Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
maaf


__ADS_3

"nyatanya dalam ucapan mu benar hah!!...aku orang yang buruk dan tidak pantas dimiliki atau memiliki siapapun"Rania mengembuskan nafas dengan berat dengan tatapan bisa di bilang sendu tetapi masih menyimpan aura kejamnya.


"kau tau kenapa diriku seperti ini?..."ucapan Rania terhenti karena pikirannya sedang dalam keadaan kacau"sifat ku awalnya sama seperti mu dan ucapan sebelumnya itu seperti racun yang berjalan"ucap Rania sambil tersenyum miris.


ucapan yang dikatakan oleh Rania sebelumnya adalah 'tanah yang kau pijak adalah tanah kematian bagi sifat mu' di mana itu adalah murni hasil kehidupan Rania yang harus mengesampingkan sifat lemah hatinya dan menjadikan hatinya sekeras batu dan tidak bisa di lewati oleh siapapun.


semua hal itu karena sebuah keadaan yang tidak memungkinkan untuk dirinya bertumbuh dalam keluarga yang bisa di bilang tidak biasa.


namun pada akhirnya dia terbiasa hidup seperti itu dan segalanya di buatnya menjadi mungkin terjadi olehnya.kata hati Rania selama bertahun-tahun tetap sama yaitu 'jikalau masa laluku hancur, maka tidaklah mustahil kemungkinan bisa menggenggam masa depanku'


sekuat-kuatnya dia menggenggam masa depannya ada masanya takdir mutlak yang tidak bisa di ubah olehnya yaitu menikah dengan Rendy.


mungkin memang takdir mengharuskan dia bersatu dengan pujaan hatinya sajak terakhir kali dirinya mendambakan seseorang hingga akhirnya harus membatu menjadi racun yang berjalan seiring berjalannya waktu yang ditempuh olehnya di masa-masa sulit.


"mirisnya memang benar aku adalah orang baik yang terinjak-injak"kata terakhir yang Rania ucapkan sebelum dobrakan pintu membuyarkan suasana tersebut.


Brrakk


Demian lah orang yang muncul dari balik pintu tersebut dengan mimik wajah yang bisa di bilang kurang baik dan penampilannya kacau balau.


"beraninya kau menculik kedua adikku bajingan gila dan mencoba merusak hubungan kami"ucapnya sambil mendekat ke arah gio dan.....


Bughh


satu Bogeman mentah melayang di wajah tampan gio saat dia berusaha mencerna apa yang di ucapkan oleh Rania tadi dan membuat semua bawahannya menyerang Demian yang telah memukul tuannya.


tentu saja di sana juga muncul beberapa anggota inti dari organisasi Avega yaitu Dandi,Kenan dan juga Rayan bersama beberapa pasukan yang ada di negara itu.


sedangkan gio yang terkejut dengan serangan dari Demian mencoba untuk membalasnya.di saat semua sedang bertarung Dandi berusaha membebaskan Rania dan Veronica.


Dorr


"hentikan semua ini"teriak Rania dengan nada tinggi.


setelah tembakan tersebut hanya kesunyian yang melanda. Rania pun mendekat ke arah kerumunan perkelahian tersebut.


"apa yang kalian cari dari perkelahian ini?"tanya Rania sambil melihat ke arah mereka lalu beralih ke arah lain yang berlawanan arah.


"cepat katakan!!"ucapnya naik satu oktaf dengan mata yang masih tertuju pada area tersebut.

__ADS_1


"apa lagi tentu saja keselamatan mu dan Veronica"jawab Demian yang ingin mendekati Rania.


"jangan mendekat ke arahku!!"pinta Rania.


Dorr


Dorr


Dorr


semua yang ada di sana langsung mencari sumber suara tembakan tersebut.tiga tembakan tidak terelakan pun terjadi antara menyerang dan di serang.


Dua peluru yang di lepaskan Rania mengenai seorang misterius yang bersembunyi di balik dinding.sedangkan satu tembakan orang misterius itu yang seharusnya mengenai Rania malah mengenai Demian.


"apa kau sudah gila"ucapnya pada Demian dengan nada cemas.


"ngga kok, setidaknya ini adalah pelampiasan dari kesedihan ku"ucap demian sambil mencoba berdiri tegak.


"kenapa kalian semua diam saja?!! cepat tangkap dia!!"bentak Rania sambil membantu Demian untuk berdiri.


segera para anak buahnya menangkap seseorang itu yang tentu saja kedua kakinya tidak bisa berlari karena terkena dua peluru yang di tembakan oleh Rania tadi.


"cepat buka"perintah Rania.


segera mereka membuka penutup wajah yang digaungkan oleh orang itu.


"mama"panggil gio dengan menunjukkan wajah terkejut.


"tolong mama sayang,mama tidak salah apa apa"ucap seorang wanita yang saat ini berstatus sebagai tahanan Rania dan sekaligus mama kandung dari 'Argio putra saros' yang secara tidak langsung di buang oleh pacarnya yaitu ayah kandung dari gio sendiri.


"apa yang kau harapkan dari pembenaran yang di salahkan?"tanya Rania dengan lantang.


"dasar wanita pembunuh!!! gara gara kau aku kehilangan pria yang aku cintai akhhh......"teriak wanita itu sambil mengerang kesakitan saat luka tembak di kakinya di tekan oleh salah satu bawahan Rania.


"dia mati karena perbuatannya sendiri, untuk apa kau mengorbankan hidupmu untuk balas dendam bahkan memanfaatkan anak mu sendiri"ucap Rania dengan ada miris sambil menunjuk ke arah gio yang sedang berdiri tak jauh dari mereka.


"seharusnya sekarang dirimu bahagia karena seluruh aset yang masih belum tersentuh orang tercinta mu itu menjadi milik anak mu.untuk apa memperjuangkan orang yang sudah membuang mu"setelah mengatakan hal tersebut Rania langsung memapah Demian untuk keluarga dari gedung tersebut di kawal oleh seluruh anggota dan sebagian tim inti organisasi Avega.


Rania berhenti sejenak dari jalannya dan berkata kepada gio"urusan kita belum selesai gio,ku tunggu penyesalan mu"segera Rania berjalan kembali meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


"maaf..."ucap gio lirih sambil menatap Rania sendu dengan berjuta penyesalan karena mengenai orang yang salah bahkan orang yang selama ini di sukai olehnya.


"tuan..."panggil anak buah gio.


"bawah ibuku untuk ke rumah sakit agar lukanya cepat di tangani oleh dokter,dan jangan sampai dia hilang dari pengawasan kalian"perintah gio lalu meninggalkan ibunya yang tergeletak di sana sambil tersenyum hampa.


Rumah sakit


ceklek


suara pintu di buka dari luar ruang rawat rumah sakit tersebut.


"is everything done?(apakah semuanya sudah selesai?) "tanya Veronica pada dokter yang bertugas dengan mengunakan bahasa Inggris.


"yes, mr.Demian should stay for a day to see if things get better(ya, tuan Demian harus tinggal selama sehari untuk melihat apakah keadaan menjadi lebih baik)"ucap sang dokter lalu keluar dari ruangan tersebut.


"ada apa dengan mu?"tanya Rania,ya memang Rania dan Veronica memutuskan untuk segera berbicara dengan Demian atas masalah ini.


"tidak ada"jawab Demian singkat sambil mengambil ponselnya di nagkas dan mengirimkan pesan kepada seseorang.


"dimana Arsene dan juga Sasa?"tanya Veronica dan yang pasti mereka sadar bahwa penerbangan mereka berganti rute dari los angeles menuju Italia dimana itu adalah tempat tujuan Demian mengajak Arsene dan juga Sasa pergi berlibur.


"mereka aku pulangkan setelah berita tentang kalian yang mendarat di los angeles dan kalian berdua menghilang setelah sampai di sana dan ternyata di bawa oleh bajingan itu untuk kembali ke Italia bersamanya"jawab Demian menjelaskan panjang lebar.


"apa!! Sasa tidak tau kan aku menghilang?"tanya Rania sambil memekik kaget.


"memang kenapa?dia kan sahabatmu jadi tentu akan khawatir"balas Demian dengan perasaan heran.


"kakak ini bagaimana,apa kakak lupa kalau Rendy xavion Rahardian Franziska itu adalah kakak dari Sasa yang artinya suami Rania"terang Veronica dengan pelan sedangkan Rania sudah memijat keningnya yang sedikit pusing.


"my freedom is over(kebebasanku sudah berakhir)"batin Rania.


.


.


.


happy reading......

__ADS_1


__ADS_2