyesali tindakan mu"ucap Rania lalu mengandeng tangan Rendy untuk keluar dari sana diikuti oleh yang lainnya.